Bloody Heart

Bloody Heart
Bersih Tegang



Bandar Udara Nasional Ronald Reagan Washington DC


Telah menunggu selama lebih dari 1 jam Liam yang tengah duduk menantikan Anna tiba.


"Sir, maybe kau terlalu cepat untuk datang," Caesar sang asisten tersenyum melihat bossnya itu sungguh sangat tidak sabar menunggu Anna tiba "Ya, aku takut terlambat."


Tepat pukul 20.25 Jet Ell telah mendarat dengan selamat Ell hanya diam ketika melihat Anna enggan berdekatan dengannya. sesegera mungkin Anna berjalan meninggalkan Ell untuk menghindari pria itu namun langkahnya terhenti karna melihat pria yang berpakaian sangat casual itu bersama Gia.


"Ms.Steell ... " Liam sangat rindu dengan wanita yang dihadapannya itu ingin sekali dia memeluknya.


Liam dan Ellano saling bertatapan dengan dingin Ell mengeraskan rahangnya dan menatapinya tajam " Apa yang membuat kau kemari Mr. Adam's,"


Jawaban santai yang diberi Liam sangat membuat Ell mengepalkan tanganya "Aku ingin menjemput Anna Mr. Scott," Anna yang melihat itu tidak ada pilihan dirinya harus segera pergi dari Ell "Thankyou sudah menunggu kedatangan ku Ms. Adam's," Liam tersenyum dan mengarahkan tanganya di pinggul Anna melangkahkan pergi meninggalkan Bandara.


"Welcome home Mr. Scott," para pelayan dimansion Ell tengah menyambut kedatangan tuannya itu namun Ell enggan untuk melihat mereka. bergegas masuk ke ruangannya itu meluapkan amarahnya karna Liam telah mencoba merebut Anna darinya membatin dalm hatinya "Kau benar-benar menguji kesabaran ku Liam Adams," Ell berniat menemui Lima empat mata dan segera menyelesaikan masalah antara mereka.


Kediaman Mansion Anna


Seluruh pelayan menyambut kedatangan nona besarnya itu mereka sangat gembira dengan kembalinya Anna ke Mansionnya.


"Welcome home Ms. Steell," mendudukan kepalanya sembari Anna memberikan senyuman untuk mereka dan menghentikan mereka agar menyudahi aktivitas itu, wanita yang lebih tua dari Anna berjalan menghampirinnya dan memeluknya "Welcome Ms. Steell," Anna membalas pelukan itu "Thankyou Emma,"


Berbisik kearah Emma dan pergi meninggalkan mereka,


Emma melantangkan suaranya memberi kabar baik dari bossnya itu "Ms.Steell akan memberikan para pelayannya makan malam special dari koki terbaik, ow, one more dan memberikan para pelayannya black card untuk berbelanja,"


"Aaaaaaaa yeeeeee Ms. Steell kau sangat terbaik semoga Tuhan memberkatimu," suara sorak penuh kegembiraan itu terdengar sampai lantai 3 Anna yang mendengarnya itupun tersenyum.


Liam yang melihat begitu gembiranya pelayan Anna kepada dirinya ikut tersenyum. Anna mempersilahkan untuk Liam makan malam di ruangan khusus milik Anna,hanya ada mereka berdua,


Namun hati Anna masih mengingat kejadian tadi ketika dirinya menyalahkan Ell yang sebenarnya Anna masih terbawa dengan mimpinya itu, dia melakukan itu supaya Ell pergi jauh dari hidupnya karna tidak ingin Ell akan terluka jika bersamanya.


Termenung hanya melihat makananya diatas table Liam menyadarkan Anna dari lamunan itu, sontak Anna menoleh kearah Liam dan mengambil gelas yang berisi wine dan mengarahkan kepada pria itu "Cheers" terdengar bunyi gentingan gelas yang saling beradu.


"Bagaimana perjalanan bisnisnya Anna,?"


"Ya begitulah banyak sekali yang harus diurus," Anna menyembunyikan jika kedatanganya ke Dubai bukan untuk berbisnis melainkan menjenguk Mr. Nassef Rebrad yang tak lain papah dari Ellano.


"Oh god, aku sampai lupa padamu here boy. Ow kau sangat garang sekali hmm ( Anna menggelitik di dagu harimau itu dan mengelus lembut kepalanya) aku sungguh merindukanmu juga" Anna memegang tangan Liam untuk menyentuh kepala sang harimau namun justru Sanchez tidak marah pada Liam justru menjilati tangan Liam yang berarti harimau itu suka padanya.


Anna begitu terkejut karna Sanchez tidak biasanya kepada orang jinak untuk pertemuan yang kedua kalinya harimau itu mau kepada Liam membuat Anna tersenyum menatap Liam yang sedang bermain dengan hewan peliharaanya itu.


"Kau orang yang pertama aku ajak melihat sanchez dan look dia begitu menyukaimu," Anna dibuat tidak percaya kepada Liam


Liam yang mendengar itupun tersenyum,


Tepat pukul 10:00 Malam Liam berpamitan meninggalkan mansion Anna, Anna mengantarnya Liam berdiri di hadapan wanita itu dan "cup" membuat Anna membulatkan matanya Liam mencium kening Anna dan melajukan mobilnya.


.


.


.


.


.


Melemparkan bole dengan stik glof dari daerah tee dengan satu pukulan dan up masuk kedalam lubang hole beberapa kali membuat Ell kagum dengan Asistennya itu, "Baiklah jika begini aku tidak akan bisa ikut bermain hm," Taylor terkekeh mendengar bossnya itu,


Ellano sangat menyukai olahraga yang satu ini, jika dirinya suntuk maka yang akan dicarinya adalah lapangan golf. namun tidak disangka jika dirinya akan bertemu pria yang membuat nya ingin menghantamkan pukulan itu ke wajahnya,


Liam datang bersama asistennya tepat berada disebelahnya mata mereka saling memandang namun bahasa isyarat tubuh saling mengerti keadaan jika mereka akan memulai permainan itu.


Sesi demi sesi dimulai terlihat beberapa kali Liam memasuki bola spin itu kedalam lubang hole tak kalah dari Ell yang terus saja tepat sasaran memasuki bole itu kedalam hole Taylor yang sebagai wasit babak terakhir melihat untuk bola yang pertama kali masuk dengan cepat siapa dan Ell pemenang dari permainan itu.


"Menjauhlah dari wanitaku, " Liam tersenyum kearah Ell dengan tatapan yang tajam.


"Apa kau tidak sadar jika Anna pergi memilihku dan meninggalkan mu semalam?" Ell terlihat geram dan marah mencengkram kerah baju Liam dan kini mereka saling bertatapan "Sekali lagi kau mencoba mendekati Anna aku tidak segan-segan akan menghabisimu," tak kalah dari Ell Liam pun mencengkram dengan kuat kerah baju Ell "Kau menantang ku? baiklah akan kubuktikan jika Anna akan berada di pelukanku."


Genggaman tangan Ell sudah sangat keras ingin rasanya dirinya melayangkan tinjuan itu ke wajah Liam. namun Taylor melerainnya dan membisikan kearah bossnya itu jika seluruh mata memandang dan segera cepat membawa Ellano pergi dari sana tak lain halnya dengan Caesar yang membawa bossnya itu pergi dari sana takut baku. hantam yang akan terjadi.