Bloody Heart

Bloody Heart
Remember me



Ell yang sangat geram dengan perkataan Anna menarik tangan Anna dan memeluknya dengan erat mencium bibir yang membuat dirinya dari tadi menahannya,


Anna yang terkejut dengan apa yang Ell lakukan.Anna melepaskan ciuman itu dan menjauh dari Ell.


"Kauuu,!! "


Ell mendekat kepada Anna kali ini menciumnya dengan sangat rakus dan penuh paksaan. Anna yang sangat lelah memberontak lambat laun membalas ciuman Ell, merasa ciumannya dibalas oleh wanitanya itu Ell mendalamkan ciuman dan melepaskannya.


"Don't leave me again,"


Anna yang melihat Ell menatap dirinya dengan sangat dalam


"I got a go."


Anna berjalan meninggalkan Ell yang masih berada di belakang nya. perasaan yang campur aduk entahlah ada apa dengan perasaan nya ada rasa tidak tega meninggalkan laki-laki itu dengan wajah Ell yang sangat sendu.


Anna berjalan dengan pandangan yang kosong mengarah lift khusus untuk dirinya. didalam lift Anna terus memikirkan Ellano,


"Kau tidak akan mampu menerima masa laluku Ell "


Ting.. bunyi suara lift yang telah sampai diruangan khusus Anna. Anna melihat Gia yang berada di ruangan itu.


"Siapkan penerbangan, Kita akan pulang,"


Melihat bossnya itu dengan wajah yang rapuh tidak ingin bertanya apapun karna Gia sudahi apa maksud dari raut wajah itu.


"Sesuai permintaan anda Ms. Steel,"


Gia menelfon sekretaris nya untuk menyiapkan penerbangan di jam itu juga dengan privat jet


"Thanks Tessa."


"No problem Ms.Luitz,"


Tessa sekretaris Gia telah mengatur seluruh penerbanban untuk Anna.


"Anda akan flight dalam 15 menit, are you alright? "


Anna hanya diam dan mengalihkan pandangannya.


"Apa pernah hidupku baik baik saja Gia,?


.


.


.


.


.


Pov


Setelah meeting selesai, Ell saling berjabat tangan dengan client nya itu dengan senyum tipis dan melihat wanitanya itu tengah tersenyum memeluk client wanitanya itu. membuat Ell sangat tidak sabar ingin memeluk Anna menahan kerinduan nya.


Setelah ruangan itu tampak hanya ada Anna yang ingin beranjak pergi Ell ingin sekali memeluk wanitanya itu namun, Anna enggan bertemu dengannya tidak ada cara lain sudah lama dirinya menginginkan Anna.


Terpaksa Ell menggunakan cara dengan memaksa menyium wanitanya itu rasa yang sangat manis sudah sangat candu baginya. Ell tak akan melepaskan Anna kali ini namun wanita itu sungguh sangat keras kepala dia kekeh tetap pergi walaupun Ell memintanya dengan sangat lembut.


"Apapun Anna, akan kulakukan apapun demi kau berada disisiku,"


.


.


.


.


.


Anna bersiap siap mengganti pakaian yang telah Gia persiapkan untuknya,Anna mengoles wajah nya dengan sedikit makeup dan menambah kan sedikit lipstik,



"Anna, kita bisa berangkat sekarang,"


"Tolong bawa kotak yang sudah usang itu, dan taruh aja di mansion ku mungkin jika sempat akan ku lihat,"


"Hm," Gia melihat kotak itu dan mengerutkan keningnya sejak kapan ada barang pribadi Anna di sini.


Anna flight menuju home yaitu Washington DC,


"Sir, Ms. Steel sudah pergi menuju Washington DC,"


"Siapkan jet untuk ku sekarang juga."


"Yes Sir."


Ell mendengar Anna telah pergi tidak akan menyerah dia tetap akan mengejar Anna walaupun diujung dunia sekalipun


Liam yang tengah bersiap menuju hotel Anna mendengar kabar dari asistennya itu jika Anna sudah berangkat pulang 2 jam yang lalu.


"****! kenapa kau tidak bilang dari tadi huh! "


"Siapkan penerbangan ku sekarang juga. aku tidak akan menunggu lama! 5 menit yang perlu kau siapakan sekarang, "


"Yes sir"


Didalam pesawat Gia yang melihat Anna tengah duduk menghadap window menghampiri sahabatnya itu. sebelum Gia membuka suaranya untuk berbicara sudah duluan Anna yang mengucapkan kalimat itu.


"Apa kau berusaha untuk menanyakan apa yang terjadi di sana,? "


Gia tersenyum kearah Anna


"Well, kurasa kau perlu sedikit untuk cerita,"


"Kau tau hanya kau yang ku miliki,"


"I know, Sepertinya Ellano sangat mencintaimu Anna, "


"Entah lah kurasa aku tidak pantas dicintai,"


"Look, mungkin kau harus butuh waktu. buat, jangan terlalu lama hm,"


"Ya mungkin aku butuh sedikit waktu."


Gia menepuk pundak sahabatnya itu dan berlalu meninggalkan Anna.


.


.


.


.


Ellano yang tengah berada di room pesawat nya memainkan vodkanya dan terus saja memikirkan wanitanya itu.



"Siapkan kendaraan setelah sampe Washington aku ingin langsung ke mansion Anna,"


"Yes Mr.Scott,"


Ell mencoba menelfon Anna terus saja hingga sang pemilik nomor itu mengangkatnya.



Anna yang seharian sangat letih ditambah dirinya langsung pulang membuat tubuhnya itu lengket dan gerah, Anna beranjak ke toilet untuk membersihkan badanya menggunakan air hangat yang telah disiapkan oleh pramugari nya membuka seluruh pakaian nya itu.


Anna melihat ada bekas luka yang telah lama di pinggir perutnya melihat dirinya dicermin


"Hm aku harus ke dwyne lagi untuk menghilangkan ini,"


Masuk kedalam kamarnya melihat handphone nya berdering sedari tadi mentap lockscreen handphone nya terlihat nomor yang baru menelfon nya. diangkat panggilan itu oleh Anna,