
"Mulai dari sini,"
Terhenti karna Gia sahabatnya itu mendatanginya diluar jam kerjanya,
Melihat Anna yang sedang bersama Liam membuat Gia mengerutkan dahinya dan menatap Anna.
"Anna... kufikir Sanchez sedang tidak ingin bermain bersama mu, "
Anna yang melihat tatapan Gia sudah paham karna kedatangan Gia kali ini membawa informasi yang penting
Anna memberikan kode untuk segera membawa Liam keluar dengan lirikan mata Anna.
"Mr.Adam's Sepertinya Ms. Stell akan saya bawa maaf menganggu waktu anda, Please Ms. Steell,"
Anna melihat Liam dan berjalan kearahnya.
"I am sorry Mr. Adam's mungkin lain waktu,"
Terlihat kecewa dari raut wajah Liam,
"It's oke Ms. Steel."
"Mari Ms. Adam's saya antar anda."
Gia mengantarkan Liam ke depan hingga mobil yang dikendarai Liam berlalu.
Tampak raut wajah Anna sangat tegang. menunggu Gia untuk naik keruangannya,
"Anna she waiting for you,"
Anna membalikan badanya ke arah Gia.
"Darimana kau dapat Informasi nya,? "
"Dua bulan yang lalu, lebih tepatnya sebelum kau membuat big project mereka menemukan bukti adanya barang yang diketahui milik wanita itu, namun belum dapat dipastikan karna banyaknya orang yang mampu menutupi kejadian dan bukti itu,"
"Dimana mereka menempatkan nya,?
"Penjara Alcatraz. satu satunya penjara yang menempatkan orang-orang psychopath mereka menyebutnya Pablo Luciano gangster paling menakutkan kartel penyelundupan narkoba, senjata, pelecehan terhadap lawan jenis dan para balita mereka membangun istana nya di wilayah Australia ketua Gangsta tersebut Pablo mendekam di penjara,"
"Ya aku pernah mendengarnya,"
"Siapkan jet aku akan berangkat 2 jam lagi. Gia aku butuh kau disini. i'm doing myself."
"Anna Be careful."
Gia percaya kalau Anna pasti mampu melakukannya.
Anna bersiap-siap menuju San Francisco kampung halamannya. dia tidak menyangka akan pulang ke kampung halamannya sudah lebih dari 20 tahun dia tidak menginjakan kakinya perasaan campur aduk yang dirasakan dirinya saat ini.
.
.
.
.
.
Emirat Dubai
Bandar udara internasional Dubai. Ell telah sampai di kampung halamannya memakan waktu 7 jam. Ell yang sangat letih dalam perjalanan nya tampak pada raut wajahnya ditambah dirinya panik dengan keadaan ayahnya membuatnya semakin letih.
mereka menuju RS terbesar di Dubai milik Dwayne karna dokter satu-satunya dipercaya oleh keluarga Rebrad adalah Dwayne.
Ell masuk kedalam Lobi dengan disambut oleh pihak RS atas kedatangannya itu.
Berjalan kekamar VVIP khusus. Ell melihat papahnya terbaring yang dipasang infus dan selang sonde. mamahnya yang melihat siapa yang masuk dan membukakan pintu terkejut dan syok betapa dirinya merindukan putra sulungnya itu berdiri dan memeluk putranya tak sadar air matanya jatuh memenuhi wajahnya itu.
"Oh putraku.... kenapa kau tidak pernah pulang Anakku,"
Ell membalas pelukan mamanya dan mencium pipinnya. Ell tersenyum karna dirinya juga merindukan sosok mamahnya,
"Maafkan aku mah, aku sungguh sibuk,"
"Kau ini memang anak kurang ajar. tidak pernah pulang menemui mamah mu ini jika sudah tidak ada apa kau akan menyesal hm Ellano Scott,? "
Ellano tertawa mendengar perkataan mamahnya itu. Mamahnya Melinda Callista seorang pebisnis Jewellery terkenal di seluruh negeri
dengan merek brand ternama yaitu Curtier telah memulai bisnis nya dari tahun 1960an itu hingga sekarang.
Ell melihat papahnya yang belum sadar dengan pengaruh bius menggenggam tangannya dengan penuh kerinduan menatap ayahnya.
merasakan ada yang bergerak ditangannya, Ell melihat jari ayahnya begerak dan melihat ayahnya yang tengah membuka matanya perlahan.
melihat itu mamahnya memencet tombol Nurse agar dokter segera masuk kekamar nya.
Melinda istrinya begitu senang dan panik melihat suaminya telah siuman.
Rebrad membalas senyuman kearah melinda. melirik kearah Ell putranya yang memandangi penuh kerinduan terhadap putranya itu.
"Kenapa kau baru datang putraku? tunggu aku terbaring di sini baru kau mau pulang? "
"Bukan begitu pah aku benar-benar sibuk. maafkan aku,"
Rebrad melihat putranya itu dengan senyuman,
"Exsuse me,saya mau mengecek kondisi Mr.Rebrad,"
Dwayne masuk kedalam dan memeriksa kondisi pasiennya itu.
"Mrs. Rebrad keadaan Mr. Rebrad cukup baik untuk saat ini hanya perlu istirahat penuh, anda jangan khawatir,"
"Kemarilah Dwayne aku ingin berbicara padamu"
Melinda memanggil Dwayne,
"Ada apa Mrs.Rebrad,? "
"Kau tau putraku? Ellano Scott,? "
Siapa yang tidak tau dengan Ellano. mungkin jika bisa dibilang orang pikun sekalipun akan mengenali jika itu Ellano.
"Ya saya tau Mrs. Rebrad,"
"Aku ingin kau menjadi calon istrinya dan calon mantuku,"
Ell yang terkejut melihat papahnya menjodohkan dirinya dengan perempuan yang tidak dia sukai.
"Ma, apa maksudnya ini? aku tidak ingin dijodohkan."
Sama halnya dengan Dwayne yang kaget mendengar itu.
"Kau ini. kau itu sudah berkepala dua mau sampai kapan kau tidak memberiku cucu hm? aku tidak ingin kau membujang seumur hidupmu Ellano,"
Rebrad sang papah hanya menggeleng kan kepalanya itu melihat tingkah laku istrinya.
"Sudahlah mah, jangan mencampuri urusan pribadinya Ell biarkan saja dia memilih jodohnya itu."
"Tapi kan... "
"Ms.Williams Terimakasih sudah merawat saya."
"Sudah menjadi tugas saya Mr. Rebrad, kalau begitu permisi."
Pov
Tampak Dwyne dengan para bodyguard nya itu mengiringinya jalan dengan sangat ketat. wanita itu menuju negara Moskow Rusia.
Terdengar telfon Dwayne berdering dari Asistennya yang berada di Dubai. segera mengangkatnya.
"Ms.William,Mr.Rebrad tidak sadarkan diri karna serangan jantung anda dimintai segera flight ke Uni Emirat Arab Abu Dhabi"
"Apa kau lupa aku sedang di Tokyo huh? kau panggilkan dokter Hasan secepatnya! semua dokter disana jika memungkinkan.aku akan flight sekarang juga.terus hubungi aku,"
Membatalkan niatnya ingin bertemu Presiden Moskow.
Dwayne berangkat ke Dubai secepat mungkin dengan privat jetnya jarak ditempuh dari Tokyo menuju Abu Dhabi memakan waktu sebelas
jam namun entah berapa kecepatan yang dipakai oleh pilot nya itu sehingga mampu ditempuh delapan jam dirinya sampe ke Dubai.
.
.
.
.
.
San Francisco
Pesawat landing di landasan sangat aman. berada di tempat Atau lebih tepatnya pulau terpencil yang terletak di San Francisco penjara Alcatraz tempat yang paling ditakuti oleh para napi.
Terlihat sebegitu mengerikan bangunan tua itu. bangunan yang dibuat dari tahun 1940an itu dan masih memakai cara sebelum perang dunia ke2 untuk menyiksa para napi.Anna memasuki kawasan tersebut dengan sambutan oleh kepala sipir,
Memasuki kawasan tersebut lorong demi lorong samping kanan kiri terlihat kamar tahanan yang berdiri melihat Anna yang sedang berjalan sendirian. langkahnya terhenti tepat didepan pintu baja melihat nomor kamar tahanan 207 yang memliki ventilasi lebar bisa melihat para tahanan dengan jelas.
Raut wajah Anna yang terlihat santai namun mematikan. melihat wanita yang membuatnya datang sejauh itu menginjakan kakinya dikampung halamannya sosok itu yang ingin sekali dia lenyapkan.
"Well well well who's coming?" prok prok prok terdengar suara tepuk tangan dari tangan wanita itu "Annastasya Stell, arghhh benarkah kau datang ke sini untuk ku? aku sangat merindukan mu My best friend urghhh kau makin cantik saja setelah 15 tahun kita berpisah Hm Ms. Steell, What's your skincare,?"