
Melihat kesamping kanan kiri dan secepat kilat dirinya mengerem mobilnya hingga kedua mobil itu tampak jauh dihadapanya, sesegara mungkin Anna memutar balik arah ke jalan lintas yang berada di map-nya itu, mengikuti terus arah jalan itu hingga dirinya lolos dari kedua mobil yang membuntuti mereka.
Kediaman Mansion Anna
Memarikirkan mobilnya, para pelayan membantu Gia untuk keluar dari mobil dan memapah Gia ke kamarnya, Anna berjalan dan melihat Emma yang tengah berdiri didepan pintu Mansion itu.
“Close the gate, Now!” seru Anna kepada Emma, sesegera mungkin Emma menghubungi para penjaga lewat earpiece untuk mengunci gerbang utama hingga gerbang ketiga agar memperketat sistem keamanan.
Mengerti jika bosnya itu sedang kedatangan musuh, secepatnya Emma mengikuti Anna keruangan khusus bertepat di lantai paling atas.
“Temukan plat mobil itu, dan siapa pelakunya”
Dengan sigap Emma mengotak atik komputernya dan meretas seluruh CCTV yang ada di lokasi kejadian tersebut, dalam hitungan menit Anna disuguhkan dengan orang yang berada didalam mobil Mercedes Benz itu.
Raut wajah Anna berubah seketika mungkin, melihat Raffaela D'Alterio seorang wanita mafia yang tentunya mantan bisnis gelap yang menjual berbagai senjata api dan obat terlarang.
Anna yang tengah berdiri melihat touchscreen dihadapanya dan menyilangkan tanganya menatap dengan serius “Mundur beberapa detik dari lokasi tersebut dan perbesar”
Emma melihat dengan jelas jika mereka telah merencanakan pembunuhan untuk bossnya itu.
“Ms.Steell, mungkin kau harus melihat ini” Anna yang melihat itu memutar otaknya kenapa Raffaela ingin membunuhnya, sejatinya dirinya tidak pernah memiliki urusan diluar dari bisnis black market itu.
“Find Here, dan kerahkan beberapa orang mu untuk menangkapnya, kau tau harus melakukan apa” Anna mengatur strategi untuk mencari tau apa alasan kuat Raffaela sangat berani ingin membunuhnya. “Yes, Ms.Steell” Emma bergegas pada malam itu bersama krunya untuk menemukan wanita Italia dengan dua mobil Marchedez Benz berwarna hitam.
Memainkan alat pelacak nya The Sierra , dengan sangat lihai jarinya mengotak-atik layar touchscreen yang ada dihadapannya itu, selang 15 menit Anna menemukan informasi terkuak alasan wanita Italia itu ingin membunuhnya, Anna terdiam sesaat, duduk dan menghela nafasnya tidak percaya karna dirinya sudah membunuh adik dari wanita Italia itu, Andy.
Seoul Korea Selatan
Duduk dengan dikelilingi oleh beberapa Investor dan partner kerja dalam pertemuan meetingnya tersebut, Ell sangat sibuk dengan pekerjaanya,
Dua jam sudah berlalu meeting pun selesai, para investor sangat senang bisa berbisnis dengan Ellano, mereka saling berjabat tangan.
“Senang bisa berbisnis dengan anda Mr.Scott”
Bianca sang sekretaris Ell sudah mengatur jadwal penerbangan untuk bosnya itu,
“Mr.Scott kita harus segera flight kembali”
Ell yang sedari tadi sibuk menanda tangani berkas “Hm” dirinya meninggalkan hotel tempat pertemuan meetingnya bersama investor segera menuju bandara.
Location Unknown
Emma dan timnya tengah berjalan menuju lokasi tersebut, dengan sigap mereka mengatur strategi untuk mengepung tempat lokasi wanita Italia itu,
"klik" terdengar suara peluru yang dimasukan kedalam magasin, jarinya mengongkang penutup dan menggeserkanya kebelakang.
Memakai rompi anti peluru diseluruh awak kru tengah bersiap untuk mengecek senjatanya,
tampak para tim dengan sangat antusias menantikan moment dimana mereka kembali menggunakan tanganya untuk menarik pelatuk dan melepaskannya kearah musuh.
Tampak dua mobil Marchedez Benz telah terparkir di lokasi yang telah mereka rencanakan, para tim A telah memasuki kawasan tersebut dengan pelan-pelan dengan memegang sebuah pistol mitraliur.
Tim B telah menaiki lift, dan tepat mereka berada diroftop untuk mengepung musuh agar tidak lari membawa helikopter, dengan atap kaca sangat jelas Tim B melihat musuh berada di lokasi tersebut dengan sigap mereka tetap pada posisi untuk membidik sasaran.
Disisi lain, Raffaela tengah menikmati makanannya tidak mengetahui jika dirinya telah dikepung, Dirinya dijaga ketat oleh para bodyguard Yang lumayan jumlahnya.
Tengah menyuapkan makanan yang berada sendok, betapa terkejutnya dirinya melihat beberapa bodyguardnya telah mati terkapar dihadapannya.
Dengan sigap wanita Italia itu mengambil pistolnya dan tepat mengarahkan kearah tim A, "Dor.. dor.. —" melepaskan pelurunya dan mengenai para kru.
"Duar... " reflek Raffaela melihat keatas, serpihan kaca telah berjatuhan karna terkena tembakan peluru dari arah roftopnya, segera mungkin dirinya lari keluar, namun belum sempat keluar Emma telah membogem pukulan nya yang keras tepat pada wajah Raffaela.
Terjatuh dan melihat bibirnya telah berdarah membuat wanita Italia itu melayangkan pukulannya beberapa kali kearah Emma, hingga Emma terjatuh kini mereka satu sama lain bergulat dengan Emma yang berada diatas Raffaele dan melayangkan pukulanya ke wajah wanita Italia itu.
Namun dengan sigap Emma menepis dengan kedua tanganya kini dengan mencengkram rahang dengan kedua tanganya dan meninjukan dengan satu pukulan keras kearah wajah Raffaele, wanita Italia itu mengerang kesakitan dan mendongak keatas mengeluarkan darah dari hidungnya.
Secepatnya Emma membalikan badanya dengan kini dirinya diatas menghajar dengan pukulan bertubi-tubi hingga Raffaele tak sadarkan diri.
Markas Rahasia
"Teeett..—" Suara pintu besi yang terbuka karna sensor jari tangan milik seseorang wanita yang sedang membukanya.
"Ms.Luitz wanita itu didalam" Seru bodyguardnya dan meninggalkan Gia, melihat wanita Italia itu sedang duduk dengan ikatan besi dikedua tanganya sedang menatap tajam kearahnya "Seorang pahlawan yang akan membalas dendam saudari perempuannya hm" Gia tersenyum sinis kearah Raffaele dengan tatapan dingin.
Raffaele tersenyum sinis dan bersandar di kursinya, menatap Gia dengan tajam karna dirinya bukan ingin bertemu dengan Gia namun Anna. "Where your boss?" Gia melangkahkan kakinya dan kini menunduk tepat dihadapan Raffaele.
"Hanya aku, sekarang bicaralah apa ada kata-kata terakhir yang ingin kau katakan? membuat Raffaele mengepalkan kedua tanganya, " Sriiiing" bunyi suara ikatan besi yang terlepas dari kedua tangan Raffaele "Jangan sampai kuulangi kataku kembali"
Gia yang melihat itu tersenyum dengan sinis, "Baiklah, kau yang memaksa,"
"Bug...." suara pukulan keras dari tanganya yang mendarat tepat diwajah Raffaele, hingga terjadilah baku hantam diantara keduanya.
Raffaele mencekik leher Gia menggunakan rantai besi dari arah belakang dengan sangat kuat, membuat Gia meringis menahan, beberapa detik Raffaele menahan rantai besi itu dan dengan tenaga kuat Gia menarik rantai besi itu dan melilitkan ketanganya ingin menghamtam wanita Italia itu dengan rantai besi.
Teetttttt... Teettt... " Pintu terbuka, para penjaga berlarian memasuki ruangan dan membidik tepat pada 2 wanita itu, "Tangan diatas!" Raffaella mengangkat tangannya perlahan keatas kepala, melihat mereka yang tengah ingin menembaknya, dengan "settt.." Kini tangannya mengunci leher salah satu mereka dengan arah belakang.
Membuat wajahnya membiru kehabisan oksigen, "Drop your weapon, Now!" Raffaella berbicara kearah mereka dengan tetap pada posisi itu, "Tap...tap..tap" terdengar suara heels yang menggema seisi ruangan itu, Anna melihat kejadian didepannya dengan wajah santainya mengeluarkan pistol dibalik pakaiannya "Dor..." menembak orangnya yang tengah didekap oleh Raffaella,
Anna mengkode dengan wajahnya mengerahkan keluar ruangan, para kru dan Gia meninggalkan Anna dan Raffaella diruangan itu.
"Aku sudah dihadapanmu, Now what do you want?" Anna berdiri melihat Raffaella dengan tatapan dingin ingin mengetahui rencana apa yang sedang wanita Italia itu buat.
Tatapan yang mematikan ketika melihat seseorang yang sudah membunuh adiknya, "Apa kau berpikir kau sudah berhasil dengan menangkapku?" Raffaele bersandar di kursinya dengan tetap menatap Anna dengan tajam
"Jauh sebelum kau dan tim mu merencakan untuk menangkapku, aku sudah jauh melakukan sebuah rencana yang membuat kau mau tidak mau memberikannya padaku"
Anna tampak bingung dengan perkataan Raffaele yang kini membatnya gusar, namun Anna tetap tidak ingin membuka mulutnya,
Raffaele melihat wajah Anna yang tampak ada kegelisahan merasa menang.
"Apa kau lupa aku lebih licik daripada Andy? aku sudah lama mencari informasi mu, kelemahanmu dan bingo! kelemahan itulah yang sudah kudapatkan dan kini ditanganku" menatap wanita Italia itu dengan tajam, "Apa maksudmu?"
Tampak senyuman licik dari wajah Raffaella, kini dirinya berjalan tepat berdiri dihadapan Anna, "Aunty Adeline ? satu-satunya keluarga mu yang masih hidup dan kini ditempatkan di RS Internasional San Francisco right?
Raut wajah Anna yang tampak getir dan gelisah, membuat Raffaella senang melihatnya dan terkekeh "Lihat dirimu, kau tampak gelisah hm?" melirik jam tangannya "Tepat pukul 12, siap atau tidak kau akan memberikan disk itu padaku atau kau akan melihat perbuatan ku terhadap Aunty Adeline dengan perbuatan sama yang kau lakukan dengan Andy!"