Bloody Heart

Bloody Heart
Disk



Seorang wanita psychopath mantan agent KGB


rusia yang berkhianat dengan negara nya itu telah membocorkan kawat diplomatik Rusia pada tahun 1997 kepada badan hukum intelijen Inggris dan menjadi te**ris yang menewaskan 1000 warga sipil yang dibom nya pada aksinya tersebut yang sekarang menjadi anggota Gangsta Pablo Luciano.


"All of the chitchat's itu akan membuatmu menderita,"


"Oh really,?


"Now,Where's the disk,? "


"I'm not telling you shiit."


"Aku sudah berharap kau akan mengatakan itu,"


Anna menatapnya dengan tajam tersenyum sinis kearah wanita yang merupakan temannya dulu.mereka diberi tugas oleh 2 negara menempatkan mereka dalam suatu misi di Afganistan namun wanita yang bernama Andy itu mengkhianati nya dan menyerahkan nya kepada musuh.


Anna berlalu berjalan meninggalkan-nya melihat para tahanan yang berdiri didalam pintu baja itu dan mengalihkan pandangannya.


Pov


Kepala sipir mengantarkan Anna ke sebuah tempat persembunyian para tahanan VVIP ketua dari Gangsta yaitu Pablo Luciano berada disana.


"Annastasya Steell its been a long time" Pablo Luciano mereka pernah menjadi partner dalam penyelundupan narkoba dan persenjataan pada masa itu. namun Anna lah yang telah menempatkan Pablo di dalam penjara Alcatraz karna alasan tertentu.


"Aku datang bukan untuk bernegosiasi. but fist kau tau alasan ku kemari,"


"I know,"


"Bagaimana? apa kau suka dengan tempatnya,? "


"Jauh lebih baik,"


Pablo menjabat tanganya ke arah Anna dan Anna pun menyambutnya.


"Waktumu 5 menit aku tidak bisa memberi waktu lebih dari itu. mereka akan mengetahui dan akan banyak police dan SWAT yang akan datang,"


"No problem, i got this."


'


"Aku mempercayimu."


Anna berjalan pergi meninggalkan Andy didalam sel tahanan. Setelah menurunkan Anak tangga


*Tetttt.... tettt.. tet...." terdengar bunyi alarm pintu sel tahanan terbuka. tak terkecuali pintu Andy pun ikut terbuka


para anggota Pablo yang berada di sel tahanan mengetahui rencana itu langsung memasuki sel tahanan 207 yang didalam nya Andy.


Andy telah standby dengan pergerakan tanganya untuk menyerang mereka dalam hitungan tiga dua satu.


"Tap" lampu telah padam Andy tidak bisa melihat mereka.dengan jelas salah satu anak buah Pablo. memukul kepala Andy dengan besi membuatnya pingsan dan mengeluarkan banyak darah. dengan siaga mereka membawa Andy ke markas.


"Byurrrr......" suara air menggema ruangan itu dan membangunkan Andy yang telah terikat dikursi dengan kepalanya yang bocor meneteskan darah ditempatnya.


Andy membuka matanya perlahan terasa nyeri dan sakit dikepalanya ingin memegang kepalanya karna pusing namun tanganya telah terikat di pegangan kursi membuatnya memberontak dan melihat kearah tepat di hadapannya Anna yang tengah duduk sambil menyilangkan kakinya.


"Are u oke,?"


"Bit*h! "Andy menatap kearah Anna ingin segera membunuhnya,


"Auchh..keep your mouth hm" Anna berdesah kesal "Aku hanya ingin mengetahui dimana Flashdisk itu, tapi kau sungguh ingin membuatku melakukan lebih,"


"Kill me bit*h,"


"Ya, Kenapa kau bangun. Akan lebih baik jika kau tetap tidur. Tapi jika kau memaksa,"


"Tap... tap... tap" suara langkah kaki dari luar terlihat tengah memasuki ruangan itu Andy menatap tidak percaya ke arah Pablo yang dia ketahui jika dia boss Andy.


"Its just bussiness" Pablo tersenyum kearah Andy dan memanggil anak buah nya untuk masuk.


Mereka menampar Andy membuka ikatan tali itu dan membaringkan nya keatas meja yang telah tersedia pisau bedah.


Anak buah Pablo telah membuka koper yang berisi suntikan serum yang akan menimbulkan efek luar samping sakit yang tak tertahankan dan akan membuat korban lumpuh seketika dengan efek kerjanya hanya indra pendengarnya dan indra penglihatan saja yang masih berfungsi.


"I repeat, where's the disk,? " Anna menanyakan dengan sangat tegas kearah Andy yang sedang berbaring dengan tanganya diikat.


"I sad, kill me,"


"Kesabaran ku sudah habis," melirik kearah anak buah Pablo yang tengah bersiap menyuntik lengan Andy "Suntik dia,"


"No! don't! what are you doing! Anna,!!!!!!! "


Satu anak buah Pablo menyuntik serum yang berwarna biru itu ke lengan Andy dan tebak saja sungguh sangat memberi efek kejut yang cepat dalam hitungan detik Andy sangat kesakitan dan berteriak sejadi-jadinya dan dalam hitungan mundur tiba-tiba saja badanya melemah dan pandangannya kosong.


Anna mengambil suntikan serum itu memegangnya berbicara kearah Andy"tak kusangka begitu cepat reaksinya, aku hanya membuat tanpa adanya uji coba but it's working," Anna tertawa kearah Pablo dan menjatuhkan dengan perlahan dan santai serum itu dihadapan Andy.


"Look at me. did you think aku begitu bodoh sehingga tidak mengetahui dimana flashdisk itu? did you know? akulah yang menempatkan mu disini. dan akulah yang membuat mu menjadi anak buah Pablo.


Kau merencanakan sesuatu dibelakang ku bekerja sama dengan Pablo? ingin membunuhku? But aku memiliki kehidupan lain sebelum aku bertemu dengan mu hm, now membuatku ingin menemuimu karna kau menyimpan disk itu dengan menghubungi salah satu orang ku? hmm it's best mistake,"


Anna mengambil pisau bedah itu kearah perut Andy "kau ingin aku membunuhmu hm?" Andy yang tubuhnya sudah lumpuh hanya mata yang bergerak mampu mendengar. membulatkan matanya ketika pisau itu mengarahkan kearah perutnya "I know disini kau menyimpannya,"


Pisau itu diletakan Anna kearah anak buah Pablo


"Do it and selesaikan sekarang juga aku akan menunggu di markas,"


Anna menatap kearah Andy "Mudah bagiku ingin membunuhmu, but aku tidak ingin mengotori tanganku dengan darah kotormu" berjalan keluar ruangan meninggalkan mereka yang tengah mengeluarkan flashdisk itu.


Anna telah sampai di markas khusus VVIP tahanan. Menunggu disk itu sampai di tanganya namun dia mendapatkan sebuah pesan dari Gia karna Pimpinan Presdir Mr. Nassef Rebrad telah masuk RS. Dubai


Anna yang memutar otaknya untuk berfikir jika dia tidak datang Mr. Rebrad adalah orang yang berpengaruh besar dalam dirinya karna mengizinkan Anna untuk menjadi warga negara Uni Emirat Arab Dubai dan dapat diplomatik negara Dubai mengizinkannya untuk akses dalam wewenang negara. membalas pesan Gia dirinya akan flight setelah urusan ini selesai.


.


.


.


.


.


Ell yang tengah berada di Mansion orang tuanya sedang menyantap sarapan yang telah disediakan diatas mejanya itu. Terlihat di meja yang cukup besar Ell yang menikmati makanan itu terdengar suara seorang wanita yang memanggilnya karna dia meja itu tidak hanya Ell yang sedang sarapan namun ada Adiknya perempuan yang menemani nya


"Dimana hadiah ku,? "


Ell tersenyum kearah Morgan adik perempuan nya yang tidak dia percaya jika adiknya itu sudah sangat dewasa yang beranjak 25 tahun kini umurnya "Kau itu mampu membeli apapun dengan semaumu. kenapa kau harus meminta dengan ku,? "


"What?? justru karna dengan begitu aku tetap kaya Ell," Morgan yang melihat kakaknya tidak percaya.


"Right. so what do want honey,? "


"Hehehe. Maybe a Niece,?


"Uhuk.. uhuk.. " Ell tersedak "Apa aku tak salah dengar,? "


"Jangan sampai kau mendapatkan keponakan dulu dari ku Ell." Morgan beranjak pergi meninggalkan Kakaknya itu sambil terkekeh


"What? Morgan.!!!!!!! " Ell teriak karna tidak percaya apa yang dikatakan adiknya itu dia ingin melangkahi dirinya


Visual Morgan Rebrad



Pablo Luciano



Andy