Bloody Heart

Bloody Heart
Love city



Paris



Ell yang 5 jam lebih dulu on the way dibanding Anna, tidak sabar ingin bertemu wanitanya itu walau harus menunda semua pertemuan meeting yang hari itu juga schedule nya.


sambil memejamkan matanya karena terasa begitu lelah,tampak seorang wanita menghampiri dirinya mencoba memegang tangannya yang bersandar di Pinggiran kursi tersebut dengan sangat menggoda.


Ell yang menyadari istirahat nya itu terganggu membuka matanya dengan Tatapan dingin dan tampak kemarahan dari raut wajahnya.


“Kau ingin tidur dengan ku? tapi sayangnya kau harus mengantri,karna banyak wanita sepertimu yang dengan suka rela menyerahkan dirinya untuk tidur denganku,”


Setelah mendengar kalimat hina yang keluar dari mulut bossnya itu wanita itupun berdiri dengan perasaan kesal karna gagal menggodanya.


Taylor yang melihat bossnya itu memberikan isyarat kepadanya agar perempuan itu segera menjauh dan diberhentikan secara tidak hormat dan harus melepaskan seragam yang dikenakan wanita itu sebagai pramugari.


.


.


.


.


.


.


Paris


Pesawat landing dengan Aman di landasan pacu bandar udara Charlis De Gaulle Paris.


Semua orang di bandara menunggu kedatangan Ellano karna berita sudah melebar sangat luas di media sosial karena Ellano Scott akan tiba di Paris,


Para bodyguard khusus Ell yang berada di Paris sudah memasuki kawasan Airport tersebut.


“Welcome to Paris Mr. Scott.”


Ell membalas dengan senyuman yang sangat tampan terus berjalan di iringi para bodyguard nya.


“Please Mr. Scott,”


Taylor sebagai Asisten & Bodyguard Ell membuka pintu mobil dan mempersilahkan untuk Bossnya segera masuk.


Menaiki Bugatti La Voiture Noire mobil termahal no.1 didunia coba saja hitung kekayaan yang dimiliki Ellano Scott.


Mereka menuju Hotel bintang 5 khusus untuk Ell dengan sistem keamanan yang super ketat.


Di sisi lain Anna masih berada didalam Pesawatnya.


.


.


.


.


.


Didalam Pesawat


Anna duduk relax menyilangkan kakinya, menutup matanya dengan glasses.


sekilas melihat sahabatnya itu sibuk dengan handphonenya


berbicara dengan cuek kearahnya,


“Apa kau sedang jatuh cinta,?”


“Hahaha kapan aku memakai perasaan kepada pria Anna.kau tau sendiri kan aku sering bercinta kepada banyak laki laki namun tidak pernah pakai perasaan”


“Lantas apa yang barusan kulihat, seolah olah kau menunggu seseorang”


“No Ms Stell itu hanya permainan yang kubuat tidak lebih dari itu”


“Well,Aku rasa kau kena permainan mu sendiri.”


Gia yang terdiam mendengar kan perkataan sahabatnya itu bertanya didalam hatinya apakah benar yang Anna bilang dia sedang falling in love ah tidak mungkin membayangkan saja sudah membuatnya terasa mual.


Flashback on


Alunan musik yang sangat keras terdengar dengan merdu bagi mereka yang pencari hiburan, sungguh sangat panas para wanita dan pria yang sedang bergoyang menikmati musik tersebut.


Ditengah itu seorang wanita menggunakan sexy dress menampakan lekuk tubuhnya yang goals, berjoget dengan pinggunglnya kedua tanganya keatas sembari mengakibaskan rambutnya yang panjang dan bergelombang. Membuat kaum adam yang melihatnya tidak bisa tahan ingin menerkamnya saat itu juga,


Pria dengan wajah yang tampan tubuh abs itu melihat wanita sexy yang sedang berjoget. memperhatikan tubuhnya setiap inci ingin rasanya menelanjangi wanita itu sekarang juga


menghampiri wanita itu dan ikut bergoyang bersamanya, memeluk wanita itu dari arah belakang,memegang paha yang sangat mulus itu,mensejajarkan kepemilikannya tepat pada bongkahan padat yang ada di bawah punggung wanita itu.


Wanita yang menikmati sentuhan tangan pria tersebut sontak membuatnya ingin terus bergoyang sambil menikmati sentuhan pria itu, kepemilikan pria yang dari luar dia rasakan sungguh sangat keras dan big.


“Siapa namamu baby,?”


Laki-laki itu berbicara tepat pada bawah telinganya dengan suara yang berat menanyakan nama wanita yang dia peluk sambil bermain dengan nakal di bongkahan itu.


Gia mendesah karna miliknya disentuh oleh laki- laki sexy tersebut, yang membuat dirinya dari awal suka dengan pelukan itu.


“I like you're name baby, panggil aku David sayang,”


“Kita lanjutkan diluar sayang,”


David membawa Gia keluar dari club masuk kedalam mobil miliknya bermerek Rolls-Royce itu.


David mencium Gia dengan sangat panas dibalas Gia dengan suara eranganya yang memenuhi mobil itu.


Dellon sang sopir mendengarkan suara senandung itu ikut terbawa suasana membuat apa yang ada di bawah miliknya mengeras ingin rasanya dia ikut serta, Namun keinginan itu pupus ketika Dellon baru teringat bahwa bossnya itu akan membunuh nya.


Dengan membawa wanita itu didalam mansion nya yang sangat luas dan luxury itu mereka melanjutkan kegiatan panas itu dikamar David


merobek dengan paksa dress yang dikenakan Gia, membuka seluruh penutup yang ada diatas dan di bawah,


“Kau sangat sexy sayang! Tubuhmu membuat miliku sangat keras,”


Gia menggeliat ketika miliknya dimainkan oleh David.


“Hmm David ahhh.”


Tubuh Gia makin menggeliat dan suara eranganya makin panas ketika pria itu terus saja bermain dibawah sana.


“Davidd ehmm baby!! aku mau keluar!


Akhirnya Gia melakukan pelepasan,


Gia yang masih terbaring melihat milik David yang begitu besar dan sangat keras membuat dirinya sudah tidak sabar. dengan wajah yang sendu menatap David memohon untuk segera bermain tentu saja membuat David begitu tidak tahan ingin segera menanamkan benihnya.


“Ah baby, wajahmu begitu menggoda sayang,”


Menindih Gia yang berada dibawahnya memasukan miliknya dengan sesekali goyangan maju dan mundur terasa sempit membuat milik David terasa susah untuk memasukinya.


Terus bergoyang dan memasukan semua miliknya didalam itu.


memaju mundurkan dengan ritme yang kuat dan semakin kuat membuat dua insan itu mengerang kenikmatan..


“Akhh ooh Gia milikmu sangat nikmat sayanghhh,”


Dengan goyangan yang cepat menghentakan Miliknya. David bermain di buah kesayangannya yang menjadi kesukaannya itu,menyesapnya dan mengigit gemash bergantian,melihat wajah Gia yang merem melek mendongak keatas dan melihat mulut yang terbuka.


“Milikmu juga ! oh David aku mau ke... sayanghh percepat baby,”


“Bersama baby ouhh.”


Saling berganti posisi entah sudah berapa kali mereka melakukan pelepasan itu tidak bisa terhitung.


.


.


.


.


Pagi


Terasa sesak dan berat Gia bernafas, membuka matanya perlahan dia melihat tangan kekar seorang pria memeluknya dari belakang. sontak membuat Gia teringat sudah berapa kali mereka bercinta malam itu,


Perlahan Gia geserkan tangan sang pria tersebut dan melihat kearah pria itu dengan tatapan yang tidak berkedip wajah yang sangat tampan dan tangan itu memeluknya dengan hangat rasanya ada yang berbeda ketika pria lain memeluknya,


Lamunanya tersadar ketika suara handponnya berdering, Gia bergegas mengambil dilihatnya panggilan masuk ternyata Ms. Steell. Anna bossnya itu menelfonya.


“Shitt.”Gia frustasi dan mengumpat karna terlambat menuju mansion Bossnya itu,


Tidak mengangkat telfon dari Anna, Gia langsung buru buru meninggalkan mansion David.


"Oh god. are you kidding?" Gia melihat dressnya yang sudah di koyak, bingung harus memakai apa, tidak ada cara lain Gia mengambil baju kemeja putih David yang tergantung dan memakainya


dengan sangat buru-buru Gia keluar dari mansion itu.


.


.


.


.


.


Visual


David Shaw



Taylor