Bara & Ruby

Bara & Ruby
#9.



Ruby lalu berendam air hangat untuk menenangkan pikirannya dari ke dua pria yang sangat aneh.


"ada apa dengan mereka berdua? kenapa mereka bersikap aneh seperti itu" batin Ruby.


2 jam Kemudian..


Ruby tak kunjung juga keluar dari kamar mandi.


Kepala Pelayan pun khawatir dengan Ruby, berkali kali pintu kamar mandi di ketuk memastikan.Ruby baik baik saja.


"Nona Muda, apa kau.baik baik saja? sudah 2 jam nona muda tak kunjung keluar" ujarnya dari depan kamar mandi.


"berisik... tinggalkan aku.sendiri.." teriak Ruby dari dalam.


Kepala Pelayan pun pergi meninggalkan kamar Ruby.


tak lama Bara pun kembali datang ke Rumah Ruby.


"selamat datang Tuan Muda Bara, ada yang bisa saya bantu?" sapa Kepala Pelayan menyambut.Bara.


"apa Ruby ada di rumah? ku.dengar dia tidak datang ke lokasi pemotretan hari ini" ujar.Bara.


"yak, betul Tuan Muda. Nona Muda Ruby sudah 2 jam berada di dalam kamar mandi tak kunjung keluar" jelas Kepala Pelayan.


"hah..! 2 jam kau bilang? kenapa tidak ada yang mendobraknya.. jika terjadi sesuatu padanya bagaimana?" ujar Bara khawatir lalu berlari ke kamar Ruby.


Bara pun mengetuk pintu.kamar mandi Ruby.


"tokk.. tookk.. tookkk..."


"Rubyy... apaa kau mendengar kuu.." ucap Bara dari depan pintu kamar mandi.


namun tak ada jawaban dari Ruby sedikit pun.


"Ruby... apaa kau baik baik sajaa.. jawab aku atau ku dobrak pintu ini.." ketusnya


dan Ruby pun tak menjawab lagi.


"gawat.. dia tak menjawab sama sekali..." batin Bara.


"pengawall.. apa kalian punya kunci cadangan kamar mandi ini?" tanya Bara.


"maaf Tuan Muda, tapi kunci kamar mandi Nona Muda.Ruby memang tidak di buatkan cadangannya" jelas Kepala Pelayan.


"siall..." batin Bara.


"baiklah, aku akan mendobrak pintu ini.. dan kau masuk ke dalam memeriksa apa Ruby baik baik saja.." jelas Bara.


dengan ke kuatannya di bantu oleh para pengawal mendobrak pintu kamar mandi dan akhirnya pintu berhasil di dobrak paksa.


Para pelayan dan Kepala Pelayan pun masuk memastikan Ruby baik baik saja, tapi ternyata tidak..


Ruby sudah tidak sadarkan diri di dalam Bathup.


"astagaa... Nonaa Mudaa..." teriak histeris Kepala Pelayan dari dalam kamar mandi.


"Nona.Ruby sudah tidak sadarkan diri... bagaimana ini Tuan Muda..." tanya Kepala Pelayan.


"kau handuki tubuhnya baru aku akan masuk kedalam untuk membawanya keluar" jelas Bara.


Kepala Pelayan pun mengikuti arahan Bara, di bantu oleh para pelayan lain mengeringkan tubuh Ruby lalu memakaikannya Kimono handuk.


lalu Kepala Pelayan pun memberikan isyarat pada Bara untuk membawa Ruby keluar dari kamar mandi.


Bara segera masuk ke dalam kamar mandi dan segera menggendong tubuh Ruby membawanya ke luar kamar mandi lalu membaringkannya di ranjang.


Bara segera menyelimuti tubuh Ruby agar tidak kedinginan.


"dasar.bocah keras kepalaa... kau ini sangat merepotkan ku sajaa.." gumam Bara menatap wajah Ruby.


"kau baru saja sembuh dari demam, sudah membuat ku khawatir lagi..." batin Bara.


Bara memandangi wajah Ruby saat sedang tertidur seperti itu.


"cuma anak ini yang bisa membuatku selalu ingin di repotkan olehnya.." batin Bara.


Kepala Pelayan pun menghampiri Bara.


"maaf Tuan Muda, apa anda butuh air hangat untuk mengompres tubuh Nona Ruby" tanya Kepala Pelayan.


"yakk.. boleh, siapkan saja.. nanti aku yang akan menjaganya" ucap Bara yang masih memandangi wajah Ruby.


Kepala Pelayan pun kembali membawakan air hangat untuk mengompres Ruby sesuai yang di minta oleh Bara.


"taruh saja.airnya di meja, lalu tinggalkan kami" ujar Bara.


"baik Tuan Muda" sahut Kepala Pelayan lalu pergi meninggalkan kamar Ruby.


Bara pun segera mengompres tubuh Ruby agar tidak demam lagi.


"untung aku kembali kesini untukmu.. jika tidak, ntah sudah seperti apa diri mu di dalam kamar mandi.." gumam Bara.


Bara lalu pun mengompres tubuh Ruby dengan penuh perhatian.


"kenapa anak ini bisa membuat ku seperti ini" batin Bara.


lalu tiba tiba Ruby pun mengigau memanggil nama Bara.


"Bara..." gumam Ruby.


"hah.. apa aku tak salah mendengar? dia memanggil nama ku?" batin Bara.


Bara pun tak menyangka Ruby mengigau memanggil namanya.


"aku disini Ruby.. aku akan selalu ada di samping mu.." batin Bara.


***