Bara & Ruby

Bara & Ruby
#8.



Sesampainya di Rumah Ruby.


"selamat datang Nona Muda" sambut para pelayan.


Lalu Kepala pelayan menghampiri Ruby, Kepala Pelayan tiba tiba mendekati Ruby dan berbisik.


"Nona Muda, ada yang menunggu anda di dalam" bisik Kepala Pelayan.


"siapa?" berbisik Ruby.


"Tuan Muda Rico" bisik Kepala Pelayan.


"Rico? ngapain dia disini.." batin Ruby.


lalu Ruby berjalan ke arah ruang Tamu.


"sedang apa kau disini?" ujar Ruby.


Rico pun menoleh ke arah suara Ruby.


"Ruby.." ujar Rico.


"ada perlu apa kau datang kesini?" tanya Ruby.


tak lama dari belakang Ruby muncul Bara yang ternyata belum pulang.


"ternyata ada kau juga?" ujar Rico menatap Bara.


Ruby menoleh ke belakangnya.


"ku kira kau sudah pulang.." ujar Ruby.


"seenaknya kau pergi begitu aja tanpa mengucapkan terimakasih?" gumam Bara.


"astagaa.. aku lupaaa..." ujar Ruby.


"apa kau di antar olehnya?" tanya Rico menatap Ruby.


baru saja Ruby ingin menjawabnya, tiba tiba Bara dari belakang Ruby merangkul pundaknya.


"yaakk.. Ruby pulang bersama ku.. apa kau keberatan" ujar Bara.


"lepaskan tancanmu Baraa..." Ruby menepis tangan Bara tapi tidak di ijin oleh Bara.


"heemm.. bagus lah jika Ruby pulang bersama mu.." jawab Rico ketus dengan ekspresi yang tidak enak.


Ruby yang melihat ketegangan di antara mereka berdua pun bingung.


"mereka ini kenapa? seperti sedang bersaing mendapatkan ku.." batin Ruby.


lalu Rico pun menarik tangan Ruby dari rangkulan Bara.


"ayoo cepat kita ada jadwal pemotretan.. aku tidak ingin terlambat hanya karna mu saja yaa.." ujar Rico.


"jangan paksa diaa..." ketus Bara.


"hentikaannn...! kalian ini kenapa hah!!!" bentak Ruby kesal.


"aku kesini menjemputmu untuk pemotretan hari ini.. apa kau lupaaa?" tanya Rico.


"sudahhh... kalian lebih baik pergi dari rumah kuuu... dan kau Rico, masalah pemotretan itu urusan ku terlambat atau tidak.. bukan tugasmu menjemputku.. dan kau Bara, kau ini bukan kekasih ku jadi jangn lahh menjagaku seperti itu . aku bisa menjaga diri ku sendiri.." jelas Ruby lalu meninggalkan mereka berdua.


"jadi kau ingin menggunakan cara curang untuk mendapatkannya?" ketus Bara.


"itu bukan urusan mu.." ujar Rico lalu pergi meninggalkan Bara.


**


"aisshhh.. mereka berdua kenapa sihhhh..." gumam Ruby.


tak lama ada yang mengetuk pintu kamar Ruby.


"tokk.. tokk.. tokk.."


"siapa?" ujar Ruby dari dalam kamar.


"maaf Nona Muda, ini saya" sahut Kepala Pelayan.


"masuklah.." sahut Ruby.


Kepala Pelayan pun masuk ke kamar Ruby.


"ada apa?" tanya Ruby.


"apa Nona Muda tak ingin bersiap untuk Pemotretan?" tanya Kepala Pelayan.


"tidak.. mood ku sudah hilang..* ucap Ruby.


"oh baiklah, jika perlu sesuatu panggil saja saya ya Nona.." ujar Kepala Pelayan lalu pergi meninggalkan kamar Ruby.


"huh.. sebaiknya aku memejamkan mata sebentar.. hari ini menguras mood ku.." gumam Ruby.


saat Ruby memejamkan matanya, terlintas dalam pikirannya wajah Bara si Arogan.


Ruby pun segera membuka mata dan beranjak bangun dari tidurnya lalu duduk sambil memukul kedua pipinya.


"come on Rubyyy.... kenapaa kau selalu memikirkan wajah Bara si Arogan itu..." gumam Ruby.


"sebaiknya aku berendam air hangat, agar pikiran ku tenang.." batin Ruby.


Ruby lalu memanggil Kepala Pelayan dan para Pelayan untuk menyiapkannya air hangat untuk berendam.


***