Bara & Ruby

Bara & Ruby
#12



Keesokan Harinya..


Bara benar benar menjemputnya untuk pergi ke kampus.


Kepala Pelayan pun mengetuk pintu kamar Ruby.


"tok.. tokk.. tok.."


"Nona Muda, ada yang sudah menunggumu di bawah* ujarnya dari depan pintu kamar Ruby.


"hah.. siapa?" sahut Ruby dari dalam kamar.


"Tuan Muda Bara" sahut Kepala Pelayan dari depan pintu.


"astagaa.. Bara.. kau ini benar benar yak" gumam Ruby.


"baiklah, aku akan segera turun" sahut Ruby.


lalu tak lama Ruby pun menuruni anak.tangga dan menemui Bara.


"pagi sayang.. apa kau sudah siap berangkat ke kampus?" ucap Bara dengan menggodanya.


"diam kau.. jangan panggil aku dengan sebutan sayang" ujar Ruby jengkel.


Bara hanya tersenyum mendengar ucapan Ruby.


Ruby pun berjalan ke ruang makan untuk sarapan terlebih dulu.


"Tuan Muda ingin makan apa?" tanya kepala pelayan.


"tak usah kau tawari dia" ketus Ruby.


Bara hanya tersenyum.


"tidak usah bibi, aku sudah sarapan di rumah" sahut Bara kepala kepala pelayan.


selesai Ruby menghabiskan sarapannya, Ruby lekas berjalan ke luar rumah.


"mau kemana kau?" tanya Bara.


"mau ke kampus, aku ingin memakai mobilku" sahut Ruby.


tanpa menjawab, Bara langsung menarik tangan Ruby.


"hey.. lepaskan" ujar Ruby sedikit memberontak


"aku kesini bukan ingin menemani mu sarapan yaa Nona kecil... aku kesini untuk menjemputmu... jadii jangan buat aku kesal dan ikut saja dengan ku" jelas Bara.


Bara lalu membawa Ruby ke hadapan Motornya.


"cepat naik.." ketus Bara.


"tidak mau.." ucap Ruby melawan.


"ku bilang cepat naik" tegas Bara lagi.


Ruby akhirnya menuruti apa kata Bara dan menaiki Motor Bara.


lalu Bara pun melajukan Motornya pergi.ke kampus.


**


sesampainya di Kampus..


Saat Motor Bara mulai berhenti, Ruby segera turun dari Motor Bara.


seperti biasa, mereka menjadi pusat perhatian para Mahasiswa yang melihat kedekatan mereka berdua.


"lihat apa kalian hah..." bentak Bara.


Mahasiswa yang memperhatikan mereka pun pergi karna bentakan Bara.


"lain kali kau tak perlu repot menjemputku* jelas Ruby saat menuruni motor Bara.


"aku tidak merasa si repotkan untuk kekasihku" ledek Bara.


"aishhh... terserah kau saja.." gumam Ruby.


saat Ruby ingin pergi meninggalkan Bara, Ruby melihat balutan perban di tangan Bara.


"apa kau mengkhawatirkan ku?" ujar Bara.


Ruby lalu memegang tangan Bara yang terbalut perban.


"apa ini luka bekas kemarin kaku menonjok tembok?" tanya Ruby sambil memegang tangan Bara.


Bara hanya mengangguk.


"ayo ikut dengan ku ke Ruang kesehatan, biar ku gantikan perbannya" ujar Ruby yang seketika berubah menjadi hangat.


Bara hanya bisa mengikuti apa kata Ruby, mereka pun pergi ke Ruang kesehatan.


saat di Ruang kesehatan, Ruby segera mengambil kotak peralatan kesehatan untuk menggantikan perban Bara.


"apa kau tidak mengganti perban ini?" tanya Ruby sambil mengobati luka di tangan Bara.


Bara hanya diam memperhatikan Ruby yang sedang mengobati lukanya dengan penuh kelembutan.


"hey, apa kau mendengarkan ku?" tanya Ruby membuyarkan lamunan Bara.


"iya, lebih baik tidak ku ganti perban ini agar kau saja yang menggantikannya.." sahut Bara.


mendengar itu Ruby lalu menekan luka yang ada di tangan Bara.


"argghh.. sakittt Ruby.." teriak Bara.


"makanya jangan merayuku terus" ujar Ruby.


Bara pun tersenyum.


"di balik cueknya sifatmu, ternyata kau memiliki ke lembutan yang tak semua orang tau" batin Bara memperhatikan Ruby.


"nah, lukanya sudah ku bersihkan dan perbannya sudah ku ganti.. nanti di rumah sepulang kuliah kau bisa menggantinya lagi.." jelas Ruby.


Bara hanya mengangguk mendengar ucapan Ruby.


"baiklah, aku harus segera ke kelas" ucap Ruby beranjak meninggalkan Bara.


Namun, tangan Ruby di tahan oleh Bara.


"tunggu dulu" ujar Bara.


"ada apa lagi?" tanya Ruby.


Bara pun berdiri lalu menggandeng tangan Ruby membawanya pergi ke aula..


"mau apa dia membawaku kesini?" batin Ruby.


Bara lalu mengambil.Mic yang ada di sana.


"perhatian semuanya.. bisa kalian kumpul sebentar disini.. aku ingin memberikan pengumuman baru..." ucap Bara menggunakan Mic.


"aishh.. mau verulah apa lagi dia ini" batin Ruby.


semua Mahasiswa pun berkumpul di hadapan Bara dan Ruby termasuk ke tiga temannya.


"ada apa si Bara?" tanya Deff.


"jangan berulah lagi kau" ujar Kavin.


"sstt.. kalian diam dulu" ucap Bara.


Rico hanya diam menatap Ruby.


"pengumuman pengumuman...! mulai sekarang Ruby adalah kekasih ku.. siapa yang berani menganggunya, dia akan berurusan dengan ku" jelas Bara menggunakan Mic.


"hah... apa diaa sudah gilaa? dia bilang aku ini kekasihnya di hadapan semua orang?" batin Ruby.


semua Mahasiswa pun bersorak ikut bahagia, tapi tidak dengan Rico.


wajahnya Rico berubah saat mendengar ucapan Bara.


Bara langsung merangkul pundak Ruby, memperlihatkan ke semua orang bahwa Ruby adalah miliknya.


***