Bara & Ruby

Bara & Ruby
#11



Siang Hari..


Ruby sedang berada di atap Kampus, tiba tiba Rico menghampirinya.


"boleh aku disini?" ujar Rico dari belakang Ruby.


Ruby menoleh ke arah suara itu.


"Rico.." batin Ruby.


"tentu saja.. tempat ini tempat umum bukan" sahut Ruby.


"sedang apa kau disini sendirian?" tanya Rico yang berjalan menghampiri Ruby.


"hanya berusaha menenangkan pikiran saja, kau sendiri kenapa kesini?" ujar Ruby.


"ini tempat ku menenangkan pikiran jika sedang kacau" ujar Rico.


"hemm begitu ya.." singkat Ruby.


lalu mereka berdua.pun sesaat hening tanpa bicara.


akhirnya Rico memecah ke heningan di antara mereka.


"ada hubungan apa kau dan Bara?" tanya Rico.


"hah.. hubungan? aku dan Bara? tidak adaaa..." sahut Ruby.


"benarkah?" Rico meyakinkan lagi.


Ruby mengangguk.


"aku dan Bara tak ada hubungan apa pun" sahut Ruby.


"kalau begitu masih ada kesempatan untukku?" tanya Rico.


"ehh.. maksudnya gimana?" tanya Ruby sedikit kaget.


"yakk.. berarti aku masih punya kesempatan mendapatkan hatimu" ujar Rico.


"hahaha.. kau ini pintar bercanda yaa" tawa Ruby.


lalu Rico menarik Tubuh Ruby dan menghadapkan tepat di hadapannya.


"aku serius soal itu" ujar Rico menatap Ruby.


"ehh.. apa dia serius?" batin Ruby.


tiba tiba Rico tertawa di hadapan Ruby.


"hahahaha... lucu sekali muka mu saat seperti itu" tawa Rico.


"kau ini yaaa... gak lucu tau gak.." kesal Ruby memukul Rico.


"aww.. sakit lohhh" ujar Rico.


"biarin..." kesal Ruby.


ternyata tanpa mereka tau, sedari tadi Bara memperhatikan mereka dengan penuh emosi.


"sudah yaa aku turun duluan.. jangan lama lama disini nanti kau sakit masuk angin" ujar Rico meninggalkan Ruby..


"yakk.. baiklah" sahut Ruby.


saat Rico pergi meninggalkan Ruby sendirian, tak lama Bara pun menghampiri Ruby.


"apa yang kau lakukan dengannya.." ujar Bara dengan tatapan sinis.


Ruby menoleh ke belang dan melihat Bara.


"Bara.." ujar Ruby.


Bara menatap Ruby dengan tatapam tajamnya.


"ada apa dengan mu? tatapanmu begitu menakutkan ku" ucap Ruby lalu berjalan melewati Bara untuk pergi dari sana.


tapi Bara menarik tangan Ruby lalu memojokannya di tembok.


"jawab aku.. apa yang kau lakukan dengannya.." bentak Bara dengan tatapannya yang begitu tajam.


"menyingkir dari ku...." ujar Ruby mendorong tubuh Bara.


namun itu malah membuat Bara semakin terlihat marah dan menonjokan tangannya ke tembok tepat di samping Ruby.


Ruby hanya bisa memejamkan matanya karna ketakutan melihat Bara yang tak pernah srmarah itu.


"menyingkirlaahhhh..." Ruby mendorong Bara lalu berlari menuruni anak tangga.


dengan cepat Bara pun menyusul Ruby berlari menuruni anak tangga hingga melompati bagian anak tangga hingga akhirnya tepat berada di depan Ruby.


"jangan bermain dengan ku Ruby..." ketus Bara sambil memojokan tubuh Ruby ke tembok.


"apaa yang kau mau? menyingkirlah dari ku..." ujar Ruby mendorong tubuh Bara.


tapi itu malah membuat Bara semakin marah lalu mencium bibir Ruby dengan paksa sampai sampai bagian lengan baju Ruby pun robek karna tenaga Bara.


Ruby yang tak bisa melawan kekuatan Bara dia hanya bisa menangis.


Ruby yang menangis lalu terjatuh duduk di depan Bara.


"maafkan aku Ruby.." ujar Bara yang berusaha berjongkok di hadapan Ruby.


"Plaakk..." Ruby menampar pipi Bara.


"dasar br*ngsek...! apa yang kau lakukan hah...!" bentak Ruby.


"aku hanya mencium bibirmu" sahut Bara sambil memegangi pipinya yang habis di tampar Ruby.


"kau merebut ciuman pertama ku.. dasar kurang ajaarrr..." ujar Ruby mendorong tubuh Bara hingga jatuh terduduk.


Bara pun tersenyum.


"kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Ruby.


"aku senang, karna berarti sekarang kau adalah milikku" ucap Bara.


"apa maksudmu?" ucap Ruby tak mengerti.


"dengan merebut ciuman pertama mu dengan begitu kau kini telah menjadi milikku dan tak ada yang boleh memilikimu.." jelas Bara.


lalu Bara membuka Jaket yang dia kenakan dan menutupi tubuh Ruby yang bajunya tak sengaja sobek olehnya.


"sekarang ayo ku antar pulang" ujar Bara berdiri di hadapan Ruby dan menjulurkan tangannya.


Ruby pun menepis tangan Bara.


"aku bisa pulang sendiri.." ketus Ruby sambil berdiri.


Bara hanya tersenyum melihat tingkah Ruby yang masih saja keras kepala.


Ruby pun pergi meninggalkan Bara dengan sambil.menutupi tubuhnya dengan Jaket yang di berikan Bara.


**


saat di depan Kampus..


Bara dengan Motornya berhenti di hadapan Ruby yang masih menunggu taxi.


"apa kau yakin tidak ingin ku antar?" tanya Bara meyakinkan Ruby.


Ruby menggeleng.


"nanti apa kata ibumu kau berangkat dengan ku pulang naik taxi? aku akan di nilai buruk.oleh keluargamu" jelas Bara.


"peduli setan dengan omongan ibu.." ketus Ruby.


"dasar gadis keras kepalaa..." gumam Bara.


tak lama Taxi pun datang, dan Ruby segera memasuki mobil Taxi.


Taxi itu pun segera pergi meninggalkan Kampus, namun dari belakang ternyata Bara pun mengikuti taxi itu sampai ke rumah Ruby.


sesampainya di Rumah Ruby, saat Ruby turun dari Taxi dan berjalan memasuki Rumah.


Bara terus memperhatikan Ruby sampai dengan selamat.


"sedang apa kau disini" tanya Ruby menoleh ke arah Bara.


"memastikan jika kekasihku sampai rumah dengan selamat" sahut Bara.


"apa kau bilang? kekasih? sudah gila rupanya kau" ujar Ruby.


"hahaha.. apa kau lupa?" ledek Bara.


"ssstttt... diam!! tak.usah di bahas" ujar Ruby.


"baiklah sayang, besok pagi aku jemput yaa.." ujar Bara sambil mengedipkan matanya pada Ruby lalu pergi meninggalkan Rumah Ruby.


"dasar cowo br*ngsek...!" batin Ruby kesal.


lalu Ruby memasuki Rumah dan berjalan ke kamarnya.


"selamat datang Nona Muda Ruby.." sambut para pelan.


Ruby hanya diam dan terus berjalan ke kamarnya.


sesampainya di kamar, Ruby pun menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang sambil menatap langit langit kamarnya.


dan terlintas di pikirannya saat Bara mencium bibirnya.


"aarrggghhh... dasar Baraa baj*ngan...! bisa bisanya kau merebut firs kiss ku" gumam Ruby sambil mengusap bibirnya.


namun tak lama Ruby memegang Jaket yang di berikan Bara, lalu memeluk Jaket itu.


"kenapa cuma kamu yang bisa membuatku seperti ini Bara?" batin Ruby sambil memeluk Jaket Bara.


"kau ini sangat menyebalkan, selalu bertingkah semaumu sajaaa... tapi kenapa aku selalu tak bisa menolakmu Bara..." batin Ruby sambil mencium aroma tubuh Bara dari Jaket yang di berikan.


"lalu sekarang kau bilang aku ini milikmu? semudah itu kah mendapatkan hatiku Bara? pria lain sangat sulit mendapatkan hati ku, tapi kau dengan mudahnya memiliki hatiku dan mencuri firs kiss dari ku" batin Ruby.


"kau memang berbeda Bara.." gumam Ruby lalu memeluk Jaket Bara dengan erat.


***