Bara & Ruby

Bara & Ruby
#20.



Keesokan harinya setelah kejaian di malam itu..


Bara pun selalu terbayang bayang ajah Ruby dan sedikit demi sedikit ingatan tentang masa lalunya mulai pulih.


"siapa gadis itu? Kenapa aku seakan mengenalnya" gumam Bara.


tak lama pelayan Bara pun membuyarkan lamunannya.


"maaf tuan muda, sudah saatnya makan siang untuk minum obat" ujar salah satu pelayan.


"hah, minum obat? Aku sudah sehat tak harus minum obat" sahut Bara.


"maaf tuan muda, tapi nona Willy yang berpesan pada ku" jelas pelayan tersebut.


"apa? Willy yang meminta mu? Tidak aku tidak ingin meminum obat itu, badan ku sudah membaik.. Sebaiknya kau bawakan makan siangnya ke kamar ku saja" ujar Bara.


"baik tuan muda" sahut pelayan lalu pergi meninggalkan Bara untuk mengambil maan siangnya.


Tak lama pelayan pun datang membawakan makan siang untuk Bara.


"silahkan tuan muda" memberikan makan siangnya.


"terimakasih, kau bisa tinggalkan kamarku" ujar Bara pada pelayan tersebut.


Saat Bara sedang menyantap makan siangnya, terlintas di pikirannya untuk menelpon Ruby.


"apa aku sebaiknya menelpon gadis itu dan memintanya untuk datang kesini?" gumam Bara.


Tanpa berpikir panjang lagi, Bara segera mengambil ponselnya dan mencari nama Ruby di dalam ponselnya.


"Ruby... Ruby.. Mana namanya? Kenapa tak ada di ponselku?" batinnya.


"sialll... Kontaknya tidak ada di ponselku" grutu Bara.


Bara langsung memanggil orang kepercayaannya untuk menemuinya di kamar.


"maaf tuan muda, apa tuan memanggil saya?" tanya ajudannya sebelum memasuki kamar Bara.


"yakk.. Masuklah, ada tugas untukmu" ujar Bara dari dalam kamar.


Ajudan Bara pun memasuki kamarnya, "ada tugas apa yang bisa saya lakukan tuan?" tanya ajudannya.


"cari tau tentang rumah modeling yang bernama Ruby sekarang juga" pinta Bara.


"baik tuan, segera saya lacak" sahut ajudan tersebut.


Setelah mendapatkan tugas dari Bara, ajudannya segera mencari alamat Ruby.


"permisi tuan, saya sudah menemukan alamat nona Ruby seperti yang tuan minta" ujar ajudannya.


"baiklah, antarkan ku kesana" sahut Bara.


"baik tuan muda"


Lalu Bara dan ajudannya pun pergi ke tempat Ruby, namun sebelumBaara pergi dia memberikan pesan pada pelayan rumahnya.


"jika Willy datang mencariku, katakan padanya aku sedang ada urusan di luar... Mengerti?" jelas Bara.


"baik tuan muda" sahut para pelayan.


Bara pun pergi menuju kediaman Ruby di temani oleh ajudannya.


**


Sesampainya di kediaman Ruby


"kita sudah sampai tuan" ujar ajudannya.


"baiklah, kau tunggu sini.. Jika terjadi sesuatu aku akan mengabarimu" jelas Bara lalu keluar dari dalam mobilnya.


Bara pun berjalan memasuki Rumah Ruby, saat memasuki Rumah Ruby tentu saja Bara pun di sambut oleh para pengawal dan pelayan rumah Ruby.


"selamat datang tuan muda Bara... Ada yang bisa saa bantu?" sambut kepala pelayan rumah Ruby.


"hah... Apa kau mengenalku?" tanya Bara kebingungan.


"aahhh... Tuan muda apa sedang bercanda? Bagaimana aku tak kenal dengan tuan muda, tuan muda pun selalu datang ke sini untuk menemui nona Ruby" jelas kepala pelayan yang tidak tau jika Bara sedang mengalami amnesia.


"sedekat itukah aku dengan gadis ini?" batin Bara.


"maaf tuan muda, apa tuan muda mencari nona Ruby?" tanya kepala pelayan yang membuyarkan lamunan Bara.


"eh.. I..iyaa, apa Ruby ada?" tanya Bara.


"ada tuan, nona muda sedang bersantai di area kolam renang... mari tuan muda ku antar" ujar kepala pelayan sambil mengarahkan jalan.


"permisi nona muda, ada seseorang yang mencari nona" ujar kepala pelayan.


"siapa? Suruh kesini saja" ujar Ruby yang masih asik memejamkan matanya menikmati kesunyian.


"apa aku mengganggumu?" ujar Bara.


Sontak Ruby pun kaget karna mengenal suara tersebut dan segera membuka matanya lalu melihat ke arah belakang.


"Bara?" ujarnya yang sangat terkejut melihat Bara.


"tinggalkan kami" pinta Ruby pada kepala pelayan.


Kepala pelayan pun pergi meninggalkan Ruby dan Bara hanya berdua saja sesuai permintaan Ruby.


"apa yang kau lakukan disini?" tanya Ruby.


"semenjak malam itu, aku selalu terbayang bayang tentang mu.. Aku yakin kau tau sesuatu yang terlupakan olehku" tanya Bara.


"hemm.. Bagaimana aku harus memulai memberitaumu ya? Aku pun tak tau dari mana harus ku mulai menjelaskannya" ujar Ruby.


"ku mohon katakan semua yang ka tau? Kau ini siapa?" ucap Bara.


Ruby pun menatap Bara dengan penuh rasa senang dan sedih yang berbarengan.


"ada apa?" tanya Bara yang melihat mata Ruby yang sedikit berkaca kaca.


Tanpa bicara apa pun, Ruby langsung memeluk Bara.


"aku merindukanmu.. Sungguh aku rindu Bara yang dulu selalu menjagaku... Aku menyesal telah meninggalkanmu saat itu.. Jika saja aku tak egois, mungkin kini kau tetap disampingku" jelas Ruby dalam pelukan Bara.


"hah... Apa? Aku sungguh tak mengerti yang kau bicarakan?" ucap Bara.


Lalu Ruby melepas pelukannya, dan menatap mata Bara dalam dalam..


"lihat aku, lihat mataku.. dan rasakan apa yang terjadi" ujar Ruby sambil memegang kedua pipi Bara.


Kedua pasang mata Bara dan Ruby pun saling bertemu hingga sedikit demi sedikit ingatan Bara pun kembali.


Namun semakin Bara memaksakan ingatan itu, kepalanya pun semakin terasa sakit.


"aarrgghhh... Kepalaku" teriak Bara sambil memegang kepalanya.


"Baraaa... Apa kau baik baik saja? Jika kau tak sanggup jangan paksakan ingatanmu.. Aku pun tak masalah kau melupakanku, asalkan aku bisa melihatmu nahagia itu sudah cukup" jelas Ruby yang sambil membantu Bara..


bayangan di masa lalu tentang Ruby pun mulai berangsur kembali.


"Ruby..." lirih suara Bara memanggil Ruby.


"i..iya Bara" sahut Ruby.


Bara pun beranjak bangun dari duduknya lalu menatap Ruby dengan tatapan mata yang hangat.


"a..ada apa kau menatapku seperti itu?" tanya Ruby gugup dengan tatapan Bara yang seperti dulu.


Bara pun memeluk Ruby dengan erat.


"Baraaa.... Ada apa? Kau membuatku sesak" ujar Ruby.


"yaakkk... Aku mengingat semuanya... Ruby.. Aku mencintaimu" bisik Bara yang masih memeluk Ruby.


"hah... Ti..tidak mungkin... Apa kau sedang bercanda?" gumam Ruby yang sedikit tak percaya.


Bara pun melepaskan pelukannya lalu memegang kedua pipi Ruby dengan tatapan mata yang serius.


"apa aku terlihat main main? Aku telah mendapatkan ingatanku yang hilang.. Yak wanita yang ku cintai hanya kau, dan hanya kau yang bisa mengendalikan emosiku Ruby" jelas Bara.


"la..lalu bagaimana dengan Willy?" tanya Ruby.


"kau jangan pikirkan dia, biar Willy akan menjadi urusanku" ujar Bara.


Ruby hanya mengangguk menuruti ucapan Bara, di antara senang dan bingung dengan kondisi saat itu.


"hey, kenapa kau terlihat sedih? Apa kau tak senang jika aku telah mengingatmu?" tanya Bara yang melihat Ruby seperti sedih.


ruby menggeleng. "bukan aku tidak senang, sungguh aku senang kau kembali mengingat tentang diriku.. Tapi aku mengkhawatirkan yang akan terjadi setelah ini" jelas Ruby.


"Ruby, lihat aku.. Kau tak perlu khawatir, semua bisa kita lalui bersama sama yakinlah itu" ujar Bara sambil memegang kedua pipi Ruby untuk meyakinkannya.


Ruby pun mengangguk lalu memeluk Bara.


"semoga saja setelah ini tak ada lagi yang memisahkan kau dan aku" batin Ruby.


***