
Saat jam pulang Kuliah..
Ruby yang berjalan menuju Mobilnya tiba-tiba di hadang oleh Bara.
"haii.. cantik, sepertinya kita belum sempat berkenalan" rayu Bara.
Ruby hanya diam lalu melewati Bara begitu saja.
tapi itu tidak membuat Bara menyerah, Bara pun menghadang Ruby lagi.
"hey, aku ini bicara padamu loh cantik.." ujar Bara.
"bisa menyingkir dari hadapan ku tidak.." ketus Ruby.
"wow.. cantik-cantik galak juga ya. semakin tertarik aku jadinya.." goda Bara.
"menyingkirlah..!" bentak Ruby.
lalu Bara mengulurkan tangannya.
"aku Bara teman sebangkumu.." memperkenalkan dirinya.
Namun Ruby hanya diam dan berlalu meninggalkan Bara.
"baiklah.. tak masalah.. tapi aku akan mendapatkanmu.." teriak Bara.
"perduli setan..." batin Ruby.
**
Setelah Ruby sampai di Rumah.
Semua pelayan Rumah menyambutnya.
"selamat datang Nona Muda" ujar para pelayan.
Ruby hanya diam lalu berjalan menuju kamarnya.
setelah berada di kamar, Ruby lekas menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.
tak lama Ibunya masuk ke kamar Ruby dan menghampirinya.
"sayang, apa kau lupa hari ini ada jadwal pemotretan majalah Viciont?" ujar Ibunya.
"yaa ampun akuu lupaaa.." segera beranjak dari ranjangnya lalu bersiap.
"baiklah, mommy tunggu di bawah yaa.." ujar Ibunya.
"yakk.." sahut Ruby dari dalam kamar mandi.
selesai bersiap Ruby segera bergegas turun ke bawah lalu menemui Ibunya.
"sebaiknya kau di antar supir saja hari ini, agar pulangnya tidak terlalu capek.." usul Ibunya.
"aahh.. tapi mom.." protes Ruby.
"tidak ada tapi tapi..." ucap Ibunya.
Ruby dengan terpaksa pun mengikuti perkataan Ibunya, lalu di antar oleh supir ke tempat pemotretan.
**
Sesampainya di lokasi Pemotretan..
"Ruby... ya ampun kemana saja kau baru sampai?" tanya asisten Ruby ya itu Mora.
"maaf aku lupa soal pemotretan hari ini" sahut Ruby.
"ya sudah, ayo cepat ganti bajumu.. team make up stand by..." atur Mora.
Ruby segera berganti baju lalu segera di make up oleh team make up.
Segera Ruby mulai Pemotretan itu, Namun tiba-tiba Photografer memberi tahu Ruby jika akan ada Partner untuk berfoto bersamanya di sesi Pemotretan ini.
"Ruby, maaf aku baru memberitaumu jika pemotretan kali ini kau akan di dampingi oleh Model Pria" ujar Photografer.
"hah.. apaa? kenapa kau tak berdiskusi denganku lebih dulu.." ujar Ruby.
"maaf, karna ini permintaan dari Klein kita yang mendadak.." jelas Photografer.
"lalu siapa pria yang akan menjadi Partner ku?" tanya Ruby.
"sebentar lagi dia akan datang, dia bilang agak terlambat.."
"huh.. baiklah.." Ruby menghela nafas.
Tak lama Model Pria yang akan menjadi Partner Ruby pun datang.
"maaf aku terlambat..." ujar Model Pria itu.
Ruby pun seperti tak.asing mendengar suara tersrbut, lalu menoleh ke arah suara tersebut.
"kauuu...." ujar Ruby saat melihat partnernya adalah Rico teman sekelasnya.
"Ruby.." ujar Rico.
"wahh.. kalian sudah saling kenal rupanya, bagus kalau begitu tak perlu membangun kemestri lagi.." ujar Photografer.
"siall.. kenapa harus satu kerjaan dengan pria ini.." batin Ruby.
"bagus.. dengan ini aku bisa lebih mudah mendekati Ruby lebih dulu dari Bara.." batin Rico.
"baiklah.. ayoo semuanya bersiap..." ujar Photografer.
Pemotretan Pertama..
"yaakkk.. bagus seperti itu..." ujar Photografer.
Selanjutnya, foto ke dua..
"yaakkk... aku sukaa... kalian memanv Model terbaik.." ujar Photografer dengan semangat.
"kalian memang pasangan yang cocok.." ujar Photografer.
"baiklah.. untuk hari ini selesai.. terimakasih untuk kerjasamanya..." ujar Photografer.
lalu Ruby segera pergi ke ruang ganti untuk mengganti bajunya.
selesai berganti baju Ruby pun lekas pergi menunggu supirnya menjemput lagi.
"Ruby kau buru-buru banget mau kemana?" tanya Mora.
"aku ingin cepat pulang untuk beristirahat.. sungguh hari ini melelahkan.." gumam Ruby.
tak lama Rico menghampiri Ruby.
"mau pulang bareng?" ajak Rico.
Ruby menatap Rico dengan tatapan dingin.
"tidak perlu, supirku akan datang menjemput" sahut Ruby cuek.
"baiklah.." lalu berjalan meninggalkan Ruby.
tak lama Ponsel Ruby berbunyi.
"hallo Nona Muda, maaf saya gak bisa jemput.. ini mobilnya mogok di jalan.. ini saya sedang di bengkel.. maaf ya Nona.." ujar Supir dari balik Telpon.
"hah... apaa kau bilangggg..." bentak Ruby kesal.
"maafkan saya Nona... saya pun tidak tau jika akan terjadi seperti ini.." jelas Supir.
"ah sudahlah..." bentak Ruby lalu mematikan telponnya.
Mora yang mendengar Ruby marah-marah pun segera menghampirinya.
"ada apa sih? kok emosi gitu?" tanya Mora.
"aku kesal... supir ku gak bisa jemput.." gumam Ruby.
"loh kenapa?" tanya Mora.
"mobilnya tiba-tiba mogok.. jadi dia segera membawa ke bengkel.." jelas Ruby.
Rico yang mendengar itu pun segera menghampiri Ruby lagi.
"jadi, bagaimana? apa mau pulang bersama ku?" tanya Rico.
Mora yang mendengar itu segera melirik Ruby seakan memberi isyarat jika terima saja tawaran dari Rico.
"baiklah.. kali ini takdir berpihak padamu.." ketus Ruby.
Mora.pun senang mendengar jawaban Ruby yang menerima ajakan Rico.
**
Rico dan Ruby pun jalan pulang bersama..
di dalam perjalanan Ruby hanya diam.tanpa bicara sedikit pun..
"hemm.. ternyata kau Model juga yaa.. oh iya, senang bisa bekerjasama denganmu.." ujar Rico membuyarkan keheningan di antara mereka.
""ya.." jawab singkat Ruby.
"ah iya, bagaimana kalau kita makan malam dulu? kau juga belum makan malam.bukan?" ajak Rico.
"aku tidak lapar.." jawabnya cuek.
tapi tiba-tiba perut Ruby pun berbunyi tanda dia pun sedang lapar.
"hemm.. sepertinya ada yang demo di dalam perutmu" ledek Rico.
"baiklah, kita makan dulu.." ujar Ruby.
mendengar jawaban Ruby, Rico pun hanya tersenyum.
**
Mereka pun makan malam bersama sebelum Rico mengantar Ruby pulang.
saat sedang makan, Rico sempat curi curi memandang Ruby.
"apa yang kau lihat..." ujar Ruby.
"tidak.." jawab Rico.
"jangan kau pikir dengan makan bersama ku ini adalah kencan yakk.." ketus Ruby.
"baiklah Nona Manis.. tapi jika media tau soal ini aku tak tanggung jawab.." ujar Rico lalu tersenyum.
***