Bara & Ruby

Bara & Ruby
#10



Pagi hari..


Ruby membuka matanya dan melihat di sampingnya ada Bara yang masih tertidur tepat di samping ranjang.


"Bara.." batin Ruby saat melihat Bara.


perlahan Ruby bangun agar tidak membangunkan Bara.


"apa semalaman dia menemani ku disini?" batin Ruby memperhatikan wajah Bara.


tak lama Bara pun terbangun, dan mata mereka saling beradu tatap.


dengan cepat Ruby memalingkan pandangannya.


"apa kau sudah bangun?" tanya Bara sambil beranjak bangun


lalu tiba tiba Bara memegang kening Ruby.


"sepertinya demamnya sudah turun" ujar Bara.


"lepaskan tanganmu.. aku baik baik sajaaa" ketus Ruby.


"dasar bodoh.. kau ini semalam demam dan sekarang kau bilang baik baik saja..." bentak Bara.


"peduli apa kau dengan ku?" tanya Ruby.


"cihhh... dasar keras kepala.. masih untung semalam aku datang kembali.. jika tidak mungkin kau sudah mati.." ketus Bara.


"apa yang dia katakan benar? tapi memang seingat ku semalam aku sedang berendam, kenapa aku sudah di ranjang dengan berpakaian? apa jangan jangan...." batin Ruby sambil menarik selimut dan menutupi tubuhnya.


"ada apa dengan mu? kenapa pandanganmu begitu?" tanya Bara.


"apa yang telah kau lakukan? apa kau melihat tubuhku?" tanya Ruby.


"haha.. dasar gadis bodohhh... pelayan mu yang memakaikan mu baju, kau pikir aku yang melakukan itu" ujar Bara sambil tertawa.


"benarkah?" tanya Ruby ragu.


lalu Bara pun beranjak meninggalkan kamar Ruby.


"hey mau kemana kau? jawab dulu..." teriak Ruby saat melihat Bara beranjak meninggalkan kamarnya.


Bara hanya melambaikan tangannya dan terus berjalan.


"kenapa sikap Bara selalu tak bisa di tebak.." gumam Ruby.


setelah itu Ruby pun bersiap untuk pergi ke kampus.


**


saat Ruby turun ke bawah untuk sarapan, dia melihat Bara masih disini.


"sedang apa kau masih disini?" ujar Ruby.


"menunggumu.." singkat Bara.


"menungguku? untuk apa?" tanya Ruby yang tak mengerti.


lalu Bara tanpa menjawab langsung menggandeng tangan Ruby.


"hey.. tunggu.. lepaskaan..." berontak Ruby.


"diam.." ujar Bara.


"mau apa sih dia ini" batin Ruby.


lalu Bara langsung memakaikan helm di kepala Ruby.


"mengantarmu ke kampus" ujar Bara.


"tapi aku belum sarapan" ucap Ruby.


"diam.. pelayan sudah menyiapkan bekal untukmu" ujar Bara.


"hah.. kapan aku minta buatkan bekal?" gumam Ruby.


"tunggu apa lagi? ayo cepat naik" ujar Bara.


"ehh.. i.. iya" Ruby pun menaiki motor Bara.


"apa kau tidak ingin berpegangan pada ku?" tanya Bara sebelum jalan.


"tidak.." ketus Ruby.


"baiklah" ucap Bara lalu menancap gas lalu mengerem hingga membuat Ruby refleks memeluk Bara.


"jangan main main kau yaa" ketus Ruby memukul pundak Bara.


"sudah ku bilang makanya berpegangan dengan ku" ujar Bara.


dengan terpaksa Ruby pun memeluk pinggul Bara untuk berpegangan.


Bara lalu memegang tangan Ruby yang sedang memeluk pinggulnya.


"pegangan yang benar agar tidak jatuh" ujar Bara lembut.


"ada apa dengannya? tak biasanya dia berlaku selembut ini" batin Ruby.


**


sesampainya di Kampus..


Ruby dan Bara pun menjadi pusat perhatian para Mahasiswa yang melihat merema datang bersamaan.


"ehh.. lihat tu, Ruby dan Bara datang bersamaan.. jangan jangan mereka ada hubungan spesial" bisik salah satu Mahasiswa yang membicarakan mereka berdua.


Bara yang melihat itu, langsung membentak mereka.


"lihat apa kalian! pergiii...!" bentak Bara.


Mahasiswa yang melihat mereka pun pergi mendengar Bara membentak mereka semua.


lalu ke tiga teman Bara menghampirinya.


"wihh.. kalian sudah datang bareng aja.." ledek Deff.


"diam kau.." ketus Bara.


Rico hanya memperhatikan Ruby dengan tatapan aneh.


"ada apa dengan Rico?" batin Ruby saat dia di perhatikan Rico.


"apa yang telah terjadi pada kalian? kenapa kalian bisa datang bareng?" tanya Kavin.


"apa jangan jangan... kaliaann...." Deff melirik Bara menggodanya.


"jangan mikir yang aneh aneh yaa kalian.. aku dan Bara tidak.ada hubungan apa apa" ketus Ruby lalu pergi meninggalkan mereka.


"kalian dengar kan.." ucap Bara lalu pergi.


"huh.. mereka memang pasangan yang serasi.." gumam Deff


***