
Keesokan Hari saat di Kampus..
Ruby pergi ke kampus di antar oleh Supir karna Mobilnya sedang di bengkel.
saat memasuki Halaman Kampus, Ruby melihat ada kerumunan Mahasiswa yang sedang berkerumun.
"ada apa yaa?" gumam Ruby.
lalu Ruby menanyakan pada salah satu anak.Kampus.
"ada apa sih? kok rame rame?" tanya Ruby.
"Bara dan anggota F4 sedang menghukum orang yang sudah menyalah gunakan kartu.merah kemarin padamu.." jelas salah satu Mahasiswi.
"hah.. jadi Bara.benar benar bukan dia yang memberikan kartu merah itu padaku.." batin Ruby.
Ruby pun berjalan ke arah ke ramaian itu untuk melihat siapa orangnya.
saat Ruby melihat siapa yang sedang di beri hukuman oleh anggota F4, betapa kaget dan tak menyangka.
"diaa kan.. yang kemarin ku bela di depan anak F4.." batin Ruby.
saat Ruby melihat pria itu yang sedang di kerjai oleh Anggota F4 langsung, dia sungguh tak menyangka Pria itu yang membuatnya sengsara kemarin.
"HENTIKAANNN....!" bentak.Ruby.
Bara dan yang lain menoleh ke arah Ruby.
"ada apa?" tanya Bara.
Ruby berjalan ke arah Pria itu yang sudah babak belur di buat F4.
semua mata memperhatikan Ruby yang berjalan ke arah Pria itu.
tak di sangka, Ruby langsung menendang tubuh Pria itu yang sedang berlutut di hadapannya memohon pertolongan.
"cihhh... dasar penjilat.." ujar Ruby ketus.
Bara kaget melihat tindakan Ruby yang begitu kasar.
"heemm... boleh juga.." batin Bara.
Ruby berlutut di hadapan Pria itu lalu mencengkram dagunya.
"apa yang kau mau hah? dasar tak tau berterimakasih..! anjing saja ku tolong masih punya rasa berterimakasih.. tapi kau malah balik melawanku..! ketus Ruby.
Ruby laly menampar pipi Pria itu, lalu menjambak rambutnya.
"jangan coba coba bermain dengan ku.. karna aku akan lebih kejam dari anggota F4.. mengerti?" bisik Ruby.
Ruby lekas berdiri lalu membersihkan tangannya dan pergi dari sana.
Bara dan yang lain pun tak menyangka melihat Ruby bisa lebih menakutkan dari parasnya yang sangat mempesona.
"sepertinya aku makin tertarik padanya" batin Bara.
**
setelah kejadian pagi itu, Ruby jadi di segani di Kampus oleh Mahasiswa lain sama seperti anggota F4.
setiap Ruby berjalan banyak yang menundukan kepala di hadapannya.
"ada apa dengan mereka..?" batin Ruby.
lalu Ruby berhadapan dengan anggota F4.
"aku tak akan tinggal diam saja jika ada hama sepertinya.." ketus Ruby.
lalu Ruby pun pergi begitu saja melewati Bara dan ketiga temannya.
"gadis itu bukan sembarang gadis biasa.." ucap Deff.
"dia memang dapat menarik perhatian seorang Bara.." sambung Kavin.
"diam kalian.." ketus Bara.
"tapi kau tak lupa dengan taruhan kita bukan?" tanya Rico.
"tentu saja.. dia akan ku dapatkan.. kau lihat saja siapa yang akan memenangkan dia.." ujar Bara sombong.
"apa kau yakin itu?" tanya Rico.
"Bara tak akan mungkin kalah.. apa yang ku ingin kan akan ku dapatkan.." ujar Bara.
"hahahaha... menarik sekaliii.. pertaruhan ini.." ucap Deff.
mereka pun melanjutkan jalannya mereka.
**
Pulang Kuliah..
Ruby yang sedang menunggu supirnya untuk menjemputnya.
tiba tiba ada Motor berhenti di hadapannya lalu membuka Helm yang di kenakan.
"Bara?" batin Ruby.
"sedang apa kau se dirian disini?" tanya Bara.
"menunggu supirku.." sahut Ruby.
"cepat naik, akan ku antar kau pulang" ujar.Bara.
"ehh.. tidak usah.. nanti aku juga di jemput.." tolak Ruby.
"aku tak suka penolakan, cepat naik.." paksa Bara.
"tapi.."
"naikk ku bilang..." paksa Bara
Ruby pun akhirnya menuruti perkataan Bara dan naik ke atas Motor Bara.
"apa kau yakin tak ingin pegangan dengan ku?" ujar.Bara sebelum jalan.
"tidak.." ketus Ruby.
"baiklah.." ujar.Bara lalu menyalahkan Gas Motornya yang membuat tubuh Ruby pun jatuh memeluk Bara.
"sudah ku bilang bukan.. kau tak mau dengar" ujar Bara.
"iyaaa... baiklahhh..." ujar Ruby kesal.
Ruby pun memeluk tubuh Bara dari belakang untuk berpegangan.
Bara hanya tersenyum saat tangan Ruby memeluk pinggangnya.
***