Bara & Ruby

Bara & Ruby
#3.F4 Kembali



Sesampainya di Rumah Ruby..


"terimakasih sudah mengantarkan ku pulang dan buat makan malam ini juga makasih.." ujar Ruby lalu keluar dari dalam mobil Rico.


"yaa.. sama-sama.. senang bisa bekerja sama denganmu.." sahut Rico.


"baiklah, aku pulang dulu yaa.. sampai jumpa besok di kampus nona muda.." ledek Rico.


"berisik kau.. pergi sana cepat.." ketus Ruby lalu meninggalkan Rico segera masuk ke dalam Rumah.


Rico hanya tersenyum melihat kelakuan Ruby.


**


Keesokan paginya..


saat Mobil Sport Ruby memasuki halaman Kampus, lalu di barengi oleh Ke tiga Mobil Sport dan satu Motor Sport di belakang Ruby.


Ruby pun keluar dari dalam Mobilnya dan berjalan memasuki halaman Kampus.


dan ke empat Pria mempesona itu pun keluar dari mobil mereka dan ada yang turun dari motornya lalu berjalan di belakang Ruby seakan mengawalnya.


semua gadis disana pun memperhatikan Ruby dan berteriak histeris saat melihat ke empat Pangeran itu.


Ruby lalu menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


"apa yang kalian lakukan?" tanya Ruby.


"mengawal Nona Muda" sahut Rico nakal.


Bara yang mendengar itu pun tersenyum tipis.


"aku tak perlu penjagaan dari kalian.." ketus Ruby.


saat Ruby berjalan meninggalkan mereka berempat, tiba-tiba ada seorang Pria dari atas tak sengaja menjatuhkan air minum ke bawah.


dengan cepat Bara yang melihat itu pun segera bergerak menarik tangan Ruby hingga tubuh Ruby jatuh dalam pelukan Bara dan tubuh Bara pun basah terkena tumpahan air dari atas.


"a.. apaa.. yang kau lakukan.." ujar Ruby.


"sudah ku bilang bukan, kami akan menjagamu.." ujar Bara menatap Ruby.


"tapi kau jadi basah gini..." ujar Ruby.


"tak masalah.. asalkan kau baik baik saja" ujar Bara.


Rico, Deff dan Kavin menatap ke arah atas di mana tepat air itu jatuh membasahi tubuh Bara.


dari atas seorang Pria pun merasa ketakutan melihat mereka bertiga yang sedang menatap ke arahnya.


"ma.. maafkan aku.. sungguh aku tak sengaja melakukan itu..." ujar pria itu dari atas.


Ruby melihat ke arah atas ke sumber suara.


"kau tidak salah, tak oerlu minta maaf.." ujar Ruby.


Bara lalu menoleh ke atas dan menatap sinis Pria itu.


"kau lihat saja apa yang akan terjadi.." batin Bara.


Ruby lalu memberikan Blazer yang dia kenakan ke tubuh Bara.


"gunakan ini, jika tidak kau akan masuk angin" ujar Ruby singkat.


"lalu bagaimana denganmu?" tanya Bara karna melihat baju yang di gunakan Ruby tipis saat dia memberikan Blazernya.


tak lama Rico memberikan Jaket yang dia kenakan pada Ruby dengan menutup tubuh Ruby dari belakang.


"pakai saja dulu milikku.." bisik Rico dari belakang memakaikan jaket di pundak Ruby.


Setelah itu Ruby lalu berjalan meninggalkan mereka.


"hemm.. kalian memang paling bisa ya merayu wanita secara bersamaan.." ujar Deff.


"akan ku beri pelajar pria yang berani melukai Ruby.." ujar Bara kesal dengan mengepalkan tangannya.


Kavin hanya diam melihat Bara yang tak pernah semarah itu.


**


saat Jam pulang..


Pria yang tadi pagi tak sengaja menumpahkan air, dia membuka lokernya dan tiba-tiba dia melihat Kertas Merah yang telah lama tak terlihat.



Kini Kertas Merah itu pun muncul kembali dan di tunjukan tepat untuknya.


semua mahasiswa yang ada di sekitarnya pun menatap ke arahnya dengan tatapan aneh.


"kau pikir aku akan takut dengan ini... tentu tidakkk.." teriaknya seakan menantang F4.


Pria itu lalu pergi menemui anggota F4.



Pria itu pun berdiri di Hadapan anggota F4 yang sedang duduk dengan santai.


lalu Pria itu melempar hasil sobekan Kartu Merah tepat di hadapan Bara.


"kau pikir aku akan takut dengan ini? tidakkk..." bentak pria itu.


"sepertinya ada yang membangkang.." ujar Bara.


lalu Bara menepukkan tangan 3x dan datang 3 brandal suruhan Bara.


"habisi dia.." ujar Bara dengan santai.


mendengar perintah dari Bara, ke 3 brandal itu pun segera menghajar Pria itu.


semua Mahasiswa yang memperhatikan pertunjukan itu pun berteriak histeris melihat kekuasaan F4 kembali.


saat Pria itu hampir babak belur karna habis di pukuli oleh 3 orang.


tiba tiba dari jauh ada suara yang menghentikan mereka.


"HENTIKAAANNN...!!!!" bentaknya.


ke tiga brandal itu seketika bwrhenti, Bara pun bingung siapa yang berani menghentikannya.


dari kerumunan mahasiswa, keluarlah Ruby yang berjalan ke arah mereka.


"Ruby.." batin Bara.


"hentikaannn ku bilang..." bentak Ruby.


"apa yang kau lakukan? kau membela pria ini?" tanya Bara.


"yang harusnya bertanya itu aku.. apa yang kalian lakukan? menghakimi orang dengan kekerasan? pengecut...!" bentak Ruby.


"kau lupa? pria ini hampir mempermalukan mu dengan menumpahkan air tepat di atas kepala mu..." bentak Bara.


"aku tidak lupa itu.. lalu apa ini balasanmu menghukum orang yang sudah meminta maaf karna tidak sengaja?" tanya Ruby yang tak mau kalah.


"aku ini melindungimu dengan memusnahkan siapa pun yang berani menganggumu...!" bentak Bara.


"aku tak perlu penjagaan mu jika seperti ini...!" sahut Ruby.


"sekarang lepaskan diaaa...!" bentak Ruby.


"kauuu iniii yaaakkk...!" bentak Bara kesal ada yang menentangnya.


"ku bilang lepaskan diaaa...!" ketus Ruby.


dengan kesal Bara pun menuruti ke mauan Ruby.


"lepaskan pria itu.." ujar Bara.


lalu ke tiga brandal itu melepaskan Pria yang sudah babak belur tersebut.


"apa kau baik baik saja?" tanya Ruby di hadapan pria tersebut.


"yak, aku tak apa apa.. hanya luka ringan.." sahut pria itu.


Ruby lalu memberikan uang pada pria itu.


"segera pergi ke rumah sakit, obati luka mu.." ujar Ruby memberikan uang.


"ti.. tidak perlu.. aku bisa membayarnya sendiri.." pria itu menolak.


"anggap ini permintaan maafku karna ulah F4" ujar Ruby.


Bara yang mendengar perkataan itu dari Ruby pun kesal lalu pergi meninggalkan tempat itu.


"cihhh.." ketus Bara lalu pergi dari sana.


di ikuti ke tiga temannya..


Ruby hanya menatap ke arah Bara dan teman-temannya yang berjalan meninggalkan tempat itu.


"kenapa dia?" ujar Ruby dalam hati.


Ruby lalu membantu pria itu untuk berdiri karna sudah penuh dengan luka tubuhnya.


"terimakasih" ujar pria itu.


***