
Setelah kejadian itu semua Mahasiswa yang menyaksikan itu pun jadi segan dengan Ruby.
Hanya Ruby yang berani menentang Kekuasaan F4 dan berani melawan Bara.
Bara pun mulai kesal karna ada yang berani menentangnya.
"apa kau baik baik saja?" tanya Deff
"diam kauuu...!" bentak Bara
lalu Bara membanting kursi yang ada di dekatnya.
Brukk...
"gadisss ituuu...! kenapaa akuu bisa menurutiii kemauannya...!" bentak Bara kesal.
"apa kau menyukainya?" tanya Kavin
"tidakkk... gadis itu hanya bahan taruhan kitaa.. tidak mungkin Bara bisa menyukai gadis itu... semua gadis hanya mainan buat ku.." ujarnya
"lalu bagaiman bisa kau mendekatinya jika kau emosi seperti ini padanya?" tanya Rico.
"diaamm kau....! Bara akan mendapatkan apa yang dia inginkan... camkan itu.." ujar Bara.
setelah itu Bara meninggalkan mereka bertiga.
"Kavin perkiraan mu siapa yang akan memenangkan taruhan ini?" tanya Deff.
"aku gak ikut campur dalam urusan taruhan itu.. itu urusan kalian bertiga.." ujar Kavin lalu pergi meninggalkan mereka.
"ahh.. gak asik kau vin.." ujar Deff.
**
Saat pulang Kuliah..
saat Ruby berjalan di Koridor Kampus, tiba tiba semua gadis memperhatikannya sambil membicarakan Ruby dan menyebut nama Rico.
Ruby yang mendengar itu pun menghentikan langkahnya lalu berjalan ke salah satu gadis.
"apa yang kau katakan barusan?" tanya Ruby.
"apa kau belum liat berita trending hari ini?" tanya gadis itu.
"berita trending?" Ruby pun bingung.
Segera Ruby membuka Ponselnya lalu memeriksa Berita Trending yang di maksud.
Berita : Di kabarkan Model terkenal Ruby Jung Lim sedang dekat dengan Model tampan Rico Van Dim, tertangkap potret kebersamaan kedua Model terkenal tersebut.
Setelah membaca Berita tersebut pun langsung mengerti.
"shitt... kenapa paparazi begitu cepat menyebar..." batin Ruby.
Ruby segera pergi meninggalkan Kampus menghindari pembicaraan yang tidak enak.
Di sisi lain Bara yang melihat berita itu semakin terbakar emosinya.
"ohh.. jadi kau mulai start lebih dulu dari ku.." batinnya Bara.
Bara yang sedang memegang kaleng minuman pun langsung meremukan kaleng tersebut karna kesal.
lalu Bara pun melempar kaleng itu dan hampir mengenai Deff yang sedang berjalan ke arahnya.
"aishhh... ada apa denganmu???" tanya Deff.
"Rico berani mengambil start ku.." ketusnya.
"aahh.. soal berita itu.." ujar Deff.
"ini tidak bisa di biarkan.." ujar Bara.
"bagaimana kau mau dekat dengan Ruby jika baru saja kau dan dia bertengkar" tanya Deff.
"diam kau.."
"emosimu itu selalu tak bisa kau kendalikan" ujar Deff.
Bara hanya diam lalu meninggalkan Deff.
"huh.. dasar anak itu.. selalu tak mendengarkan saran ku.." gumam Deff.
**
Sesampainya Ruby di Rumah.
"Selamat datang Nona Muda Ruby" sambut para Pelayan.
"buatkan ku Jus dan sandwitch, lalu bawakan ke kolam renang" ujar Ruby sambil berjalan menuju kamarnya.
"baik Nona Muda" jawab salah satu Pelayan.
Setelah Ruby sampai di kamarnya segera mengganti bajunya untuk berenang.
Berenang adalah caranya menenangkan diri dari amarahnya.
Ruby langsung menuju Kolam Renang dan segera menyeburkan diri ke dalam kolam.
saat Ruby sedang berenang sambil menenagkan emosinya tentang Berita yang sedang marak tersebut, tak lama Pelayan membawakan pesanan yang Ruby minta.
"Nona ini pesanan anda" ujar Pelayan sambil menata di atas meja.
"yak.. taruh saja di sana.. nanti akan ku makan" sahutnya.
lalu Para Pelayan itu pergi meninggalkan Ruby setelah memberikan yang di inginkan Ruby.
tak lama Kepala Pelayan pun datang menghampiri Ruby.
"sepertinya ada yang mengganggu pikiran Nona?" ujarnya menghampiri kolam renang lalu duduk di sudut kolam.
"yaa.. kau selalu tau apa yang sedang ku pikirkan.."ujar Ruby.
"apa kau tau berita yang sedang trending hari ini?" tanya Ruby.
"ahh.. soal berita itu.. tapi apa Nona dekat dengan Model itu?" tanya kepala Pelayan.
"tentu sajaa tidakkk...! itu hanya pekerjaan.." ketus Ruby.
"lalu apa yang membuat Nona kesal?" tanya kepala Pelayan.
"semua mahasiswa di kampus membicarakan ku dengan Model itu.. dan apa kau tau? Model pria itu adalah anggota F4 yang memiliki kekuasaan di kampus.. mereka empat Pria Brandal.." jelas Ruby.
"Rico Van Dim, dia adalah anak tunggal dari Keluarga Van Dim yang menduduki peringkat ke-3 orang terkaya" jelas kepala Pelayan.
"apa kau mengetahui itu?" tanya Ruby heran.
"aish.. Nona, aku ini sudah lama bekerja di Keluarga ini.. tidak mungkin aku tidak update soal itu.." ujar Kepala Pelayan.
"aahh.. aku saja tak peduli soal peringkat kekayaan.." ujar Ruby.
"jadi itu yang membuat Nona kesal hari ini" ucap Kepala Pelayan.
Ruby hanya mengangguk lalu melanjutkan Renangnya.
"sebaiknya Nona jangan terlalu lama berenang, saya takut Nona akan demam lagi" ujar Kepala Pelayan mengingatkan.
"iyaa baiklah" sahut Ruby.
"baik kalau gitu saya tinggal dulu.. jangan lupa makanannya di makan" ucap Kepala Pelayan lalu pergi meninggalkan Ruby.
**
Sudah hampir 1 jam setelah Kepala Pelayan meninggalkan Ruby, tapi Ruby belum saja naik dari Kolam dan memakan makanannya.
Ruby terlalu asik di dalam air untuk menenangkan pikirannya, sampai dia lupa sudah berapa lama dia di dalam air.
tak lama Kepala Pelayan pun kembali menghampiri Ruby, memastikan jika Ruby baik baik saja dan sudah memakan makanannya.
saat Kepala Pelayan melihat Ruby masih saja berenang, lalu melihat makanannya masih utuh belum di sentuh sama sekali.
"Nona.. apa Nona belum naik dari Kolam?" tanya Kepala Pelayan.
Ruby yang sedang berenang mendengar suara Kepala Pelayan segera berhenti.
"ahh.. iya aku belum naik dari kolam, ada apa?" sahut Ruby.
"sebaiknya Nona segera naik dan keringkan tubuh Nona lalu makan.. karna sudah 1 jam Nona di dalam air, aku takut Nona sakit lagi" ujar Kepala Pelayan sambil membawakan handuk Kimono ke dekat kolam.
"pikiran ku masih kacau Bu Choi" sahut Ruby.
"tidak.. Nona harus segera naik dan keringkan tubuh Nona.. nanti jika Nona sakit aku yang kena marah dengan Nyonya dan Tuan" jelas Kepala Pelayan.
"aahh.. baiklahh..." Ruby pun mendengarkan omongan Kepala Pelayan lalu naik dan mengeringkan tubuhnya menggukan handuk yang di berikan Kepala Pelayan.
"mau di buatkan susu hangat Nona?" tanya Kepala Pelayan.
"tidak usah, ini saja cukup" ujarnya sambil meminum Jus yang dia minta.
selesai dari berenang, Ruby lalu kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Sepertinya setelah berenang terlalu lama membuat Ruby lelah, sampai-sampai dia pun tertidur dengan lelap saat berbaring di ranjang.
**
Pagi Harinya..
Saat Kepala Pelayan membangunkan Ruby.
"Nona, bangun sudah pagi.. apa kau tidak kuliah" ujar Kepala Pelayan.
saat Kepala Pelayan memegang tubuh Ruby untuk membangunkannya, ternyata tubuh Ruby pun demam.
"ya tuhann.. Nona tubuhmu panas sekali.." ujar Kepala Pelan.
"huh.. aku tidak apa apa.." ujar Ruby berusaha bangun.
"tidak Nona, tubuhmu terlalu demam untuk pergi Kuliah.." ucap Kepala Pelayan.
"tapi aku harus berangkat kuliah.. biar pun aku seorang Model pendidikanku lebih penting untuk masa depan ku.." jelas Ruby beranjak bangun dari ranjang.
"baiklah Nona, mau ku bantu" ucap Kepala Pelayan membantu Ruby beranjak dari ranjang.
lalu Ruby pun bersiap untuk pergi ke Kampus di bantu oleh Kepala Pelayan.
selesai bersiap Ruby segera menghabiskan sarapannya lalu pergi ke Kampus.
"apa Nona yakin ingin menyetir mobil sendiri?" tanya Kepala Pelayan.
Ruby hanya mengangguk lalu memasuki mobil dan pergi melajukan mobilnya ke Kampus.
**
Sesampainya di Kampus...
Ruby keluar dari Mobil, lalu berjalan ke arah Loker untuk mengambil buku.
saat Ruby membuka pintu Lokernya, dia melihat ada Kertas Merah Keramat F4.
"again?" batin Ruby melihat Kertas Merah.
semua Mahasiswa yang berada di dekatnya pun langsung menatap ke arah Ruby.
"apa yang kalian lihat" bentak Ruby.
Mahasiswa yang lain pun memperhatikan Ruby, lalu Ruby mengambil Kertas Merah tersebut dan pergi mencari F4.
Ruby datang ke meja F4 yang sedang sarapan di Cafe Kampus, Ruby langsung melempar Kertas Merah yang sudah dia remukan ke hadapan muka Bara.
***