
"Bisakah kau menjelaskan nya pada mom?" tanya wanita paruh baya yang tengah duduk sambil menatap putranya yang malah santai saja.
"Apa yang harus ku jelaskan lagi, mom kan sudah tau, aku tau loh mommy memiliki mata-mata dirumah ku ini," ucap Juan dengan telak yang dibenarkan oleh Rahel.
Tak heran jika putranya itu tau, karena pasti Juan selalu mencari seluk beluk kehidupan orang yang bekerja di rumah nya.
Juan harus melakukan itu untuk mewanti-wanti hal apa yang seharusnya tidak terjadi nanti. Agar tidak ada Masalah lainnya.
"Mommy ingin mendengar dari mu langsung, apa itu benar?" tanya Rahel dengan serius.
Juan mengangguk jujur . "Yes, itu benar. Apa yang suruhan mommy laporkan itu benar,"
"Astaga Juan, bagaimana bisa kau menculik seorang gadis dan menyekap nya disini bersama mu hah! bagaimana dengan keluarga nya dan kehidupan sehari-hari nya!" Rahel tidak habis pikir.
Putranya ini memang sudah gila, sama saja dengan Daddy dari Juan.
Dahulu dia juga sama, dipaksa untuk menikah dengan Daddy Juan dan Sampai sekarang masih awet.
Awalnya Rahel menolak dan tak suka namun lama kelamaan dia menerima kehidupan nya setelah kehadiran Juan diantara mereka dan cinta nya pun mulai tumbuh pada suami nya.
"Keluarganya tidak akan mencari, mereka tidak ada di Indonesia," jelas Juan tersenyum.
"Tapi tetap saja, kamu tidak boleh seenaknya seperti itu," ucap Rahel pada anaknya yang cukup keras kepala itu.
"Mom, tenanglah, aku tidak mungkin menyakiti nya. Lagian kan mom seharusnya senang. Mommy yang selalu menyuruh ku untuk mencari istri ya aku sudah mendapat kan nya untukmu. Dan kau akan segera mendapatkan cucu. Aku sudah membuat nya untuk mommy," ucap Juan tanpa beban.
Mata Rahel melotot mendengar hal itu. Sungguh anak nya mengapa menjadi sebrengsek itu.
"Juan, mommy gak nyangka kamu bisa melakukan hal yang seperti itu. Apa mommy pernah mengajari mu seperti itu Hem. Mommy tidak pernah mengajari mu untuk menghancurkan masa depan wanita. Kamu tau kan mommy ini juga seorang wanita," Nada Rahel menjadi terdengar begitu lirih karena kecewa dengan Juan.
Rahel tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mau memarahi putranya habis-habisan, tak ada lagi gunanya karena sudah terjadi.
"Mom," panggil Juan yang melihat binar mata Rahel menjadi redup dan sangat jelas pandangan kecewa pada nya.
Mommy nya adalah orang yang lembut dan jarang marah. Dan jika wanita itu Marah paling hanya diam saja.
Melihat mommy nya yang terlihat kecewa membuat hati Juan berdenyut sakit. Karena dirinya lah penyebab mommy nya kecewa.
"Kamu harus segera menikahinya Juan! jangan menjadi pria yang tidak bertanggung jawab dan lebih brengsek lagi. Mommy tidak ingin memiliki anak yang seperti itu," ucap Rahel yang kalung berdiri dan melangkah pergi dari rumah Juan.
"Mom," Juan mencekal tangan Rahel yang hendak pergi.
"Mommy marah?" tanya nya dengan hati-hati.
",Kamu masih bertanya seperti itu? dimana otak mu yang selalu kau bilang pintar itu!"
"Maaf mom, aku-- aku hanya ingin memiliki dia saja mom.Aku tidak ingin dia pergi dan jauh jauh dariku. Entahlah, aku sangat mencintai nya. Mom bisa bilang aku gila karena masih baru bertemu dengan nya tap itulah kenyataan nya mom. Aku sungguh-sungguh serius dengan nya, aku tidak berniat bermain-main dengan nya mom. Sungguh," Keluar sudah semua apa yang ada di benak Juan pada mommy nya.
Dia akan sekali lemah jika bersama dengan mommy nya tersebut. Matanya saja hampir berkaca-kaca saat mengatakan itu namun dia mencoba untuk menahan agar air mata nya tidak keluar.
Rahel mengehela nafas nya berat. Kedua telapak tangan nya kini menangkup kedua pipi Juan.
"Nak, mommy mengerti jika cinta itu datang tanpa alasan. Tapi bukan seperti itu caranya son, Bukan seperti ini caranya. Itu malah membuat wanita itu malah membenci mu," ucap Rahel.
"Ya, kau mengambil semua nya dan sekarang kebebasan nya juga. Wanita itu memiliki hati nak, kamu harus mengambil hati nya dengan benar dan gentleman," ucap Rahel kembali.
"Tapi apa boleh buat, kalian sudah melakukan hubungan suami istri. Mom takut jika dia benar-benar akan mengandung."
"Kamu harus bertemu dengan keluarga nya dan membicarakan ini. Kamu harus menerima apa pun yang dilakukan keluarga wanita itu pada mu nanti," lanjut Rahel.
"Iya mom," ucap Juan.
"Baiklah, mom sekarang ingin bertemu dengan nya. Boleh kah?" Pinta Rahel.
Dia penasaran siapa yang sudah berhasil mengambil hati sang putra yang tak pernah membahas seorang wanita kepada nya.
Rahel dulu takut jika orientasi **** Juan menyimpang karena tidak terlihat tertarik dengan yang namanya wanita.
Rahel sudah cape mengenalkan anak teman-teman nya namun tak pernah dilirik oleh Juan sama sekali.
"Ya boleh mom, tapi seperti nya setelah melihat keadaan nya sekarang. Mommy pasti akan memarahi ku lagi. Jadi sekarang aku titip dia dengan mom yah, aku ingin keluar sebentar," ucap Juan mengecup pipi mommy nya dan langsung pergi mengacir keluar.
Rahel menggeleng-gelengkan kepala nya melihat tingkah Juan.
Dan Juan sama sekali tidak melepaskan pengawasan tentu saja. Dia sudah menyiapkan para pengawal untuk berjaga-jaga agar Elena tidak melarikan diri lagi.
Juan menambah pengamanan saat Elena mencoba kabur tadi. Dan Juan tidak akan membiarkan wanita nya itu kabur lagi.
"Nyonya," ucap dua bodyguard berbaju hitam dan berbadan besar menghampiri Rahel.
"Ya? Juan menyuruh kalian ya?" tanya nya.
"Betul nyonya, Tuan Juan baru menelpon kami tadi. Mari kami antar," ucap Bodyguard tersebut yang dingguki oleh Rahel.
"Dasar pria posessive, anak sama bapak gak ada bedanya," misuh Rahel.
Kedua Bodyguard yang mendengar perkataan Rahel tidak menanggapi dan membiarkan saja nyonya mereka itu mengomeli Juan dan suami nya sendiri.
"Ini? dia mengurung wanita itu di kamar nya sendiri?" tanya Rahel.
"Iya nyonya, silahkan masuk," ucap bodyguard tersebut.
"Terimakasih, kalian boleh pergi,"
Keduanya tidak bergeming dan tetap di tempat mereka masing - masing.
"Maaf nyonya, tuan Juan menyuruh kami untuk berjaga disini,"
"Aish anak itu, ternyata dia takut jika membantu wanita itu kabur," ucap Rahel lalu membuka pin pintu Juan.
Saat pintu sudah terbuka, Rahel langsung saja masuk dan pintunya otomatis tertutup.
Disana dia bisa melihat seorang wanita yang sedang makan dengan lahap sampai tidak menyadari kehadiran nya disana.
TBC