Baby Girll

Baby Girll
Part 23



"Mas?" Naina memanggil suami nya tersebut yang malah diam saja.


David tersentak dari lamunan nya itu, menatap lekat Naina yang menuntut jawaban dari nya.


"Kamu kemana semalam? kamu bohong sama aku sekarang mas?" tanya Naina dengan tatapan yang curiga.


David sekarang menyembunyikan sesuatu dari nya, padahal mereka sudah lama hidup bersama dan bercerita tentang apa saja dan sekarang suaminya itu malah berubah, membuat Naina menjadi was-was.


Pikiran nya bahkan sudah sampai kemana-mana sekarang.


"Bukan begitu sayang, jangan berpikiran yang aneh," balas David seakan mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya.


Salah nya yang telah merahasiakan hal sepenting ini. Hanya saja David ingin mengetahui benar-benar bagaimana masalah nya baru dia akan memberi tahukan semua nya pada Naina.


"Lalu apa? kamu kemarin kemana?" ulang Naina dengan pertanyaan yang sama.


Kentara sekali jika wanita paruh baya itu sangat kepo kemana David pergi.


"Aku akan menjelaskan nya tapi nanti sayang, jangan sekarang..


Belum sempat David mengungkapkan apa yang ingin dia katakan, Naina langsung memotong ucapan nya.


"Nanti, nanti bagiamana lagi, aku ini. kau menjelaskan mau sekarang David," ucap Naina yang sudah kehilangan kesabaran nya.


Mata David langsung menatap Naina dengan tajam saat istri nya itu malah menyebut nama nya.


"What the hell, kamu sebut nama aku kayak gitu, aku gak suka ya!" bantah David menunjukkan ketidak sukaanya.


"Kok malah kamu yang jadi marah, harus nya kan aku," ucap Naina.


David memijat kening nya yang sedikit pusing. Ini tidak akan selesai jika masih dia perpanjang.


David akhirnya memilih mengalah.


Pria itu memegang kedua bahu istrinya dan menatap Naina dengan lekat.


Pria itu mengelus pipi Naina untuk memenangkan wanita itu.


"Ada apa dengan mereka berdua, apa mereka bertengkar?" tanya Naina yang di balas gelengan kecil oleh David.


"No, bukan,"


"Lalu mereka dimana, suruh mereka turun untuk sarapan agar bisa langsung pergi ke kampus," pinta David.


"Quela baru saja pergi, dia terlihat sangat buru-buru dan Elena masih bersiap-siap seperti nya," balas Naina.


"Quela berangkat sendiri? apa ada Aldrich menjemput nya?"


"Tidak mas, Quela pergi sendiri. Entahlah aku tidak mengerti, sebenarnya wajah nya berbeda dari biasanya. Apa ini menyangkut hal yang kau sembunyikan dari ku," ucap Naina menyipitkan mata nya


"Ya kau benar sayang, ini tentang itu," ucap David.


Naina hendak bertanya kembali pada David namun dia urungkan karena melihat kedatangan Elena.


Elena menghampiri mereka seraya tersenyum dan mengapa kedua nya.


"Pagi om, Tante," sapa Elena dengan ceria.


"Pagi sayang," balas kedua nya dengan serempak.


Elena celingak-celinguk mencari keberadaan Quela dan pemandangan itu tidak luput dari penglihatan Naina.


"Quela sudah berangkat duluan sayang, katanya dia ingin mengerjakan tugas nya yang belum selesai," ucap Naina memberitahu.


"Kok Quela gak bilang-bilang, kemarin juga gitu," gumam Elena pelan.


Baiklah,kita sarapan sekarang. Mas kamu mau selai yang mana?" tanya Naina yang mengambil roti untuk David.


"Em hari ini aku mau anh coklat," ucap David tersenyum sembari memperhatikan kegiatan Naina dengan pandangan lembut nya.


Sedangkan Elena merasa bahagia melihat interaksi mereka yang baik-baik saja dan harmonis.


TBC