Baby Girll

Baby Girll
Part 13



"Aldrich," seru Quela menoleh ke arah samping dan memekik senang karena kedatangan sang kekasih.


Aldrich langsung menyodorkan bunga edelweis yang dia bawa ke arah Quela.


"Itu untuk ku?" tanya Quela seraya menatap buket Edelweiss itu.


"Tentu saja sayang, memang nya untuk siapa lagi. Ayo ambil, "


Quela dengan seneng hati menerima bunga itu. Menghirup bunga itu dalam dan dia sangat menyukai wangi nya.


Hati nya berdetak tidak karuan. Hati nya menghangat saat Aldrich memberikan nya bunga Edelweiss.


Quela tentu saja tau apa arti dari bunga itu. Dia seorang gadis pecinta bunga dan dia benar-benar tau arti nya.


"Thank you sayang, how sweet it. Aku akan menyimpan ini dengan aman di kamar ku," ucap nya dengan tersenyum lebar.


"Apa? kau bilang apa tadi. Ayo ulangi perkataan mu di akhir kalimat tadi," ucap Adlrich.


Sangat jarang sekali Quela memanggil nya dengan sayang, biasanya selalu nama nya saja.


"Yang mana?" tanya Quela.


"Sayang," ucap Aldrich.


Muka Quela memerah malu. Dia tadi hanya reflek mengucap kan nya. Mungkin karena hanya sesekali dia memanggil Aldrich seperti itu membuat Quela menjadi salting sendiri.


"Tidak mau, tidak ada pengulangan. " tegas Quela.


"Ayo, Kata nya mau jalan dulu," Quela mengalihkan pembicaraan mereka.


"Baiklah," ucap Aldrich yang menurut saja dan membuka pintu mobil untuk Quela.


Tak setiap kali seperti itu, dia hanya akan membuka nya jika memang perlu seperti sekarang.


"Thank you," ucap Quela.


Di perjalanan, Aldrich tak henti-hentinya untuk mengambil tangan Quela agar dia genggam. Hanya sebelah tangan nya saja yang di gunakan menyetir.


Dan satu nya untuk memegang kontrol mobil seraya memegang tangan Quela dan sesekali mengelus nya lembut.


Tak beberapa lama akhirnya mereka sampai juga. Tempat yang mereka kunjungi sekarang tidak jauh dari taman tempat pertemuan mereka tadi.


Pria itu mengajak nya ke mall untuk menonton.


Sesuai dengan keinginan gadis nya. Mereka sangat jarang untuk menonton bersama karena kesibukan Aldrich tentu nya.


Pernah mereka sudah di bioskop dan Adlrich beberapa kali meninggal kan Quela karena pekerjaan mendadak yang alhasil Quela ikut pulang dan kedua nya pun gagal menonton.


"Kita akan menonton? kamu yakin?" tanya Quela sedikit ragu. Dia takut jika Aldrich seperti biasa nya dan Quela tidak senang dengan hal itu. Dia selalu kesal mengingat nya.


"No sayang, kali ini kita akan benar-benar menonton sampai film nya habis. Tidak ada yang menganggu kita hari ini," tenang Aldrich namun dalam hati nya dia meringis.


"Benarkah? lebih baik kau katakan sekarang bisa atau tidak, aku tidak ingin keluar dari sini seperti biasanya," terapat nada kesal saat Quela mengucapkan kalimat nya.


"Bisa, hari ini aku sudah meluangkan waktu seharian bersama mu.Ayo sayang, Kamu yang pilih film nya sekarang," ucap Aldrich dengan yakin.


Mendengar keseriusan dari Aldrich tentu saja membuat Quela senang bukan main.


"Baiklah, em aku ingin nonton film romance, gapapa kan?" tanya Quela karena dia tau genre film pria itu adalah action dan tak terlalu suka film romance.


"Ofcourse, kita akan menonton itu," ucap Aldrich.


Kedua nya pun akhirnya masuk ke dalam bioskop.


"Kenapa sepi sekali, kita tidak salah ruangan kan?" tanya Quela saat tidak melihat ada orang disini.


Dan tak terlalu banyak kursi juga disana, dan malah hanya ada beberapa namun Quela yakin jika kursi nya tidak murahan.


"No, karena aku sudah membooking nya saat ini," ucap Aldrich dengan enteng nya.


"Ayolah, kan bukan tiap hari sayang. Aku hanya ingin membuat mu senang hari ini," ucap Aldrich dengan tulus.


"Aku senang, terimakasih Aldrich. Aku tak perlu banyak hal, hanya jika kau ada di sisiku saja seperti sekarang Aku sudah sangat senang," balas Quela yang membuat Aldrich tersenyum hangat.


Film pun akhirnya di putar dan kedua nya menonton bersama.


Adlrich meraih kepala Quela agar menyandar pada bahu nya.


Alhasil kedua nya bisa menonton bersama sampai akhir.


Meski ponsel Aldrich sempat berbunyi karena panggilan dari Juan.


Dia tau untuk apa pria itu menelpon nya. Tapi karena dia sudah berjanji pada gadis nya untuk menemani nya seharian ini, jadilah Aldrich segera menonaktifkan ponsel nya.


Nanti dia akan mencari alasan pada bos sekaligus sahabat nya itu.


Kedua nya pun akhirnya keluar dari sana karena Aldrich sekarang mengajak nya untuk dinner.


"Film nya seru sekali, aku memberikan rating 1000 untuk itu," ucap nya karena memang film romance yang hampir 3 jam itu berhasil membuat Quela begitu menyukai nya.


"Baguslah jika kamu memang suka dan senang," ucap Aldrich gemas.


"Sangat, aku sangat menyukai nya," seru Quela bersemangat.


"Now, close your eyes please," Aldrich meminta Quela untuk menutup mata nya saat mereka sudah sampai.


"Hah really? masih harus seperti ini," ucap Quela. Trik itu tentu sudah lama right.


"Ofcourse," ucap Aldrich yang mau tak mau Quela turuti.


"Jangan buka sebelum aku mengatakan untuk membuka nya, dan jangan mengintip," Aldrich mengingat kan yang diangguki oleh Quela.


Aldrich mengambil kain untuk menutup mata Quela lalu turun dari mobil terlebih dahulu.


Menuntun Quela untuk turun dengan hati-hati.


"Be care full," ucap Adlrich.


"Aku tidak dapat melihat apapun jika kau lupa," ucap Quela yang membuat Aldrich tekekeh.


"Maka dari itu aku membantu mu sayang," ucap Aldrich.


Setelah berhasil turun, Aldrich tetap menuntun gadisnya tersebut untuk berjalan ke depan.


"Masih jauh tidak?" tanya Quela.


Dia merasa seperti naik lift sekarang.


Dan dugaan nya ternyata benar, entah kemana Aldrich akan membawa nya.


"Sebentar lagi," ucap Aldrich.


Langkah Adlrich terhenti. Dia kini berpindah ke belakang Quela dan membuka mata Quela secara perlahan.


Mata Quela masih tertutup meskipun kain yang menutupi mata nya sudah dibuka oleh Aldrich.


"Apa aku sudah bisa membuka mataku sekarang?" tanya Quela.


"Tentu sayang, open your eyes now," bisik Aldrich tepat di telinga Quela.


Mendengar ijin dari Aldrich, Quela pun membuka matanya secara perlahan.


"Bagiamana?" tanya Adlrich ingin mengetahui tanggapan dari Quela.


TBC