Baby Girll

Baby Girll
Part 12



"Selamat datang tuan," ucap orang yang menjaga rumah pada sang pemilik.


Juan yang baru sampai ke rumah nya tergesa-gesa melangkah kan kaki nya.


Wajah nya terlihat kesal dan marah saat mendapat kan laporan dari bodyguard yang disuruh nya menjaga kamar Elena.


Ternyata mommy nya tetap saja membawa wanita nya untuk tetap pergi dan entah mall mana yang sedang dikunjungi oleh mommy nya.


"****, kemari kau!" panggil Juan dengan nada yang menggelegar pada bodyguard nya itu.


"Apa yang aku katakan tentang jangan membiarkan wanita ku keluar hah!" marah Juan tepat di wajah bodyguard nya tersebut.


"Maaf tuan, nyonya Rahel bilang sudah meminta izin pada anda," ucap Ben.


"Bodoh, jika itu bukan perintah langsung dariku, seharusnya kau tak mengikutinya. Sudah berapa lama mau bekerja dengan ku? mengapa kau tidak tahu hal semacam ini," ucap Juan kesal.


"Ck, sudah lah. Kali ini kumaafkan. Lain kali jika tidak dari perintah ku sendiri jangan pernah kau lakukan. Kau bekerja untukku dan aku yang membayar mu. Kau mengerti!!" bentak Juan.


"Siap, saya mengerti tuan," jawab nya senang tegas.


"Bagus, sekarang kau dan yang lain nya cari kan mereka untuk ku, dari mall mana yang mereka kunjungi sekarang!" perintah Juan.


"Baik tuan," ucap Bodyguard tersebut langsung segera berpaling dari hadapan Juan setelah membungkuk hormat.


Juan memijit kening nya pusing, belum lagi banyak yang harus dia kerjakan di kantor nya dan beberapa hari ini dia sudah menunda-nunda pekerjaan nya itu.


Kali ini, dia juga harus tidak ke kantor karena tidka tenang jika tidak mencari Elena.


Dia takut wanita nya itu akan pergi jauh darinya. Apalagi dia sudah beberapa kali melakukan hal itu pada Elena, kemungkinan besar dia akan hamil anak nya.


Juan tak akan membiarkan Elena kabur tentu saja disaat dia berkesempatan besar memiliki anak dari wanita itu.


Juan merogoh kantung celana nya dan menghubungi sahabat sekaligus yang merangkap sebagai sekretaris nya di kantor.


"Halo, apaan. Ganggu aja,"


"Aku ini bos mu," Juan memutar bola mata nya malas.


"Kan itu di kantor bukan di luar," balas Aldrich di seberang sana.


"Sekarang kau ke kantor, dan urus semua kerjaan ku yang belum selesai serta atur ulang semua jadwal ku," pinta Juan.


"What, sekarang. Gila, kan sudah ku bilang aku mengambil cuti hari ini. Mana bisa begitu, aku ada kencan dengan kekasih ku." balas Aldrich.


"Aku tidak perduli hal itu, kerjakan saja atau gajimu kupotong," Juan langsung mematikan ponsel nya.


Dia sangat yakin jika Aldrich sedang menyumpah Serapi nya Sekarang.


"What the hell!!" teriak Aldrich tepat pada telpon nya.


Aldrich menatap dirinya yang sudah sangat rapi. Dia sudah memakai jas dengan kemeja putih di dalam nya.


Padahal dia sudah merencanakan dinner romantis bersama dengan kekasih nya malam ini.


Siang ini dia berencana untuk mengajak gadis nya untuk jalan-jalan terlebih dahulu setelah itu mengadakan dinner di tempat yang sudah di pesan nya.


"Juan sialan," ucap Aldrich bergumam.


Adlrich mengehela nafas nya berat, jika sudah begini apa yang harus dia lakukan sekarang.


Dia masih membutuhkan pekerjaan nya tapi dia masih memikirkan sang gadis yang pasti sekarang sudah menunggu.


"Persetan dengan gaji ku dipotong," ucap Aldrich.


Dia tak terlalu takut akan gak itu, Aldrich malah lebih takut membayangkan akan sekecewa apa gadis nya jika sampai dia membatalkan rencana nya secara tiba-tiba.


"Aku akan kerjakan setelah dinner," gumam nya. Seperti nya dia tidak akan tidur untuk hari ini.


Tapi tak apa, yang penting dia tidak ribut lagi nanti dengan Quela nya.


Aldrich akhirnya langsung menuju ke tempat di mana dia meminta gadis nya untuk menunggu.


Di tengah jalan, Aldrich menyempatkan untuk membeli sebuket bunga untuk diberi pada Quela.


"Berikan bunga yang paling indah untuk ku," pinta Aldrich.


"Untuk pasangan, anda bisa membeli bunga Edelweiss tuan."


"Mengapa? apa itu ada artinya?" Yahya Aldrich penasaran.


"Konon, edelweiss menjadi simbol cinta sejati, karena mekar dan tidak layu dalam waktu yang lama. Mitos tentang bunga edelweis ini berkembang ketika seseorang memberikan bunga ini pada kekasihnya, maka hubungan dari pasangan kekasih tersebut pun akan abadi," jelas penjual bunga tersebut secara panjang lebar pada Aldrich.


"Wah, menarik. Aku akan membeli nya," ucap Alrdrich. Bunga itu juga terlihat cantik di mata nya. Dia berharap Quela akan menyukai ini.


"Dan tuan, bunga ini bisa bertahan selama 10 tahu lama nya. Semoga pasangan anda menyukai nya," ucap sang penjual pada Aldrich sembari memberi kan buket nya pada Aldrich.


"Terimakasih," ucap Aldrich sembari memberikan uang.


Harga nya cukup mahal di antar beberapa bunga yang pernah dia beli.


Tapi itu sesuai saat mengetahui ternyata hunga itu langka dan istimewa.


Setelah selesai dengan transaksi bunga nya, Aldrich segera melanjutkan perjalan nya dengan senang hati meskipun di pikiran nya sebagian memikirkan tentang pekerjaan nya yang sedang menumpuk.


Aldrich tersenyum senang saat melihat Quela yang sudah sampai di taman duduk menunggu dirinya.


TBC