Baby Girll

Baby Girll
Part 15



"Loh, bukan nya mommy sudah membawa nya kemari? tanya Juan dengan heran.


"Siapa ?" tanya Bian yang ikut bingung.


"Wanitaku, bukan nya mommy membawa nya kemari?" tanya Juan menanyakan keberadaan Elena.


Bian mengernyit kan kepala nya tidak tahu menahu. " Daddy tidak tau, mommy mu hanya datang sendiri tadi dan tak membawa wanita yang kau bilang sebagai wanita mu itu," jelas Bian.


"Ya karena mommy memang tidak membawa nya kemari," ucap Rahel yang tiba-tiba datang dan duduk di sebelah suami nya tersebut.


"Mom, bagiamana bisa. Bukan nya tadi mommy membawakan nya ke mall dan di mana Elena sekarang dan mengapa tidak berada di sini?" tanya Juan dengan beruntun dan tidak sabaran.


"Dia sudah pulang ke rumah nya, dia yang meminta sendiri yasudah mom antar kan saja dia," ucap Rahel dengan enteng.


"****, apa yang kau lakukan mom? sudah kubilang jangan membiarkan nya pergi dan lagi aku tidak mengijinkan mu untuk membawa nya tadi, " ucap Jauh yang kehilangan kendali dan malah berteriak di depan Rahel.


Bian berdiri tidak terima karena ketidak sopanan Juan kepada istrinya.


"Juan? jaga nada bicaramu itu! she is your mom," Tekan Bian menatap nyalang ke arah putra satu-satunya itu.


Dada Juan naik turun, dia menghembuskan nafas nya kasar mencoba untuk tidak lost kontrol lagi dan menekan emosi nya dalam.


"So, mommy mengantar nya ke tempat nya?"


"Iya, mom hanya menuruti keinginan nya saja, dia tidak terlihat senang dan malah tertekan saat berada di rumah mu. Kau tau, bahkan dia bilang tidak akan melaporkan perbuatan mu ini pada orang lain ataupun Keluarga nya dan mengatakan akan melupakan kejadian malam itu," jelas Rahel dengan panjang lebar.


"Tapi mom, kemungkinan saja dia akan mengandung anak ku. Dan apa katanya, melupakan? tidak akan, tak akan kubiarkan itu terjadi. Dia akan menjadi milik ku mom, suka atau tidak suka dirinya, " tegas Juan.


"Lalu kau akan mengikat nya begitu? begitu kan maksud mu Juan, perasaan itu sama sekali tidak bisa dipaksa kan dan katamu akan segera menikahi nya, pernikahan bukanlah main-main,"


"Aku sedang tidak main-main mom, dan aku sama sekali tidak berniat untuk bermain-main, tidak bisa kah mommy melihat keseriusan dalam diriku sekarang. mom tau betul aku ini bagaimana," balas Juan.


"Tapi kamu tidak boleh memaksakan kehendak mu seperti itu. Tidak semua hal yang kau inginkan harus kau dapatkan nak," ucap Rahel.


"I don't care mom, aku hanya ingin dia saja titik, dan akan aku pastikan aku akan mendapat kan apa yang aku mau. Dia harus menjadi milik ku. Harus," ucap Juan dengan serius dan dengan cepat meninggalkan rumah orang tua nya tersebut.


Rahel menoleh ke arah Bian yang masih menatap kepergian Juan.


"Mengapa kamu tidak mengatakan apapun pada nya? lihat lah dia itu,' ucap Rahel.


"Biarkan saja, dia memang benar-benar putraku," ucap Bian malah tersenyum.


"Aku suka dengan orang yang tidak mudah menyerah dan memperjuangkan apa yang harus nya jadi milik nya sendiri, " Juan tersenyum tipis.


Sedangkan Juan langsung menancap kan gas mobil yang dia bawa dengan cepat ke arah apartemen Elena.


Dia sudah tau apartemen Elena karena anak buah nya pernah melaporkan data wanita itu pada nya. Data yang di dapat kan dari kampus wanita tersebut.


Sesampainya disana Juan segera menujuk ke meja resepsionis untuk meminta kunci cadangan. Awal nya tidak diberi kan pada Juan, namun karena yang yang berbicara sekarang kunci apartemen milik Elena sudah berada di tangan nya.


Juan tersenyum puas saat melihat kunci yang sekarang berada di tangan nya.


Menaiki lift untuk segera sampai di kamar apartemen wanita tersebut.


Saat sudah di depan pintu, senyum nya mengembang seraya membuka kamar milik Elena.


Namun senyuman nya kian pudar kala tidak menemukan sosok yang dia cari.


Kamar itu terlihat masih rapi meski pun penghuni nya sedang tidak berada di sana.


"****, Elena," panggil nya seraya mencari di ruangan yang terdapat di apartemen tersebut bahkan sampai ke kamar mandi milik wanitanya itu.


"Sial, dia sama sekali tidak ada disini. Kamu ada dimana sekarang Elena, aku tidak akan membiarkan dirimu lepas begitu saja dariku, tidak akan. Aku akan mencari mu sampai dapat dan saat aku mendapatkan mu jangan harap lagi aku akan melepas kan dirimu," ucap Juan.


Juan menghubungi anak buah yang dia suruh, namun tidak sesuai yang dia harapkan. Elena sama sekali tidak di temukan juga oleh mereka membuat Juan begitu kesal saat tau jika anak buah nya malah masih mencari di mall.


"Dia tidak berada di mall manapun sekarang, bodoh. Kalian pulang dari sana sekarang," perintah Juan seraya menutup telepon nya.


Juan akhirnya merebahkan diri nya di kasur wanita nya setelah dia melepaskan sepatu nya terlebih dahulu.


Berharap sang pemilik apartemen akan datang segera.


Wangi dari tubuh Elena masih melekat di kasur tersebut. Membuat Juan tersenyum seraya memejamkan mata nya yang sedikit lelah.


Tak butuh waktu yang lama untuk Juan bisa terlelap di kamar wanita nya tersebut.


Pria itu akhirnya tertidur dalam hitungan menit di kamar seroang wanita yang sudah dia klaim sebagai milik nya sendiri.


TBC