Baby Girll

Baby Girll
Part 6



Elena akhirnya hanya bisa pasrah saja. Dia tidak menemukan jalan keluar dari kamar ini sama sekali.


Dia sudah lelah mencari namun tidak kunjung menemukan jalan nya.


Kini Elena hanya bisa terduduk di bawah kasur dengan menyandar pada kasur king size tersebut.


Hingga dia mendengar suara pintu yang terbuka dan menampakkan pelayan yang membawa banyak makanan untuk nya.


"Nyonya, ini makanan nya," ucap pelayan tersebut dengan tersenyum.


"Nyonya?" tanya Elena geli mendengar panggilan itu. Telinga nya terasa aneh saat panggilan itu ditujukan pada nya dan dia seakan terlihat tua saat dipanggil seperti itu.


"Iya nyonya, tuan Juan yang meminta," ucap pelayan itu dengan sopan.


Sudah Elena duga, siapa lagi jika bukan pria itu.


"Aish tapi jangan memanggilku seperti itu, terasa begitu aneh," ucap Elena jujur.


"Maaf nyonya, saya tidak bisa nanti tuan akan marah pada saya. Maaf karena tidak bisa memenuhi permintaan anda nyonya," ucap pelayan tersebut.


"Ck baiklah terserah padamu saja," ucap Elena pada akhirnya.


Elena melirik ke arah pintu yang terbuka karena pelayan tersebut.


Dia tersenyum dalam hati, kini gadis itu sedang menyiapkan ancang-ancang untuk berdiri dan langsung berlari dengan cepat keluar dari sana.


Elena menghitung mundur mulai dari tiga dalam hati nya.


"Nyonya!" teriak pelayan tersebut yang kaget karena Elena yang langsung berlari begitu saja dari hadapan nya.


Pelayan tersebut panik tentu saja, bisa gawat jika Elena berhasil kabur. Juan pasti tidak akan mengampuni nya dan akan memecat nya. Sedangkan dia masih sangat begitu membutuhkan pekerjaan ini untuk diri nya dan keluarga nya.


"Nyonya, tolong jangan berlari, kumohon," lirih nya di akhir kalimat seraya mengejar Elena dengan berlari secepat yang dia bisa.


Elena menoleh ke arah belakang, saat pelayan itu memanggil nya dan tetap mengejar nya.


Elena bingung, dia tidak tahu menahu tentang rumah ini sama sekali. Darimana dia akan keluar dari ruma sebesar itu.


"****, ini aku harus kemana?" panik nya saat pelayan tersebut mulai mendekat dan sekarang malah makin banyak pelayan yang ikut mengejarnya karena suara teriakan pelayan tersebut.


Sampai akhirnya dia malah nyasar ke arah dapur dan membuat pelayan yang sedang bekerja disana kaget.


"Nyonya?" tanya kepala pelayan memastikan.


Elena mengambil pisau membuat mereka semua menjadi terkejut.


"Jangan mendekati ku," ucap nya.


"Nyonya tolong jauhkan pisau nya," ucap kepala pelayan tersebut.


Elena menghiraukan nya dan sekarang malah mendekat kan pisau itu pada leher nya.


"Tunjuk kan pada ku sekarang jalan keluar rumah ini, atau aku bunuh diri di sini!" ancam Elena dengan nada serius padahal dalam hati, wanita itu sudah ketar ketir.


Kepala pelayan tersebut mendekat," nyonya tolong jauhkan pisau nya dari anda,"


"Sudah kubilang jangan mendekati ku! dan tunjuk kan saja pintu keluar nya," teriak Elena dengan nafas yang memburu.


Dia harus keluar dari sini sebelum pemilik rumah ini pulang dan menahan nya kembali.


Kepala pelayan tersebut pun akhirnya mundur karena takut Elena melakukan hal yang nekat.


"Apa yang terjadi disini?"


"Tuan,"


Semua pelayan tersebut membungkukkan badan mereka memberi hormat.


Juan tersenyum miring melihat wanita nya sekarang," heum, padahal aku berkata jika hanya akan pergi sebentar saja dan lihat lah, aku menemukan mu yang membuat ulah baby, apa yang aku katakan tentang makan tadi heum. Apa kau sudah makan baby?" tanya Juan sembari mendekat ke arah Elena.


"Jangan mendekati ku, atau kau akan melihat ku mati disini," teriak Elena.


"Oh benarkah? coba lakukan baby, aku ingin melihat nya," Juan tersenyum smirk sambil bersedekap dada.


Elena mengigit bibir bawah nya, dia sama sekali tidak memprediksi jika lelaki itu malah menyuruh nya.


Masa dia harus benar-benar melakukan itu, dia belum mau mati dan bodoh saja jika dia melakukan nya sendiri.


"See! kau tak berani, aku sudah yakin itu," Juan tersenyum mengejek dan Elena tidak suka dengan itu.


Dia seperti sedang di tantang, karena emosi Elena akhirnya melukai leher nya sendiri membuat Juan terkejut.


Dengan cepat pria itu menangkup tangan Elena dan mengambil pisau nya dan melemparkannya ke sembarang arah.


Elena meringis, dia tidak menggores terlalu dalam namun dapat menimbulkan rasa yang begitu amat perih.


"Dasar wanita bodoh! apa yang kau lakukan hah," bentak Juan yang khwatir.


"Kenapa hah! bukan nya itu maumu, seharusnya kau tak mengambil pisau nya agar aku mati saja. Itu mau mu kan," sentak Elena.


"****, diam!" bentak Juan lagi.


Pria itu menggendong Elena akan bridal style tak peduli dengan rontaan dari Elena serta umpatan dari bibir manis itu.


Juan dengan langkah lebar dan cepat nya membawa Elena ke kamar nya.


Juan langsung membuka pintu dengan mengetik pin dengan sebelah tangan nya.


Setelah nya pria itu meletakkan Elena di kasur king size milik nya.


Juan melepas dasi nya dengan terburu - buru dan langsung mengikat tangan wanita itu dengan sangat kuat dan simpul mati.


Dia tidak ingin wanita nya itu melakukan hal aneh lain nya. Untuk menghindari itu Juan terpaksa harus melakukan hal itu.


"Hey, apa yang kau lakukan, lepaskan tangan ku sialan," ucap Elena yang membuat Juan mendesis tajam.


Dia tidak suka dengan kata-kata kasar yang keluar dari mulut Elena. Belakangan ini dia membiarkan nya karena masih sabar saja dan sekarang Juan sangat tidak menyukai nya. Dia tidak ingin Elena membiaskan diirinya mengatakan hal yang buruk.


"Sekali lagi kau berbicara kotor, akan aku bungkam mulut mu itu," tekan Juan.


Elena tidak takut, Elena malah menatap mata Juan dengan tatapan nyalang.


"Kau brengsek, bajingan, kau seperti babi," umpat Elena yang membuat Juan menggeram.


"Kau yang memancing dirimu baby," ucap nya.


Dan sedetik kemudian Juan langsung membungkam bibir milik Elena dengan bibir nya.


Elena berusaha melepas namun tidak bisa karena keadaan tangan nya yang masih terikat.


Hal itu tentu saja menguntungkan Juan, Juan dengan kasar ******* bibir itu dengan begitu rakus nya.


Tak memberi waktu jeda untuk Elena nya karena bibir itu begitu manis dan mengait nya candu.


Juan baru melepas nya saat Elena yang seperti kehilangan napas. Dan benar saja setelah dia melepaskan ciuman nya, Elena langsung meraup udara dengan sebanyak-banyaknya.


"Katakan lah lagi kata kotor di depan ku, jika kau sangat ingin aku mencium mu seperti tadi baby, aku akan senang hati melakukan nya," ucap nya mengelus bibir bengkak Elena karena ulah nya.


Juan kembali melirik ke leher wanita nya yang kini semakin banyak mengeluarkan darah, dia sampai melupakan hal itu.


"Tunggu sebentar," ucap Juan.


TBC