
Rahel akhirnya sampai di sebuah gedung yang dahulu nya adalah milik dari suami nya dan sekarang kini sudah berpindah kepada anak nya sebagai penerus perusahaan itu.
Banyak karyawan yang menyapa nya yang di balas ramah oleh Rahel. Karena dia sudah sering kemari dan Sering mengenali banyak karyawan di kantor tersebut.
"Aldrich," panggil Rahel yang melihat Aldrich tengah berkutat dengan pekerjaan nya.
Ruangan nya dengan Juan memang saling berhadapan.
"Eh Tante," ucap Aldrich yang melihat kedatangan wanita paruh baya itu.
Rahel menyipitkan mata nya melihat keadaan Aldrich yang agak berantakan, mata pria itu terlihat bengkak dan sedikit kehitaman.
"Ada apa dengan mu Aldrich? penampilan mu hari ini em tidak seperti biasanya, apa kau sedang sakit? bagiamana bisa kau bekerja, apa Juan yang memaksamu?" tanya Rahel dengan beruntun.
Bagiamana pun juga Rahel sudah cukup lama mengenal Aldrich. Sejak Juan dan Aldrich berteman sewaktu SMP dan Juan selalu mengajak Aldrich bermain ke rumah mereka.
Oleh sebab itu, Rahel juga sudah menganggap nya seperti anak nya sendiri.
"Eh enggak ko Tan, Jaun gak maksa, emang kerjaan lagi banyak banget nih Tan," ucap Aldrich dengan lesu sembari sebagian ucapan nya bohong.
Tidak mungkin Aldrich memberitahu pada Rahel tentang bagiamana Aldrich meminta nya mengerjakan pekerjaan semalaman dan dilanjutkan sekarang sampai jam pulang nanti. Bisa-bisa Juan akan menambahkan pekerjaan nya karena mengadu pada Rahel.
"Astaga, liat lah diri mu itu, wajah mu begitu kusut sekali seperti pakaian yang tidak di setrika, kalian ini jangan memforsir tenang kalian, pikirkan kesehatan kalian juga," nasehat Rahel yang tak ingin mereka sakit hanya karena terlalu memaksa diri sendiri.
"Ya Tan,"
"Juan ada di dalam tidak? Apa dia menceritakan tentang seorang wanita pada mu?" tanya Rahel.
"Juan ada di dalam Tan, dan Tante tau soal wanita itu ?" tanya Aldrich yang terkejut.
"Jadi dia sudah memberi tahu mu ya, you know, he is crazy," balas Rahel sembari menggeleng - geleng kan kepala nya.
"Yes he is," ucap Adlrich terkekeh.
"Tante akan masuk," ucap Rahel yang diangguki oleh Aldrich.
"Sudah ku katakan jangan menganggu ku lagi Aldrich," ucap Juan yang tetap fokus pada laptop nya tanpa melihat siapa yang datang.
Dia kesal pada Aldrich yang menggoda dirinya tadi dan mengejek nya karena tergila-gila dengan wanita.
"Apa mom mengganggu mu?" tanya Rahel yang langsung duduk di kursi yang berada di depan Aldrich.
Dia masih ingat Rahel harus selalu ikut untuk menemani nya kerja bahkan ke luar kota dan negeri sekalipun, Rahel tak pernah tertinggal sama sekali.
"Biarkan saja, mom hanya ingin menemui mu. Apa kamu jadi mencari Elena?" tanya Rahel.
"Tidak," balas Juan menjawab namun tetap sambil mengerjakan pekerjaan nya.
Rahel ragu akan hal itu, kemarin saja pria itu begitu menggebu-gebu saat ingin menemukan Elena dan sekarang Juan malah tidak terlihat tertarik dengan topik tentang Elena yang membuat Rahel heran.
"Really? mom tidak percaya, kau tidak menyembunyikan nya lagi kan Juan!!" ucap Rahel.
Jika saja apa yang dia pikirkan itu benar, sungguh Juan benar-benar sudah keterlaluan karena merampas kebebasan orang lain dengan seenak diri nya.
Juan memutar bola mata nya malas,
"Mau mommy apa sebenernya? mommy bilang jangan memaksakan nya right, si aku bahkan tidak tau dia sekarang dimana,"
"Itu aneh, jadi kamu sudah tak menginginkan nya?" tanya Rahel.
"Mommy kepo deh, mommy pulang aja sekarang, aku mau kerja," ucap Juan kembali.
"Kau mengusir mommy?" sinis Rahel mendengar apa yang di katakan oleh Juan.
"Terserah jika mom menanggapi nya begitu,"
"Ck, awas saja. Jika mommy menemui Elena terlebih dahulu, akan ku katakan dia untuk menjauhi mu," kesal Rahel beranjak dari tempat nya.
"Mommy coba saja, karena aku tak akan membiarkan hal itu sampai terjadi," gumam Juan tersenyum smirk.
"Tan," sapa Aldrich setelah Rahel keluar dari ruangan milik Juan.
Rahel sama sekali tidak membalas sapaan dari Aldrich dan tetap melanjutkan langkah nya dengan wajah kesal dan masam nya.
Aldrich mengerti apa yang terjadi karena hal itu sudah biasa terjadi.
"Mereka pasti cekcok lagi," guma Aldrich kecil.
Ibu dan anak itu Menag terkadang berbeda pendapat dan akhirnya ribut seperti itu.
TBC