Baby Girll

Baby Girll
Part 22



"Sebenarnya dia itu mau kemana sih malam-malam begini," ucap Naina dengan khawatir. Terlihat sangat kentara dari raut wajah nya.


Siapa pun yang melihat nya pasti akan bertanya-tanya apa yang sedang dipikirkan oleh wanita itu.


Naina tak melepaskan pandangan nya dari Dendy yang terlihat amat terburu-buru keluar rumah.


Pria itu hanya pamit mengatakan jika sedang ada urusan di kantor. sangat mendadak sekali dan tidak seperti biasanya.


Naina mencoba untuk berpikir positif namun tidak bisa karena entah mengapa jantung nya berdetak dengan sangat tidak karuan, seakan menandakan ada sesuatu yang terjadi.


Naina menatap kepergian suaminya dengan mengintip dari gorden kamar nya. Wanita itu kini hanya bisa berdoa agar tidak terjadi apa-apa.


***


"Loh kok dikunci sih," gumam Elena saat hendak membuka kamar milik Quela.


Dia sudah mengetuk pintu kamar Quela beberapa kali namun karena tidak ada jawaban, Elena memutuskan ingin masuk namun ternyata pintu nya dikunci.


"Quela, buka pintu nya, aku tau kamu ada di dalam. Apa kamu sudah tidur?" tanya Elena namun tak kunjung ada jawaban.


Elena mengehela nafas kecil, seperti nya Quela memang sudah tertidur pulas sampai tak mendengar panggilan nya.


Elena akhirnya memutuskan untuk kembali ke tempat nya dan pada akhirnya kedua nya menjadi tidur terpisah untuk pertama kali nya di rumah Quela.


Elena tidak langsung tidur, wanita itu kini menatap langit-langit kamar nya memikirkan jika besok adalah hari Senin.


"Aishh, aku tidak suka hari Senin," ucap nya sembari menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh nya.


Perlahan Elena memejamkan mata nya dan tak beberapa lama wanita itu pun menyelam ke alam mimpi nya.


***


"Mom, aku berangkat duluan," ucap Quela seraya mencium pipi Naina.


"Pagi benget sayang, bukan nya ini masih belum waktu nya kamu masuk kuliah?" tanya Naina yang terheran melihat Quela sudah rapi dengan menenteng tas nya.


"Jangan dibiasakan Quela, tidak baik. Awas nanti mommy laporkan sama Daddy ya," ucap Naina.


"Eh jangan mom," panik Quela, bisa habis dia.


"Yaudah kamu sarapan dulu ini, mommy udah nyiapin loh," ucap Naina.


"Enggak usah mom, nanti aja pas udah nyampe di kampus, keburu gak sempat mom. Aku pamit mom, bye," ucap Quela dengan cepat tanpa menunggu tanggapan dari Naina lagi.


"Dasar anak itu," gumam Naina mengelus dada nya sabar.


Tak lama, suami nya pun turun dan menghampiri meja makan.


Tadi malam Naina menunggu kedatangan David hingga saat pria itu pulang jam 2 pagi.


Tapi David tidak tahu akan hal itu karena dia berpura-pura untuk tidur, mana bisa dia tidur saat suami nya saja masih di luar sana.


"Mas tadi pulang jam berapa?" tanya Naina memancing.


"Ah itu sayang, aku pulang tadi pagi, kau sudah tidur saat itu," balas David.


"Jadi, apa urusan di kantor mu sudah selesai?" tanya Naina.


"Sudah, bukan masalah besar," ucap David.


"Begitu ya?" tanya Naina.


"Ada apa sayang? apa ada yang menganggu pikiran mu?" tanya David saat melihat raut wajah Naina yang berbeda.


"Aku kemarin menelepon asisten mu meminta nya untuk membantu mu, tapi katanya tidak ada seorang pun di kanto kecuali Satpam," ucap Naina dengan telak mampu membuat David menjadi bungkam.


Tak disangka nya Naina akan melakukan itu.


TBC