
David tidak bergeming dari tempat duduk nya. Pria itu terdiam dengan wajah yang mengeras menahan emosi setelah mendengar kan semua penjelasan dari putri nya itu.
"Kamu keluar sekarang," ucap David dengan nada yang amat dingin.
"Dad," ucap Quela lirih dengan wajah yang memelas serta takut yang terlihat kentara sekali di wajah nya.
Sungguh, Quela tidak berbohong, wajah David sangat tidak bersahabat dan ini pertama kali nya Quela melihat David seperti ini.
Dia menjadi menyesali keputusan nya yang memberi tahu pada David, jika tau begini mungkin Quela lebih memilih untuk menutupi hal ini saja.
"Keluar sekarang!!" bentak David tegas seakan tidak mau di bantah.
"Sorry dad," Quela menunduk dan bernajak dari duduk nya. Dengan perlahan dia keluar dari ruangan kerja David dan menutup pintu nya dengan pelan pula.
Bergegas menuju ke kamar nya sendiri dengan langkah cepat sembari memukul kepala nya sendiri.
Di sisi lain, David memandang kepergian Quela dengan sendu.
Tangan nya mengepal dengan keras dan juga begitu erat. Tidak menyangka hak seperti ini terjadi dan putri nya ikut terlibat dengan apa yang telah menimpa Elena.
Elena hanya ingin menjemput putri nya yang tengah galau di club dan malah berakhir hancur seperti ini dan dia baru mengetahui nya sekarang.
Melihat Elena yang baik-baik saja di rumah nya membuat David berpikir jika Elena tidak memiliki masalah namun berbeda dengan kenyataan nya.
David ingin berteriak rasanya sekarang. Dia merasa gagal menjaga putri nya serta Elena. Dia juga sudah menganggap Elena sebagai putri nya sendiri.
Sekarang, entah bagaimana dia harus mengatakan hal ini pada orang tua Elena. Dia tidak tahu bagaimana cara memberitahu nya.
Keluarga gadis itu pasti akan kecewa, Merkea berpikir jika Putri mereka baik-baik saja di tanah air.
"****, aku harus mencari pria brengsek yang sudah berani menghancurkan Elena. Berani nya dia!" geram David seraya menghubungi orang-orang nya.
***
Elena akhirnya memutuskan untuk menunggu, namun beberapa jam terlewat dan hampir memasuki tengah malam, Quela tak kunjung datang juga membuat Elena akhirnya memutuskan untuk turun mencari Quela.
Di ruang keluarga Quela sama sekali tidak ada, dia pikir gadis itu masih menonton.
Pilihan selanjutnya adalah kamar gadis itu, siapa tau Quela tertidur di sana.
"Eh om, om mau kemana malam-malam begini?" tanya Elena saat melihat David yang terlihat terburu-buru.
David menoleh kepada Elena dan menatap wanita itu dengan tatapan dikit diartikan.
"Ekhem, om mau keluar sebentar, ada urusan," jawab David.
"Oh begitu, hati-hati om, udah malem," ucap Elena yang diangguki oleh David.
David tersenyum tipis, melihat Elena yang masih menunjukkan seperti tidak terjadi apa-apa dan masih seperti dulu membuat nya sedikit lega.
Setidak nya Elena tidak melakukan hal yang aneh-aneh, seperti mengakhiri hidupnya contoh nya.
Tangan David terulur mengelus rambut Elena dengan lembut. Dia tidak akan membiarkan senyum wanita itu hilang, dia akan mencoba memperbaiki masa depan nya.
"Tidurlah, mengapa masih berkeliaran Hem?" tanya David dengan lembut.
"Em, aku sedang mencari Quela om, dia tidak ke kamar yang biasa nya kami tempati. Makanya sekarang aku mau ke kamarnya," ucap Elena yang menikmati elusan di kepala nya.
"Ah, coba saja, pasti Quela ada disnaa," sahut David.
"Iya om," ucap Elena yang akhirnya melangkah kan kaki nya.
"Seperti nya Quela memikirkan hal ini kembali, apa aku terlalu keras padanya tadi," gumam David merasa bersalah karena sudah membentak putri kesayangan nya itu.
TBC