
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Aldrich saat melihat sang kekasih malah datang ke kantor.
Dia kaget dengan kedatangan Quela ke kantor tanpa memberitahu pada nya terlebih dahulu.
Quela mengerucutkan bibir nya.
Aldrich tau, jika sudah seperti ini pasti gadis itu ada mau nya.
"Kamu bolos Hem?" tanya Aldrich menyipitkan mata nya.
Dia hapal luar kepala jadwal kuliah gadis itu.
"Hehe iya, aku lagi mau bolos, i need you," ucap Quela.
"Tapi aku kerja sayang, and aku gak suka kamu bolos-bolosan kayak gini lagi. Jangan bikin jadi sebuah kebiasaan ," ucap Aldrich mengetuk jidat milik sang kekasih.
"Aswhh," Quela meringis saat Aldrich tiba-tiba menyentil kening nya.
"Yaudah kamu mau nungguin aku kerja dulu?" tanya Aldrich menawarkan.
"Boleh deh, aku kan belum pernah," ucap Quela dengan antusias.
Aldrich menganggukkan kepala nya lalu membawa Quela ke dalam ruangan nya.
"Kamu duduk disini dulu, kalo bosen main game nih pake hape aku," ucap Aldrich memberikan ponsel nya yang langsung saja di terima oleh Quela.
Setelah memastikan Quela duduk dengan tenang, Aldrich kali kembali ke meja kerja nya dan sebelum itu dia menyempatkan diri untuk memesan cemilan untuk dimakan oleh gadis nya itu.
Melihat Quela yang sudah asik dengan ponsel nya membuat Adlrich tersenyum tipis.
Rasanya Aldrich menjadi lebih semangat daripada sebelum nya.
Karena keberatan Quela yang dekat dengan nya lah uang membuat energi nya menjadi bertambah.
Kelak ia ingin sekali seperti ini, membawa gadis itu disaat bisa bekerja kemanapun untuk menemani nya.
Sedangkan Quela sibuk dengan dunia nya sendiri. Seperti biasa, dia akan selalu mengecek handphone milik Aldrich.
Bahkan sampai pada pencarian histori internet nya juga selalu dia cek.
"Ih wallpaper nya kok ini sih," ucap nya saat melihat wallpaper hp Aldrich yang menampilkan wajah nya yang tengah makan dan itu adalah Poto aib.
"Masuk," ucap Aldrich dari dalam.
"Taruh di meja saja," ucap Aldrich.
Ternyata makanan yang sia pesan duan datang.
"Woahh, ini buat aku semua nih," ucap Quela bersemangat tentu saja. Dia tidak sempat untuk sarapan dari rumah dan hal itu membuat nya menjadi lapar.
"Tau aja lagi laper," ucap Quela yang langsung mengambil cemilan di depan nya.
"Emang kamu tidak sarapan?" tanya Aldrich saat mendengar jika Quela lapar.
"Enggak," ucap nya.
Sedetik kemudian Quela meruntuki bibir nya yang keceplosan.
"Kamu belom makan?" tanya Aldrich dengan mata tajam.
"Hehe lupa," ucap Quela menyengir lucu namun tak membuat Aldrich melunturkan wajah data nya.
Aldrich langsung menghampiri gadis itu dengan tatapan tajam nya.
"Bagun, ayo makan Sekarang," titah Aldrich dengan tegas. Dia tidak ingin Quela Sampai memiliki sakit maagh.
"Jangan marah," cicit Quela.
"Aku gak marah, ayo cepet!!" ucap Aldrich kembali.
"Yaudah, tapi jangan natep aku kayak gitu, gak suka," Ucap Quela jujur.
Adlrich mengalah dan mencoba tersenyum. " Yaudah ayo" ucap nya yang langsung mengandeng tangan gadis ya itu.
Sekali lagi, Aldrich menyentil jidat Quela dan kali ini sedikit lebih keras dari yang sebelum nya.
"Sakit tauu, kamu kebiasaan banget kayak gitu," omel Quela yang tidak ditanggapi oleh Aldrich.
TBC