Baby Girll

Baby Girll
Part 10



"Kamu yakin sayang mau turun disini? biar Tante anterin Sampe depan aja ya," ucap Rahel pada Elena yang ingin turun dari mobil padahal dia belum sampai di rumah Elena.


Elena malah ingin turun di depan gang menuju rumah yang di katakan oleh Elena.


"Gapapa mom, aku turun disini saja. Takut ngerepotin Tante nanti nya," ucap Elena dengan wajah tidak enak nya.


"Tidak sama sekali sayang, biarkan tante sampai rumah kamu ya, kan dekat," ucap Rahel kembali.


"Ah gapapa Tan, nanti di depan jalan nya udah kecil jadi gak bisa masuk mobil," ucap Elena.


"Begitu ya, yaudah Tante ikutan turun nanti," ucap Rahel yang merasa tidak di repot kan sama sekali. Dia memang ingin sekalian mampir ke tempat gadis itu.


Elena mengigit bibir nya gelisah, mau dia bawa kemana ibunda Juan, orang dia sama sekali tidak tinggal di daerah itu.


Elena sengaja mengarahkan kesini dengan tujuan agar Rahel mengira dia tinggal disini padahal dia tinggal di apartemen.


Dia tidak ingin wanita paruh baya itu tau tempat tinggal nya, Elena berencana untuk tidak berurusan lagi dengan mereka.


"Em jangan Tan, em itu, nanti Juan sadar jika kita sudah pergi. Tante bisa pulang sekarang Tan takut nya Juan mencari," ucap Elena mencari alasan.


"Kau benar, dia pasti langsung pulang saat aku minta izin tadi, em baiklah jika begitu, jaga dirimu ya. Jika ada apa-apa beritahu Tante. Kapan-kapan tante akan berkunjung kemari," ucap Rahel dengan tersenyum.


"Siap Tan," ucap Elena tersenyum sembari menunjukkan deretan gigi nya yang rapi.


Elena mengehela nafas saat Rahel sudah menjauh dari tempat itu.


"Sekarang aku harus segera ke apartemen em seperti nya kerumah Quela deh," gumam nya.


Elena menepuk jidat nya dengan keras dan ingin sekali berteriak sekarang.


"Ahh goblok, kamu gak tidak membawa apapun Elena, bagaimana kamu bisa Medan gojek, duit juga gak bawa lagi," runtuk nya.


"Asihh," kesal nya.


Elena akhirnya berjalan keluar dari gang, berharap menemukan angkutan yang bisa membawa nya pulang.


Mata nya langsung berbinar saat melihat tukang ojek pengkolan. Elena segera menuju kesana dan meminta untuk diantarkan ke rumah Quela.


"Mudah-mudahan Quela ada di rumah," gumam Elena.


Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya Elena sampai di depan rumah Quela.


"Em tunggu sebentar ya pak, saya nunggu teman saya dulu," ucap Elena pada ojek itu.


Untung saja tukang ojek itu mah menunggu dan mengangguk kecil.


"Quela, Quela," panggil nya di luar gerbang.


Pintu gerbang akhir nya terbuka menujuk kan satpam yang berjaga di rumah Quela.


"Eh non Elena, masuk non," ucap Satpam yang kerap di panggil Dimas itu.


"pak Quela ada di yang kan ya?" tanya nya.


"Ada non di dalem," balas Dimas.


"Pak boleh minjem duit gak, Nanti Elena balikin. Elena lupa bawa duit,maubayar ojek," pinta Elena.


"Oh boleh non, emang berapa non," ucap Dimas merogoh kantung nya.


"50 ribu aja pak,"


"Ini non," Dimas langsung memberikan uang nya pada Elena dan segera Elena berikan pada tukan ojek nya.


"Makasih hang Pak Dimas, nanti Elena ganti ya," ucap Elena tersenyum. Elena merasa bersyukur sekali.


"Ya non, sama-sama," balas pak Dimas.


Karena sudah sering kesana, Elena langsung menuju ke arah kamar Quela. Dia sangat yakin di jam seperti ini jika Quela di rumah pasti berada di kamar nya.


"Quela," ucap nya seraya membuka pintu kamar Quela.


Dan dia dikejutkan dengan keadaan Quela yang berantakan. Lihatlah mata gadis itu juga sembab.


"Astaga Quela, kamu kenapa? katakan padaku. Apa ini gara-gara Alrdrich lagi? apa dia menyakiti mu lagi? **** pria itu Memang benar-benar!" desis Elena yang sudah berada di samping Quela.


Quela menatap Elena yang masih menyerocos dan langsung memeluk gadis itu.


"Huaaa Elena akhirnya kamu pulang juga, aku takut kau kenapa-kenapa. Saat aku ke apartemen mu kau tak ada di sana sama sekali dan ponselmu ada di sana. Beberapa hari ini aku sangat mencemaskan mu El," ucap Quela.


"Aduh lepas dulu, kau memeluk ku terlalu erat Quela, aku hampir tidak bisa bernafas," Elena sedikit mendorong tubuh Quela agar melonggarkan pelukan mereka.


"Katakan kau kemana saja hah! kenapa tidak memberi tahu padaku. Apa kau tidak tau bagaimana takut nya ku hah? ish," Quela memukul lengan Elena cukup kuat.


"Aduh kau ini, sakit tau." ucap Elena.


Elena akhirnya menceritakan semua pada Quela dari awal sampai akhir dan bagaimana bisa dia sampai disini.


"Hah? sungguh? pria itu pasti sudah gila Elena.Kau harus berjauhan dari nya." ucap Quela dengan menggebu-gebu.


Dia tidak terima saat pria itu bersikap seenaknya pada Elena.


Belum menikah saja, sudah di culik dan di kekang seperti itu apalagi jika sudah menikah, Quela tidak sanggup membayangkan nya.


Dari yang dia dengar kan dari Elena, pria itu tipe yang posesif sama saja sebenernya dengan kekasih nya Aldrich.


Tapi tetap saja, pria yang bernama Elena lebih parah dari Aldrich.


"Maka dari itu aku kemari," ucap Elena.


"Jadi kau tidak papa? kupikir kau begini gara-gara Aldrich," lanjut Elena.


"Aku begini karena mu! aku dan Aldrich sudah baikan," ucap Quela tersenyum.


"Maaf sudah mengkuatirkan mu," ucap Elena. Dia sangat senang memiliki Quela yang begitu perhatian pada nya.


Hanya gadis dan keluarga Elena saja yang menjadi keluarga nya di Indonesia sekarang.


"Tak apa, yang penting kau sudah berada disini, aku hampir menelpon Daddy untuk segera pulang," ucap Quela.


"Kau tidak jadi memberitahu kan?" tanya Elena yang diangguki oleh Quela. Dia tak ingin terlalu merepotkan apalagi Daddy Quela sedang bekerja di sana.


"Lalu bagaimana dengan Aldrich? bukan nya dia selingkuh. Bagaimana mungkin kamu memaafkannya begitu saja?" tanya Elena.


Sungguh, Elena begitu membenci yang namanya penghianatan dan selingkuh. Jika saja pasangan nya berselingkuh maka dia tidak akan memberikan kesempatan untuk itu.


"Em hanya salah paham saja. Gadis itu ternyata anak teman bisnis bos nya," ucap Quela.


"Baguslah jika memang begitu," ucap Elena lega.


Masih teringat jelas bagaimana Quela yang seperti orang gila saat melihat Aldrich bersama dengan wanita lain.


"Ah iya, aku tadi minjem uang pak Dimas, pinjem uang mu yah, aku takut Pak Dimas membutuhkan uang nya nanti," ucap Elena.


"Tunggu sebentar aku ambil dulu," ucap Quelaa.


"Nih,"


"Thanks,' ucap Elena menuju ke bawah kembali untuk memberikan uang nya pada Dimas.


TBC