
Thecno tiba... Thecno sangat terpukul melihat TharnType bersimbah darah... Thecno menangis lalu membantu mereka ke ambulance untuk segera ditangani...
Thecno "Type ada apa...Kenapa dengan kalian???"
Type "Tharn tertembak karena menyelamatkanku..."
Thecno "Type..."(menangis)
Type "Tolong selamatkan tharn... Aku mohon... Tolong tharn..." (lalu type pingsan)
Mereka tiba dirumah sakit... TharnType ditangani tepat bersebelahan... Type mengalami luka pada kepalanya dan penanganan selesai namun menyadarkan diri masih pingsan... Tharn dibantu alat pernafasan dan petugas berusaha mengeluarkan dua buah peluru pada dada dan perut tharn... Penanganan cukup terkendala karena tharn benar benar hilang kesadaran... Peluru berhasil dikeluarkan tetapi tharn dalam masa kritis...
Dyana mendapat kabar apa yang dialami tharn dan type setelah melepon hp tharn dan thecno menjawabnya...
Dyana sangat syok dan memeluk ibunya... Ibunya tidak berani berkata apa apa dan ikut menangis... Ayahnya datang... Dan kembali menekankan kepada dyana...
Mr W "Ini akibatnya jika kamu melawan ayah... Ingat kata kata ayah... Jauhi dia jika kamu ingin dia selamat..."
Dyana menangis dan tidak menjawab ayahnya...
Tharn masih kritis dan type sudah ditangani dan kondisi type baik baik saja walaupun masih belum menyadarkan diri... Thecno menangis ketakutan dan ingin mencoba menghubungi ayah type... Tetapi thecno mengurungkan niatnya karena mendapatkan kondisi type sudah membaik... Thecno coba mengecek keadaan tharn... Tharn koma dan alat bantuan nafas terpasang...
Thecno "Aku tidak mengenalmu tharn... Tetapi yang aku tahu type sangat mencintaimu... Aku hanya merasa bayang bayang tharn TK yang dilihat type padamu... Tetapi melihat kamu terbaring seperti ini karena menyelamatkan sahabatku... Aku berharap kamu segera pulih... Aku tidak mau type kehilangan orang yang dia cintai untuk kedua kalinya"
Thecno kembali ke tempat type...
Pagi pukul 07.30...
Thecno tidur duduk disamping type menjaga type... Type bangun...
Type "THARN..."
Thecno terbangun...
Thecno "Type... Kamu sudah sadar... Syukurlah..."
Type "Thecno... Kenapa begitu gelap... Dimana tharn..."
Thecno (kebingungan) "Gelap??? (Thenco coba mengayunkan tangan beberapa kali kearah type) Type apakah kamu baik baik saja???"
Type "Aku tidak bisa melihat apapun... Sangat gelap... DIMANA THARN!!!" (Gelisah)
Thecno sangat kebingungan kenapa type mengatakan gelap sementara disana sangat terang dan hari sudah pagi...
Thecno "Type... Tharn baik baik saja... Tharn masih dirawat... Kamu tenang dulu ya..."
Thecno menghubungi dokter...
Dokter pun datang memeriksa mata type...
Dokter pun menjelaskan...
Dokter "Pukulan yang terkena dikepala type menyebabkan kebutaan... Kita akan terus berusaha untuk membantu semoga ada jalan keluar untuk masalah ini.."
Thecno sangat terkejut...
Menangis memeluk type...
Type tersenyum dan berkata...
Type "Aku tidak apa apa... Aku menyelamatkan tharn... Dan sekarang aku kehilangan penglihatanku... Aku tidak menyesalinya.."
Thecno "Type... Jika tharn tk melihatmu begini... Dia akan sangat kecewa type..."
Type "Thecno aku mau temui tharn... Tapi jangan sampai dia tahu keadaanku..."
Thecno terdiam sesaat...
Type "Thecno... Bawa aku jumpai tharn..."
Thecno "Type... Nanti ya... Kamu istrahat dulu... Aku janji akan membawamu menemui tharn..."
Type tetap bersikeras
Type "BAWA AKU JUMPAI THARN SEKARANG!!!"
Thecno pun kebingungan...
Dann tidak mengerti harus bagaimana...
Thecno "Baiklah type... Tapi kamu janji harus tetap tenang... Apapun keadaannya nanti..."
Type "Ada apa dengan tharn..."
Thecno diam saja...Lalu membawa type dengan kursi roda untuk menemui tharn... Mereka tiba diruangan dimana tharn berada...
Thecno pun mengatakan yang sebenarnya...
Thecno "Type... Kita sudah ditempat tharn berada... Tetapi tharn..."
Type "Tharn kenapa!!!"
Thecno "Tharn koma dan belum sadar..."
Type (menangis) "THARN!!! Aku harus bagaimana... Aku mohon tharn... Sadarlah..."
Thecno pun mengajak type untuk pergi... Karena kondisi tharn belum bisa terlalu lama dijenguk...
Thecno "Type kita harus pergi dulu... Biarkan tharn istirahat... Semoga tharn bisa secepatnya sadar..."
Type "Aku mau tetap disini... Aku tidak mau pergi..."
Thecno "Type... Tolonglah... Kamu harus pahami keadaan tharn..."
Type "Tharn aku pergi dulu... Aku butuh kamu sebagai pengganti mataku untuk melihat dunia..."
Kemudian thecno membawa type pergi kembali keruangannya... Type menangis sepanjang perjalanan... Thecno juga meneteskan air mata melihat keadaam yang dialami sahabatnya...
Siang pukul 13.00...
Thecno menerima surat dari pihak GREY HOSPITAL yang menyatakan TharnType digugurkan dari peserta calon dokter... Thecno menjadi semakin sedih... Type menceritakan semua permasalahan... Dimulai dari type yang pergi ke sebuah tempat yang dikira ditunjukkan dyana dan ternyata adalah jebakan ayahnya... Thecno sangat kecewa dengan type yang nekad membuat dirinya menjadi seperti sekarang... Thecno menceritakan surat kiriman GREY HOSPITAL yang menggugurkan TharnType dari peserta... Type memohon kepada thecno untuk perjuangkan tharn dan meminta pihak GH menarik pengguguran tharn dari peserta... Thecno sudah berusaha dan perusahaan tetap menolaknya... Type kembali sangat terpuruk.
1 Bulan berlalu...
Type meminta thecno membawanya kerumah sakit untuk menjenguk tharn seperti keseharian biasanya mereka mendatangi tharn... Mereka hendak mendatangi tharn yang sudah dipindahkan diruangan biasa...
Mereka tiba di rumah sakit dan menuju ruangan tharn... Thecno dikagetkan oleh apa yang dilihat...
Thecno "Type... Tharn tidak ada ditempat tidurnya..."
Type "Tharn dimana..."
Thecno "Sebentar..."
Thecno membalikkan badannya hendak mencari tharn... Tetapi thecno dikagetkan oleh seseorang yang tegak dibelakangnya...
Thecno "THAA..."
Tharn berdiri tepat didepan thecno dan tharn meminta thecno diam dengan bahasa isyarat...
Type berdiri dan membalikkan badan memanggil thecno...
Type "Thecno... Tharn dimana..."
(Sambil meraba2kan tangannya kearah depan)
Padahal tharn berada tepat didepannya...
Thecno hanya diam dengan mata berkaca kaca... Type melangkah beberapa langkah kedepan dan tharn tepat berada didepannya...
Mata tharn berkaca kaca dan menatap type dengan penuh kesedihan.
Tharn "Aku didepanmu type..."
Type "THARNNNNN!!!"
Type sangat bahagia dan langsung memeluk tharn... Tharn membalas pelukan type...
Tharn
"Type... Maafkan aku... Maafkan aku..."
(Menangis)
Type "Tharn aku baik baik saja... Aku hanya kehilangan penglihatanku... Aku tidak masalah dengan keadaanku... Aku lebih baik kehilangan penglihatanku... Daripada kehilangan kamu tharn..."
Tharn memeluk type sangat erat...
(tharn meneteskan airmata)
Tharn "Aku berjanji akan selalu menjadi matamu type...Aku akan selalu menjagamu..."
Thecno "Sejak malam kejadian itu... Type kehilangan penglihatannya... Satu bulan kamu koma tharn... Setiap hari setiap detik type selalu memikirkan mu... Bahkan dia tidak peduli dengan keadaan dirinya sendiri..."
Type "Tharn... Aku tidak masalah dengan keadaanku... Asalkan bisa selalu bersamamu dan menemanimu... Itu sudah cukup buat aku..."
Tharn (hanya diam dan terus memeluk type)
Dyana dikirim ayahnya keluar negri...
Dyana menuruti kemauan ayahnya...
Sejak itu tharn tidak pernah lagi berhubungan dengan dyana...
Tharn mengetahui bahwa dia telah digugurkan dari perserta GH... Tharn kecewa namun tidak ada yang bisa dilakukannya... Tharn memilih untuk merawat type dan menemani type... Tharn menyewa sebuah rumah sederhana dan membawa type bersamanya... Dikarenakan kondisi keuangan yang kekurangan... Tharn berkerja serabutan untuk membiayai pengobatan type dan kebutuhan sehari hari... Thecno coba mencegah dan meminta untuk tinggal dengannya... Tetapi tharn bersikeras mampu untuk berusaha sendiri dan type juga menyetujuinya...
Tharn "Terimakasih thecno untuk semuanya... Aku akan membawa type bersamaku... Dan aku berjanji akan selalu menjaganya..."
Thecno "Jika butuh sesuatu... Jangan lupa untuk menghubungiku Tharn... Type dan aku bersahabat sudah sangat lama... Banyak hal yang aku ketahui tentang type... Sudah banyak pendertiaan yang dilaluinya..."
Tharn "Apa aku bisa bertanya satu hal???"
Type sedang tidur...
Tharn coba mempertanyakan beberapa hal kepada thecno...
Thecno "Silahkan tharn..."
Tharn "Siapa tharn yang sebelumnya ada dihidup type... Dan apa yang terjadi???"
Thecno
"Dulu type sangat membenci tharn..."
"Karena type membenci gay..."
"Kemudian mereka mengalami banyak hal..."
"Dan akhirnya type mencintai tharn..."
"Mereka menjalani hubungan dan tinggal bersama selama 7 tahun..."
"Kemudian mereka menikah..."
(sambil menunjukkan foto pernikahan type)
"Mereka sangat bahagia..."
"Satu minggu setelah pernikahan..."
"Tharn mengalami kecelakaan meninggal dunia..."
"Type sangat terpukul dan menutup dirinya..."
"Bahkan aku sangat sulit bertemu dengannya..."
"Type setiap hari menangis..."
"Kemudian suatu saat dia memutuskan untuk bangkit..."
"Dia ikut pendaftaran dokter di GH..."
"Type menceritakan semua kepadaku bahwa dia melihat kamu yang dipanggil dengan nama THARN..."
"Untuk pertama kalinya aku melihat type sangat bersemangat dan kembali ceria..."
"Sulit untuk bangkit dari keterpurukan yang dialaminya..."
"Jadi aku sangat memohon tharn..."
"Jangan menyakitinya..."
"Sudah sangat berat yang dialaminya tharn..."
(thecno menangis)
Tharn
(hanya terdiam dan menyesali semua kata kata kasarnya terhadap type)
Thecno "Cobalah untuk menerimanya... Walaupun kamu hanya berpura pura... Aku mohon tharn..."
Tharn "Thecno... Aku tidak berani untuk berjanji menerima type... Tetapi aku akan berusaha... Berusaha untuk selalu menjaganya... Bagaimanapun saat ini aku merasa... Hanya type yg benar benar tulus untukku..."
Thecno "Terimakasih tharn..."
Tiba tiba Type terbangun...
Dan memanggil tharn...
"THARN!!!"...
Tharn mendatanginya dan Tharn memeluknya...
Tharn "Type... Aku disini..."
Type "Jangan tinggalkan aku tharn..."
Tharn "Aku tidak akan tinggalkanmu type..."
Thecno sangat menyayangi sahabatnya...
Dan thecno mendukung apapun yang jadi keputusan type...
Tharn membawa type pergi bersamanya...
Mereka tinggal dirumah yang sederhana...
Type melarang thecno untuk mengabari keadaannya kepada orangtuanya...
Waktu terus berlalu... Tharn berkerja sangat keras untuk malanjutkan hidup dan membiayai pengobatan type...
Tharn selalu menyiapkan kebutuhan makanan dan obat untuk type sebelum pergi berkerja...
Pagi tharn bekerja di bangunan...
Siang tharn pulang menyiapkan makanan untuk type...
Kemudian setelah itu kembali bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran hingga sore hari...
Kemudian pulang lagi menyiapkan makanan untuk type dan memberi obat...
Setelah itu kembali bekerja sebagai pelayan disebuah bar hingga malam pukul 00.00 tharn pulang bekerja...
Type selalu setia menunggu tharn...
Tharn berpesan untuk type tidak keluar rumah dan jangan melakukan hal berbahaya sendiri...
Type selalu mengingatnya...
Tharn selalu menyediakan kebutuhan yang diperlukan type karena type tidak bisa melihat...
Tharn pulang pukul 00.00.
Tharn "huhhh" (kelelahan)
Type "Apakah kamu lelah tharn..."
Tharn "Sedikit" (sambil meraih type dan memeluknya)
Type "Tharn..."
Tharn "Iya..."
TYPE "MEMILIKIMU ADALAH HAL YANG TERINDAH DALAM HIDUPKU... SEKALIPUN MATAKU BUTA DAN TIDAK BISA MELIHAT KEINDAHAN DUNIA..."
Tharn "Type... Terimakasih..."
Type "Terimakasih untuk apa..."
Tharn "Terimakasih untuk semuanya..."
Type "Aku mencintaimu tharn..."
Tharn (diam)
Type "Aku tahu kamu tidak mencintaiku"
Tharn langsung memeluk type dengan sangat erat...Dan berkata...
Tharn "Type... Aku akan berusaha untuk menerimamu... Dan belajar mencintaimu..."
Type (hanya meneteskan airmata)
Tharn "Hei... kenapa kamu menangis..."
(mengusap air mata type)
Tharn menatap type sangat dalam...
Dan tharn merasa perasaan yang sangat mendalam... Tharn memegang wajah type dan meraihnya sangat dekat... Kemudian bibir tharn mendekat ke bibir type...
Mereka ciuman cukup lama dan tharn merasa perasaan yang dimilikinya kini adalah untuk type... Namun hanya sedang dilema akan ketidak percayaan dirinya untuk mengungkapkan... Tharn menggendong type menuju ke kamar... Dan tharn seolah olah tidak mampu membendung harsatnya... Type hanya pasrah dengan semuanya karena type sangat mencintai tharn...
TharnType bercumbu mesra...
Tanpa sehelai pakaianpun...
Mereka tidur berpelukan...
BERSAMBUNG...