
Tharn merasa sangat tidak nyaman...Tetapi tharn mencoba untuk tetap tenang...Disaat memasuki rumah... Tharn dijemput oleh anak buah ayah dyana untuk menemui ayah dyana berbicara berdua...Tharn pun mengikutinya dan dyana mulai gelisah...
AB "Tuan tharn... Mr william ingin anda menemuinya..."
Tharn "Baiklah..."
AB "Silahkan tuan tharn..."(sambil mengarahkan ke sebuah ruangan)
Dyana "aku ikut!!!"
AB "Maaf nona dyana... Mr william hanya mau bertemu tuan tharn saja..."
Dyana "Tidak... Aku ikut..."
AB "Maaf nona dyana... Kami hanya menjalankan perintah Mr william..."
Tharn "Dyana... Sudahlah... Biar saya menemui ayahmu dulu..."
Tharn pun mengikuti AB Mr william...
Dan tiba di sebuah ruangan yang tampak seperti kantor untuk pertemuan...
AB "Mr william tuan tharn sudah disini..."
Mr W "Tinggalkan kami berdua..."
AB (bergegas keluar dan menunggu di depan pintu)
Tharn "Selamat malam Pak..."
Mr W "Saya tidak ingin basa basi... Berapa jumlah uang yang kamu inginkan... Agar kamu bisa meninggalkan dyana..."
Tharn "Maaf pak... Saya mencintai dyana... Dan saya tidak menginginkan uang anda pak..."
Mr W "Jangan membuang waktu saya... Saya tidak merestui hubungan anak perempuan saya dengan orang yang tidak sederajad dengan anak saya..."
Tharn "Saya berjanji akan membahagiakan dyana dengan seluruh hidup saya..."
Mr W "Saya tidak butuh janji anda... Tinggalkan dyana atau saya akan hancurkan hidup kamu sampai kamu kehilangan semuanya..."
Tharn "Saya tidak akan tinggalkan dyana..."
Mr william sangat emosi dan menghentakkan meja dengan tangannya lalu mengeluarkan pistol ke arah Tharn...
Tharn sangat terkejut dan memejamkan matanya...
Tharn "Saya siap mati daripada meninggalkan dyana..."
Mr W "Jangan memancing amarahku..."
Tiba tiba dyana mengetuk pintu dari luar...
Dyana "Ayah... Apa aku boleh masuk... Apa yang sedang ayah bicarakan sehingga aku tidak boleh masuk?"
Mr W "Jangan menceritakan apapun yang kita bahas... Jika kamu masih mau bernafas untuk hari esok..."(sambil menyimpan kembali pistolnya)
Mr W "Masuklah putriku..."
Dyana masuk...
Dyana "Ayah kenapa aku tidak boleh ikut..."
Mr W "Pembahasan antara pria... Wanita tidak boleh memcampurinya... Sudah... Mari kita makan..."
Tharn melemparkan senyum kearah dyana agar dyana tidak curiga dan khawatir... Mereka menuju ke meja makan dan sudah ditunggu oleh keluarga dyana...
Mrs W "Tharn... Ayo kemari kita makan bersama... Sudah lama ibu tidak melihatmu... Bagaimana kabarmu???"
Tharn "kabar baik bu... Bagaimana kabar ibu??? Semoga sehat selalu..."
Mrs W "Ibu baik selalu... Hanya dyana selalu beralasan setiap ibu minta mengajak tharn kemari..."
Mr W "Sudah... Ini meja untuk makan bukan untuk berbincang..."
Seketika suasana menjadi hening...
Mr W "Tharn... Apa pekerjaanmu sekarang??? Dan berapa penghasilanmu???"
Dyana "Ayah...Bukannya ini meja makan... Bukan untuk berbincang..."(nyeletuk)
Tharn menahan dyana... Dan menjawab pertanyaan Mr william...
Tharn Saya sedang menjalankan pelatihan di perusahaan GREY HOSPITAL... Untuk posisi dokter specialis pak dan penghasilan belum bisa dijabarkan..." (sembari memberikan sedikit senyuman)
Mrs W "wah calon dokter... Ibu sangat senang mendengarnya... Semoga kamu segera mendapatkan posisi itu... Dan segera menikahi dyana..."
Tharn "Doakan saja ibu... Semoga saya berhasil... Dan saya bisa segera menikahi dyana..."(sambil menatap dyana)
Mr W "Siapa yang bilang jika kamu bisa menikahi dyana?"
Dyana "Ayah... Aku mohon... Berhenti untuk menyakiti perasaan tharn..."
Mrs W (senyum kearah tharn namun senyum ibu penuh dengan kekhawatiran)
Mr W "Sudah... Selera makanku menjadi HILANG!!!"
Ayah dyana pun pergi meninggalkan meja makan dengan raut wajah penuh amarah... Ibu dyana coba mencegahnya namun ayah dyana tidak mempedulikannya... Dan ibu dyana menyusulnya...
Tharn tampak murung dan sangat sedih... Dyana pun menangis...
Tharn "Dyana (sambil memeluk dyana) Sudahlah... Aku tidak apa apa... Mungkin aku harus pulang dahulu... Susul ayahmu... Sampaikan salamku... Aku pulang dulu..."
Dyana "Aku mengantarmu pulang ya..."
Tharn "Jangan... Ayahmu lebih penting... Jangan mengecewakan ayahmu... Aku baik baik saja..."
Tharn pun pulang...
Dalam perjalanan pulang tharn mendapatkan panggilan dari nomor yang tidak dikenalinya... Kemudian tharn mengangkatnya...
Penelpon "Tinggalkan dyana atau harimu penuh dengan penderitaan..."
Tharn "saya tidak akan pernah meninggalkan dyana..."
Kemudian tharn mematikan panggilan tersebut... Tharn tiba di depan apartement dan hendak menyebrang... tiba tiba ada mobil yang melaju sangat kencang ke arah tharn...
Dan...
Seseorang menarik tharn dan tangan orang tersebut terluka karena terbentur batu...
"AWAS THARN!!!"
Tharn "SIALAN... Type... Apa yang kamu lakukan???"
Type menyelamatkan tharn...
Type "Tharn apa kamu terluka..." (dengan wajah yang kesakitan)
Tharn "Aku baik baik saja...(sambil melihat tangan type yang luka) Type tanganmu terluka..."
Type(kesakitan) "Aku tidak apa apa tharn..."
Tharn "Wajahmu kesakitan... Dan kamu berkata tidak apa apa???"
Tharn kembali menerima panggilan...
Penelpon "Itu hanya satu dari beberapa kejadian yang akan jauh lebih membuat harimu menjadi penuh penderitaan..."
Tharn "Siapa kamu... Kamu tadi yang mau menabrakku??? Apapun ancamanmu aku tidak akan tinggalkan dyana... Sampaikan ini ke bosmu..."
Tharn mematikan panggilannya...
Tharn "Ayo type aku obati lukamu..."(dengan wajah yang sangat khawatir)
Type "Siapa yang menelponmu??? Kenapa dengan kata tidak akan meninggalkan dyanaa?"
Tharn "Aku akan menjelaskan nanti... Sekarang ayo kita pergi obati lukamu..."
Type terlihat sangat mengkhawatirkan tharn... Dan terus bertanya tanya... Sesampai di kamar... Tharn mengobati luka type... Tharn menceritakan apa yang dialaminya sebelum pulang dari rumah dyana...
Tharn "Mr william adalah ayah dyana... Dia tidak menyetujui hubunganku dengan dyana..."
Type "Dan mobil yang tadi mau menabrakmu adalah suruhan ayah dyana..."
Tharn (mengangguk dengan wajah kecewa)
Type "Tharn... Aku tidak mau kamu celaka... Bagaimana jika setelah ini... Ayah dyana kembali melakukan hal yang membahayakanmu..."
Tharn "Aku baik baik saja... Aku mencintai dyana dan aku tidak akan pernah bisa meninggalkan dyana... Bagaimanapun ancamannya..."
Type "Tinggalkan dyana tharn..."
Tharn "Cukup type!!! Hidupku sudah cukup hancur!!! Kamu mengancamku dan membuatku melakukan hal yang tidak pernah aku lakukan!!! Ayah dyana mengancam dan ingin mencelakaiku!!! APA AKU TIDAK BERHAK UNTUK KEBAHAGIAAN DIRI AKU??? APA SALAHKU SEHINGGA KALIAN SEMUA MENGINTIMIDASI AKU!!!"(Tharn emosi)
Type (memeluk tharn) "Aku minta maaf... Aku melakukan apa yang sudah menyakitimu... Aku berjanji aku tidak akan mengulanginya lagi... Aku berjanji..."
Tharn berdiri dengan wajah kecewa... Dan hanya membiarkan pelukan type dari belakang...
Kemudian tharn melepaskan pelukan type dan meminta type untuk jadi orang yang bisa mengerti dirinya...
Type "Aku akan selalu ada untuk kamu tharn... Aku akan selalu mengerti kamu... Tetapi sungguh aku tidak mau kamu celaka dan terluka..."
Tharn "Aku akan selalu menjaga diri... Tenanglah type... Terimakasih untuk semua kebaikanmu..."
Type sangat merasa bersalah dengan apa yang telah dilakukannya pada tharn...
Dyana menelpon tharn dan tharn mengabaikannya... Tharn cukup murung dan merenung untuk apa yang barusan dialaminya...
Hingga keesokan harinya... Tharn tidak menjawab panggilan dyana dan membuat dyana khawatir... Dyana pun mendatangi tharn...Pada saat di lobby dyana hendak ke atas... Dyana memanggil di depan kamar dan tharn tidak membuka pintu... Kemudian disaat bersamaan type pulang dan hendak masuk ke kamar...
Dyana "Type... Dimana tharn... Sejak semalam aku menghubunginya dan tidak ada jawaban..."
Type "Tharn sedang dikamar... Mungkin sedang tidur..."
Dyana "Buka pintunya type... Aku ingin jumpa tharn..."
Type "Baiklah..."
Type membuka pintu...Dan tharn sedang duduk di balkon...Dengan wajah yang sangat sedih...Dyana menghampirinya...
Dyana "Kenapa tidak menjawab panggilanku... Kenapa tidak membuka pintu disaatku panggil... Ada apa??? Ceritakan tharn... Apa yang ayahku katakan???"
Tharn (diam dan hanya menatap kosong ke dyana)
Dyana (menangis) "Apa yang ayahku lakukan... Katakan tharn... Aku tidak mau berpisah denganmu... Aku mencintaimu tharn..."
Type melihat semuanya percakapan tharn dan dyana. Dan tharn masih tetap diam...
Dyana "Jawab aku tharn ada apa..."
Kemudian type datang dan dengan emosi mengatakan
Type "SEMALAM AYAHMU MEMINTA SESEORANG MENABRAK THARN... DAN THARN HAMPIR CELAKA!!!"
Tharn "DIAM TYPE!!! AKU TIDAK MEMINTAMU MENCERITAKANNYA..."
Dyana pun syok dan terduduk dilantai... Kemudian tharn coba meraihnya... Dyana tidak peduli dengan tangan tharn dan membuangnya...
Tharn "Ayahmu memintaku meninggalkanmu... Dan jika aku tidak menurutinya... Ayahmu mengancam akan mencelakaiku... Tetapi aku berjanji... Aku akan selalu perjuangkan kamu dyana... Aku mencintaimu...(dengan mata berkaca kaca)Tetapi apa yang bisa aku lakukan sekarang... Aku tidak memiliki apapun yang layak untuk dilihat ayahmu..."
Type meneteskan air mata melihat tharn yang seperti merasa sangat tertekan...
Dyana pun bergegas pulang untuk menemui ayahnya dan meminta penjelasan..
Tharn "Dyana... Tunggu... Dyana..."
Dyana tidak mempeduli dengan panggilan tharn... Tharn coba mengejarnya dan type menahannya...
Type "Sudah tharn Biarkan dyana tenang..."
Dan tharn pun berhenti...
Tharn "Type... Mengapa aku harus mengalami kehidupan yang seperti ini... Aku merasa seperti seorang pecundang... Aku tidak bisa memiliki seseorang yg aku cintai..."
Type hanya diam...
Dyana tiba dirumah... Dyana menangis lalu mencari ayahnya dengan emosi yang sangat tidak tertahan...
Dyana (membuka pintu dengan sangat kuat) "AYAH!!! APA YANG AYAH LAKUKAN KEPADA THARN... AYAH MEMINTANYA MENINGGALKAN AKU DAN AYAH MENCOBA MENCELAKAINYA DISAAT THARN MENOLAK PERMINTAAN AYAH!!!"
Mr W hanya diam
Dyana "JAWAB AYAH!!! AKU BENCI DENGAN KEKERASAN YANG AYAH LAKUKAN!!! HENTIKAN SEMUA ATAU AKU...."
Mr W (memotong pembicaraan dyana) "ATAU APA??? KAMU MENGANCAM AYAH!!! KAMU MAU AYAH HABISI THARN DIDEPAN MATAMU??? JANGAN MELAWAN AYAH... AYAH TAU MANA YANG PANTAS DAN TIDAK PANTAS DENGANMU... DAN INGAT JANGAN MENGANCAM AYAHMU INI DYANA WILLIAM!!!"
Dyana pun terdiam dan menangis...
Mr W "MULAI DETIK INI AYAH TIDAK MENGIZINKAN KAMU KELUAR TANPA PENGAWALAN DAN MENEMUI PRIA BERENGSEK ITU..."
Dyana "THARN BUKAN PRIA BRENGSEK!!!"
Mr W (memerintahkan anak buahnya) "BAWA DIA KE ATAS... JANGAN BERI IZIN KELUAR... AWASI DIA 24 JAM..."
AB "Siap Mr..."
Dyana pun dikurung dikamar...Dan tidak diizinkan keluar... Hpnya diambil oleh ayahnya... Ayahnya mencoba berniat buruk terhadap tharn...
Tharn sedang tidur...Tiba tiba hp tharn berbunyi...Type mencoba membukanya... Disana type melihat isi pesan dari dyana... Dyana meminta tharn menemuinya di suatu tempat... Type mengirim ulang lokasi yang dikirim dyana ke hpnya dengan maksud type menemui dyana untuk memohon dyana mengerti keadaan tharn...
Type lalu bergegas pergi... Type menuju lokasi yg diarahkan...
Type tiba di sebuah tempat yang tampak kumuh dan penuh kereta api tua yang tidak berfungsi lagi...
Jam menunjukkan pukul 10 malam... Type tiba pada titik yang diarahkan... Lalu menunggu dyana datang... Tiba tiba type dikejutkan dengan didatangi beberapa pria yang dengan wajah tertutup dan membawa balok kayu... Mereka menghampiri type... Tempat ini cukup sepi bahkan hampir sama sekali tidak ada orang... Type mulai ketakutan...
Type "Siapa kalian..."
Q "Kami datang untuk menghabisimu"
Tiba tiba THARN datang...
Tharn bertengkar dengan lima orang yang membawa kayu tharn terkena 2x pukulan dibelakang dan bagian perut... Tharn terjatuh... Type bergegas langsung menghampiri tharn...
DAN....
Sebuah pukulan tepat terkena kepala type disaat type menghadang pukulan yang diarahkan ke tharn... Darah pun berkucuran dari kepala type... Tharn terkejut dan menjadi sangat emosi...
Tharn "TYPEEEEEEE..." (Type terjatuh dan tharn menyambut badannya)
Tharn "Apa yang kamu lakukan type... TYPEEE... TYPEEE..." (Mencoba memanggil type untuk tetap sadar)
Type mulai hampir kehilangan kesadarannya... Dua pukulan kembali mengenai punggung tharn... Orang suruhan mengira bahwa Type adalah tharn karena type yang pertama sampai lokasi yg diarahkan...
Tharn meletakkan type sesaat... Dan bertengkar dengan orang tersebut... Tharn berhasil mengalahkan empat dari lima orang tersebut... tharn melihat salah satu dari kelima orang tersebut mengarahkan tembakan pada type... Tharn berusaha sangat cepat untuk menghadang tembakan...
DAN... DHUARRR!!!
Sebuah tembakan lepas... Dan tharn menghadang tepat didepan type... Type masih sadar dan melihat tharn tertembak di dada bagian kanan tepat didepan mata typenya...
Type "THARNNNNNNNNNNN!!!"
Mulut tharn menyemburkan darah...
Tharn terjatuh...
Penembak kembali mengarahkan tembakan... Tharn kembali bangkit dan menghadang lagi...
DAN... DHUARRRR!!!
Tharn kembali terkena tembakan ke dua tepat di bagian perut kanan...
Type "THARNNNNNNNN!!! HENTIKAN... AKU MOHON HENTIKAN..."
Type meraih tharn dan memeluknya...
Tharn sangat lemah dan tidak berdaya...
Type menangis dan sangat ketakutan...
Tharn langsung berbicara ke arah penembak...
Tharn (dengan nada menahan sakit) "Akulah tharn... Akulah yang seharusnya kalian tembak... Bos kalian meminta kalian menembakku... Bukan type..."
Tharn masih berusaha bangkit dengan tubuh penuh darah untuk melindungi type...
Tharn terjatuh dan type terjatuh...
Luka dikepala type membuat type menjadi kunang kunang...
Type berusaha meraih tharn yang tergeletak bersimbah darah dikarenakan dua tembakan didada dan perutnya...
Type merangkak meraih tharn...
Dan orang suruhan itu pun pergi setelah melihat tharn yang terjatuh dan tidak berdaya...
Type (menangis) "Kenapa kamu menghadang tembakan yang diarahkan kepadaku..."
Tharn "Akuuuuu meeenggghhhadanggg temmbakaan karennaaa memangg seharussnyaaa akuu yang ditembakkkk bukan kamu..."(dengan nada yang sangat kesakitan)
Type (menangis ketakutan sembari menelpon thecno meminta pertolongan)"Bertahan tharn..."
Type mencoba menutup lukaa tembakan tharn dengan tangannya dan darah mengalir cukup banyak...
Tharn "Typeeee mungkin aku tidak akan bertahan... Aku terbangun setelah kamu pergi dan melihat pesan dari dyana yang mencurigakan... Dyana tidak pernah akan melakukan hal begitu... Maka aku memutuskan menyusulmu..."
Tharn mulai kehilangan kesadaran...
Type (menangis)"JANGAN THARN!!! AKU MOHON BERTAHAN!!! THARNNNN!!!"
Tharn sangat kesakitan dan type berusaha meraih tharn ke pangkuannya dengan kondisi yang juga sangat lemah...
Tharn "Type... Maafkan aku... Aku sudah membuat kamu menjadi begini ketakutan... Aku tidak kuat lagi...Tyyypeeeee" (tharn menggenggam tangan type sangat kuat)
Type (menangis) "THARNNNN... BERTAHAN... THECNO AKAN SEGERA DATANG..."
Tiba tiba genggaman tangan tharn lepas...
Tangan tharn terjatuh ke lantai...
Dan mata tharn terpejam...
Type sangat ketakutan dan berteriak...
Type "THARNNNNNNNNNNN!!!"
BERSAMBUNG...