ARTHARNTYPE (THE NEW LOVE STORY OF TYPE)

ARTHARNTYPE (THE NEW LOVE STORY OF TYPE)
episode 02



Dalam perjalanan pulang Type tampak murung dan lemah... Seakan sesuatu yang dilihatnya (Tharn dan dyana) adalah hal menyakitkan untuknya... Padahal kenyataan Tharn bukanlah Tharn TK...


 


Type "Ada apa dengan diriku...Dia bukan Tharnku... Kenapa aku harus begini... SIALAN..." (Ucap Type di dalam hati)


 


Sesampainya dirumah Type dikunjungi Thecno...


 


Thecno "Type bagaimana hasilnya? Apakah sudah ada keputusan dari rumah sakit?"


 


Type "Sementara menjalani karantina dan pembelajaran di tempat yg disediakan oleh perusahaan selama 30hari..."


 


Thecno "Kenapa kamu sangat murung"


 


Type "Aku baik baik saja... Hanya disaat diperusahaan aku dikejutkan dengan seseorang yang bernama Tharn..."


 


Thecno "APA!!! THARN???"


 


Type "Tharn yang bukan Tharnku...Thecno, aku sangat merindukan Tharn..." (menangis)


 


Thecno "Semangat type... Bangkit... Badai akan berlalu... Percayalah sahabatku..."(Thecno memeluk type)


 


Waktu menjelang malam...


Type bergegas tidur sambil terbayang apa yang dilihatnya disaat pulang dari perusahaan... Tidak satu pun foto bersama Tharn TK dibawa oleh Type karena takut akan bayang bayang masa lalu dan rasa kehilangan... Type tidur dengan harapan hari besok bisa jauh lebih baik dan bisa menjalani hari dengan tenang...


 


Pagi pukul 06:30...


 


Type bersiap dan bergegas menuju perusahaan dengan persiapan seluruh pakaian selama pelatihan dan karantina di tempat yang disediakan perusahaan... Type tiba diperusahaan dan langsung diminta menuju ke apartement yang disiapkan sebagai tempat untuk pelatihan dan masa karantina perusahaan... Kemacetan dijalan membuat Type tiba terlambat menuju ke apartemen perusahaan... Type tiba ditujuan dan bergegas menurunkan pakaian dari taxi yang digunakan dan masuk ke lobbi...


 


Type "Permisi... Saya peserta dokter GREY HOSPITAL yang akan menjalankan pelatihan dan karantina..."


 


Pelayan "Mohon untuk menunjukkan bet peserta tuan..."


 


Type "Oh... ini..."


 


Pelayan "Silahkan tuan... Ini nomor 88 nomor kamar tuan Type... Pukul 10:00 diharap untuk hadir di ruang rapat...Terimakasih..."


 


Type "Terimakasih..." 


 


Type berjalan mencari kamar dengan nomor 88... Dalam perjalanan Type bertemu beberapa peserta dan berbincang... Kemudian Type menemukan kamar 88... Tetapi Type lagi terbayang disaat awal memasuki kamar kos kampus disaat pertemuan dengan Alm Tharn TK...


 


Sesaat Type kembali terpaku... Type membuka pintu kamar dan kemudian Type sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya... 


 


Type terdiam dan kembali menjatuhkan semua barang yang ada ditangannya... Kemudian teman satu kamar datang menghampirinya dan berbicara...


 


Tharn "Saya Tharn... AR Tharn..."(sambil tersenyum dan mengulurkan tangan)


 


Type (hanya diam dengan mata berkaca)


 


Tharn "Halo...Hei teman kamarku... Kenapa kamu terlihat akan mengeluarkan air mata???"


 


Type "Maaf... Saya Type... Type Thiwat Phawattakun.."(sambil membalas menjulurkan tangan dengan keadaan tangan bergetar)


 


Tharn "Apakah kamu sakit Type???"


 


Type "Tharn..." (memanggil dengan nada yg sangat sedih dan meneteskan air mata)


 


Tharn "Iya Type...Ehhh berapa lama tangan kita akan terus berjabat..."(sambil berusaha melepaskan tangannya)


 


Type "Maaf... Saya hanya sedang teringat seseorang..."


 


Tharn "Seseorang? Apa kita sudah pernah bertemu sebelumnya?" 


 


Type tidak menjawab Tharn tetapi langsung pergi meninggalkan Tharn... Tharn sangat kebingungan dan kembali membereskan kamarnya dengan wajah yang kebingungan... Tharn membawa masuk tas dan barang Type yang dijatuhkan ketika melihat Tharn... Setelah membersihkan seluruh perlengkapannya Tharn kemudian duduk merokok di balkon sembari video call kekasihnya dyana...


 


Tharn "Hai sayang... Sedang merindukan aku ya..."


 


Dyana "Tidak.... Aku sedang merindukan kekasihku..."


 


Tharn "Ternyata kekasihku sudah memiliki kekasih yang lain... Haruskah aku menangis?"


 


Dyana "SAYANG!!! aku rindu..."


 


Tharn "Kekasih ku sedang merindukan kekasih lainnya..."


 


Dyana "Baiklah aku akan segera mematikan video call ini..."


 


Tharn "Tidak tidak hehehe Aku juga merindukanmu Dyanaku..."


 


Dyana "Sayang... Apakah kamu mau datang makan malam bersama keluargaku?"


 


Tharn (tiba tiba menjadi murung)


 


Dyana "Sayang ku Tharn... Jangan murung..."


 


Tharn "Ayahmu tidak pernah menyetujui hubungan kita dan sangat membenciku..."


 


Dyana "Jika sayang datang mungkin ayahku akan bisa menerima dan merestui hubungan kita..."


 


Dyana "Aku sedih..." (dengan wajah manja)


Tharn "Hari ini aku cukup lelah pagi sudah persiapkan semua barang dari panti dan bergegas kesini..."


 


Dyana "Baiklah sayang... Semoga harimu penuh semangat dan perjuangan untuk masa depan dan untuk aku..."


 


Tharn "Ayo beri aku sebuah ciuman..."


 


Dyana "Simpan itu untuk nanti disaat kita bertemu..."


 


Tharn "Aku mendapatkan teman kamar yang sedikit aneh... Mungkin dia tidak suka satu kamar denganku... Nanti aku akan coba minta ke perusahaan untuk menukarnya... Atau aku coba mencari kamar yang lain..."


 


Dyana "Aneh kenapa?"


 


Tharn "Tidak begitu bisa dijelaskan... Hanya aku takut keberadaan aku mengganggu dan merugikan orang lain saja..."


 


Dyana "Mungkin itu hanya perasaan kamu saja sayang..."


 


Tharn "Baiklah sayang... Aku akan mencari makanan dahulu... Bye sayang..."


 


Dyana "Bye sayang... Ingat jangan nakal dan menggoda perempuan lain atau aku akan marah..."


 


Tharn "Siap ratu!!!" 


 


Kemudian Tharn berdiri dan akan masuk ke kamar... Tetapi Tharn dikagetkan oleh Type yg berdiri tepat didepannya...


 


Tharn "SIALLL"(kaget) Oohh maaf... Sejak kapan kamu berdiri disana???"


 


Type "Sejak awal kamu berbicara dengan kekasihmu..."


 


Tharn (merasa tidak enak karena sempat membahas dan mengatakannya aneh) "eee maaf itu tadi saya eee..."


 


Type "Aku baik baik saja dan tidak terganggu jika boleh apakah bisa kamu tetap menjadi teman satu kamarku?"


 


Tharn "eee itu... Boleh... maaf tadi saya sempat mengatakan kamu aneh..."


 


Type "Tidak perlu minta maaf Tharn..."


 


Tharn "Baiklah jika begitu saya pergi dahulu..." (bergegas pergi) 


 


Tiba tiba Type menarik tangan Tharn...


Type "Tharn..."


 


Tharn "Iya"(sambil kaget melihat tangannya yang masih digenggam type)


 


Type "Tharn..."


 


Tharn "Iya Type... Kamu sudah 2x memanggilku dan aku juga sudah menjawabnya... Dan tanganku..."


 


Type "Maaf" (Sembari melepaskan tangannya)


 


Tharn "Ada apa Type? Apa ada yang bisa kubantu?"


 


Type "Apakah aku boleh meminta satu hal..."


 


Tharn "Silahkan katakan type..."


 


Type "Apakah aku boleh memohon kita untuk tetap satu kamar..."


 


Tharn "Tentu boleh Type... Aku hanya takut keberadaanku membuat kamu tidak nyaman..."


 


Type "Aku tidak ada masalah Tharn..."


 


Tharn "Baiklah... Aku akan pergi mencari makan... Apakah kamu sudah makan???"


 


Type "Belum..."


 


Tharn "Apakah kamu mau menitip kepadaku... Biar sekalian..."


 


Type "Boleh..."(gugup)


 


Tharn "hehe ayolah teman... Jangan gugup terhadapku... Aku akan merasa tidak nyaman..."(sambil mengelus kepala Type)


 


Type (kembali terdiam dan terpaku)


 


Tharn "Maaf aku mengusap kepalamu karena aku merasa sepertinya kamu sedang ada masalah yang mungkin kamu tidak bersedia menceritakan kepadaku... Apa yang mau kamu makan?"


 


Type "Belikan saja sama dengan apa yang kamu beli..."


 


Tharn "Baiklah..." 


 


Tharn kemudian pergi... Dan Type masih berdiri ditempat yang sama... Terdiam sambil mengingat ketika tharn mengusap kepalanya...


 


BERSAMBUNG...