
Tharn kembali setelah membeli makanan...
Tharn mengajak Type untuk makan bersama...
Tharn "Ayo kita makan bersama...Jam 10:00 kita harus bersiap untuk keruang rapat..."
Type (hanya menganggukkan kepala)
Setelah makan TharnType kemudian bergegas ke ruangan rapat... Pertemuan selesai dan TharnType kembali ke kamar... Dalam perjalanan kembali ke kamar Tharn dipanggil Luke untuk berbincang... Tharn pun pergi dengan Luke... Type kembali kekamar untuk mengemas dan merapikan seluruh barangnya... Luke mengatakan sesuatu hal kepada Tharn...
Luke "Tharn... Jadi kamu satu kamar dengan Type???"
Tharn "Kamu sudah mengenalnya???"
Luke "Aku hanya dengar namanya dari peserta lain... Jika begitu ada kabar buruk untukmu..."
Tharn "kabar buruk??? Maksudnya???"
Luke "Teman satu kamarmu GAY..."
Tharn "Jangan sembarangan bicara Luke..."
Luke "Peserta lain ada yang membicarakannya..."
Tharn "Apapun dan bagaimanapun dia Selagi dia tidak menggangguku aku tidak mempermasalahkan..."
Luke "Kamu tidak takut satu kamar dengan gay..."
Tharn (Terbayang sewatu Type tiba tiba menarik tangannya)
Luke "Tharn!!! Kenapa kamu termenung?"
Tharn "ohhh tidak ada apa apa... Luke sudahlah jangan permasalahkan Type dengan keadaannya... Semoga dia tidak membuat masalah denganku..."
Luke "Aku hanya mengabarimu karena kamu adalah temanku..."
Tharn "Terimakasih teman... Baiklah... Aku kembali ke kamarku dahulu..."
Luke "oke..."
Dalam perjalanan menuju kamar Tharn memikirkan apa yang dikatakan Luke...
Sampai tiba di depan kamar Tharn terdiam tepat di depan pintu... Tiba tiba Type membuka pintu kamar... Type hampir menabrak Tharn karena Tharn berdiri tepat di depan pintu...
TharnType kemudian terjatuh dan Type cukup lama memandang wajah Tharn yang begitu dekat... Tharn langsung bergegas bangun dan langsung meninggalkan Type... Tharn kemudian masuk ke kamar... Type merasa bersalah kemudian menghampiri Tharn...
Type "Maaf... Aku tidak mengetahui jika kamu sedang berdiri di depan..."
Tharn (hanya diam dan tidak menjawab Type)
Type "Tharn... aku minta maaf..."
Tharn "Tidak masalah Type..."(dengan wajah kaku dan dingin)
Type "Maaf aku tidak sengaja..."(mengulang permintaan maaf kepada tharn)
Tharn "Aku sudah mengatakan tidak masalah... Dan jangan terus minta maaf..."(nada tinggi)
Type (terdiam pergi menuju balkon)
Tharn (menghampiri Type) "Apakah kamu GAY?"
Pertanyaan Tharn membuat Type terkejut...
Dan menatap Tharn dengan tatapan kosong...
Tharn "kenapa tidak menjawab..."
Type "maaf aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu..."
Tharn "Baiklah... Itu hakmu... Tetapi aku harap kamu tidak menggangguku dalam hal apapun..."
Type "Terimakasih..."
Kemudian Tharn masuk ke kamar... Hari menjelang malam... Tharn kembali video call bersama kekasihnya dyana... Type membaca buku di tempat tidurnya yang berdekatan dengan tempat tidur Tharn...
Tharn "Halo sayang sedang apa..."
Dyana "sedang merindukanmu..."
Tharn "ohhh anda menggoda saya..."
Dyana "haha Bagaimana sayang aktifitas hari ini..."
Tharn "Hanya sedikit tugas dan pembelajaran... Besok aku akan ke panti... Untuk mengambil sesuatu yang tertinggal... Apakah kamu akan ikut???"
Dyana "Baiklah kekasihku... Aku akan selalu ikut denganmu... Ohya... bagaimana teman kamarmu yang aneh sayang..."
Tharn (wajahnya kaget dan mengisyaratkan bahwa Type sedang disebelahnya kepada dyana)
Dyana (kebingungan)
Tharn "ohh iya...Ini teman kamarku Type..."
(sembari mengarahkan video kepada dyana)
Type "Halo dyana... Saya Type salam kenal..."
Dyana "ohh Hai Type... Salam kenal... Saya Dyana william..."
Tharn "sampai ketemu besok sayang... Selamat malam..."
Dyana "bye sayang..."
Tharn kemudian kembali ke balkon untuk merokok dan mendengarkan music...
Type kemudian keluar untuk sedikit mencoba berbincang dengan Tharn...
Type "Tadi aku mendengar panti... Apakah aku boleh bertanya???"
Tharn "Apa Type???"
Type "Apakah kamu tinggal di panti??? Dan besar di panti???"
Tharn "iya... aku dibesarkan oleh ibu panti yang seperti ibu kandung sendiri... Orangtuaku meninggal kecelakaan... Saat aku berusia 7tahun... (sedikit senyum)
Type "Maaf jika pertanyaanku membuat sedih..."
Tharn "Tidak masalah type... Dan aku meminta kamu untuk berhenti meminta maaf kepadaku..." (tersenyum)
Type (terdiam)
Kemudian mereka masuk ke kamar dan tidur di kasur mereka masing masing...
Pukul 02:00...
Tiba tiba Tharn terbangun tidur karena suara tangisan dan minta tolong dari Type yang sedang mengigau...
Tharn coba membangunkan Type...
Tharn "Type... Ada apa??? Type... (sambil membangunkan dengan memegang bahu type)
Type "Jangan tinggalkan aku... Sudah 7tahun kita bersama... Kenapa kamu tinggalkan aku dengan cara begini... Jangan tinggalkan aku... Aku mohon... THARN!!!" (type berteriak memanggil tharn)
Tharn"TYPE!!! BANGUN!!"
Type "Jangan pergi THARNNNNN..."(Type terbangun dan memeluk Tharn)
Tharn terdiam... Tharn membiarkan Type memeluknya... Dan kembali menidurkan Type... Lalu Tharn kembali ke tempat tidurnya dengan wajah yang sangat bingung karena Type mamanggil namanya...
Waktu sudah pagi pukul 07:00...
Tharn terbangun... Dan Type sudah pergi dan meninggalkan sarapan untuk Tharn dengan sebuah note...
NOTE
"Ini ganti makanan kemarin yang saya titip..."
"Selamat makan..."
Tharn lalu bersih bersih dan memakan sarapan yg dibeli oleh Type...
Pukul 08:30...
Tharn bergegas pergi karena dyana sudah menjemputnya... Lalu tharn dan dyana pun menuju ke panti... Type diam diam mengikuti Tharn dan dyana... Dalam perjalanan tharn dan dyana pun jalan kaki menuju ke panti...
Lalu ada ambulance darurat sedang lewat dengan bunyi emergency... Keadaan pun tiba tiba menjadi kacau... Tharn menjadi terdiam gemetar lemah ketakutan dan kacau... Tharn jatuh ke jalanan... Dyana menjadi sangat bingung... Dyana tidak mengetahui akan ada ambulance lewat...
Dyana "Tharn... Tharn... Lihat aku... Tharn... Ayo lihat aku... Tidak tharn... Jangan bayangi semua itu... Ayo tharn..." (menangis dan memeluk tharn)
Tharn "Ayah... Ibu... Ayahhhh... Ibuuuu... Tolongggggg... Ayahhhhh... Ibuuuuuu..."
(Tharn gemetaran ketakutan)
Dyana
"Tharn... Lihat aku" (sambil mengarahkan wajah tharn kearah wajahnya)
Tharn "Tolong... Ayahhh... Ibuuu... Tolongggggg... Tolongggg akuuuu..."
(tharn tetap ketakutan)
Dyana
"Bagaimana ini..." (menangis)
Type pun terpaksa menghampiri...
Type khawatir melihat Tharn sangat ketakutan... Dengan alasan sedang lewat disana...
Type "Ada apa dyana..."
Dyana "Type... Tolong bawa tharn... Tharn tidak boleh mendengar suara ambulance... Itu mengingatkan kejadian yang membuat ayah ibunya meninggal..."
Type "THARN!!! LIHAT AKU... TENANGKAN DIRIMU..."(mengarahkan wajah tharn kearahnya)
Tharn (diam menatap type)
Type "AYO BANGKIT THARN... JIKA KAMU MAU MENJADI DOKTER... KAMU HARUS BISA MENDENGARKAN SUARA AMBULABCE... KUATKAN DIRIMU... JIKA PERUSAHAAN MENGETAHUI KEADAANMU. KAMU AKAN GAGAL... JANGAN TERPURUK BEGINI... BANGKIT... KEJAR CITA CITAMU!!!"
Tharn (memeluk type) "Tolong aku... Tolong ayah dan ibuku..." (wajah ketakutan)
Type
(Menampar wajah tharn dengan sangat keras)
"SADAR THARN!!!"
Dyana "APA YANG KAMU LAKUKAN TYPE!!!"
(Mendorong type dan marah)
Akan tetapi apa yang dilakukan Type membuat Tharn langsung sadar dan tidak ketakutan... Sebelumnya tharn harus menjalankan rehabilitas trauma jika mendengarkan suara ambulance bahkan pingsan dengan jangka waktu yang lama...
Tharn "Dyana... Type benar... Aku harus bisa melawan semua ini..."
Dyana "Tharn... Sayang... Kamu bisa dengarkan aku..." (memeluk tharn)
Tharn "Iya dyana..."
Dyana pun sangat senang dan Type sudah pergi tinggalkan mereka dan kembali ke apartemen karantina... Tharn dan dyana pun pergi kepanti untuk mengambil sesuatu...
Tharn mengambil foto ayah dan ibunya yang tertinggal di panti... Sepanjang perjalanan tharn terbayang apa yang dikatakan type...
Tamparan type membuatnya sadar....
Setelah semua selesai tharn kembali ke apartement... Tharn mencari type untuk meminta type merahasiakan traumanya kepada pihak perusahaan... Begitu sampai di apartement tharn melihat type sedang tidur...
Tharn tidak mau mengganggunya dan pergi ke balkon...
Tiba tiba type berdiri tepat di sampingnya membuat tharn kaget...
Tharn "Astaga... Bukannya kamu sedang tidur type???"
Type "Tidak... Aku hanya memejamkan mata saja sebentar..."
Tharn "Apa aku boleh memohon satu hal???"
Type "Memohon untuk merahasiakan trauma dari perusahaan?"
Tharn "Aku hanya ingin menjadi dokter dan bisa menyelamatkan orang ketika sedang sekarat... Aku menyaksikan ayah dan ibuku meregang nyawa tepat didepan mataku... Aku merasa sangat tidak berguna disaat itu... Aku mohon bantu aku merahasiakan ini... Aku akan melakukan apapun yg kamu minta..."
Type "Apapun yang aku minta?"
Tharn "Iya... Apapun... Tetapi aku tidak bisa melakukan hal yang berhubungan dengan gay..."
Type "Bukankah aku mendengar kata apapun... Apapun berarti semuanya tanpa terkecuali..."
Tharn "HEI TYPE JANGAN MEMBUAT AKU MARAH..."(nada tinggi)
Type "AKU AKAN MERAHASIAKAN SEMUA INI HANYA JIKA KAMU MAU BERHUBUNGAN INTIM DENGANKU..."(nada tinggi)
Tharn kemudian menarik baju Type...
Tharn "Jadi kamu minta ini sekalipun aku begitu memohon??? Kamu minta aku melakukan hal yang aku tidak bisa lakukan??? AKU BUKAN GAY!!!"
Type "LEPASKAN TANGANMU... Jika kamu tidak bersedia... Aku hanya tinggal menghidupkan suara ambulance disaat pertemuan dan kamu akan melihat sendiri apa yang akan terjadi..." (meninggalkan tharn dan masuk ke kamar)
Tharn mematikan HP...
Merokok dan diam di depan balkon dengan keadaan gelisah memikirkan permintaan type... Tharn mematikan hp karena Tharn takut dyana menelponnya...
Kemudian tharn masuk kedalam dan berkata
Tharn "AYO KITA LAKUKAN..."
Type terdiam dan menatap kosong tharn...
BERSAMBUNG...