
Tharn "Type... kamu istrahat ya... Biar aku mengemas semua dan merapikannya... Sore ayah dan ibu akan tiba..."
Thecno "Aku akan membantu tharn..."
Type "Aku ingin bantu tetapi takutnya malah membuat berantakan karena aku tidak bisa melihat..."
Tharn (Menggendong type) "Kamu baring saja... minum obat ya... Sebentar ku ambilkan obat dan air..."
Type "Iyaaaaaa... cerewet..."
Tharn "Ini obatnya dan air... Ayo minum..."
Tharn memberi type minum obat...
Tharn "Istrahatlah beberapa jam... Nanti aku bangunkan ketika ayah dan ibu mau sampai..."
Type "Iya..."
Tharn mencium keningnya dan type pun istrahat...
Tharn kembali ke dapur mengemas barang belanjanya tadi...
Tharn "Thecno... Tidak terbayangkan rasa bahagiaku disaat dokter mengatakan itu... Aku sangat bersemangat..."
Thecno "Iya... aku sampai tidak bisa berkata kata... Semoga secepatnya type bisa kembali melihat..."
Tharn "Akhirnya... Semuanya selesai..."
Thecno... "Coba hubungi ayah dan ibu type..."
Thecno "Ohhh oke..."
(Thecno mengambil ponselnya)
"Halo paman sudah dimana???"
Ayah type "Thecno... paman dan bibi sudah dekat... Mungkin 30 menit lagi sudah tiba..."
Tharn bergegas membangunkan type...
Tharn "Type... type... Hei sayang... ayah dan ibu sudah mau sampai..."
Type "Iya... aku bangun..."
Tharn "Ayo sini cuci muka dan bersiap..."
Type "Tharn... mataku..." (Memegang matanya)
Tharn "Kenapa type... matamu kenapa... Apakah sudah bisa melihat???"
Type "Perih..."
Type mencoba memandang ke arah tharn... Type seperti hampir bisa melihat... tetapi kembali gelap...
Type "Aku seperti melihat tetapi kembali gelap..."
Tharn "Apa masih perih??? Aku ambil obat untuk meredakan perihnya..."
Type "Baiklah tharn..."
Kemudian tharn meneteskan obatnya... Tidak lama setelah itu mereka keluar untuk menyambut ayah dan ibu...
Ayah dan ibu tiba... TharnType dan thecno menyambut...
Tharn "Ayah ibu... selamat datang..."
Type "Ayahhhhhhh..."
Ayah "Lihatlah anakmu... Dia lebih menyayangi kekasihnya daripada ayahnya..." (Mengatakan kepada ibu type)
Ibu "Kamu sangat usil jadi type memarahimu..."
Ayah "Tharn... ayah dan ibu sehat... Ayah hanya bercanda..."
(Sembari menepuk bahu tharn)
TharnType dan thecno pun meminta berkat... Ayah dan ibu mengusap kepala mereka... Mereka masuk kedalam apartement...
Ayah "Kalian apa sudah makan... Ayah dan ibu membawa makanan dari rumah untuk kita makan bersama..."
Type "Jangan repot repot ayah ibu... Aku sudah meminta tharn membeli persiapan makanan dan lain lainnya untuk ayah dan ibu..."
Tharn "Iya ayah.. ibu... Kami juga ada kabar baik untuk ayah dan ibu..."
Ibu "Kalian akan menikah???"
Type tersenyum...
Tharn tertawa... "Hehe ibu... bukan itu... tetapi tentang mata type...
Dokter mengatakan type akan segera bisa kembali melihat..."
Ibu menangis terharu dan memeluk type "Type... anakku... Benarkan ini... ibu sangat senang..."
Ayah terdiam seperti kaget... Air mata ayah menetes...
Type "Iya ibu... ayah... Ayo peluk aku... Aku butuh pelukan kalian..."
Ayah "Type... ayah hanya berharap... Anak ayah bisa kembali melihat... Tharn... Kamu harus menjaganya selalu... Ayah percaya padamu..."
Tharn "Aku berjanji ayah... akan selalu menjaga type..."
Ibu "Lalu kapan kalian menikah???"
Type kembali tersenyum...
Tharn "Tharn belum memikirkan itu ibu... Sekarang mau fokus untuk type bisa melihat kembali..."
Type "Kamu tidak mau menikah denganku tharn???" (Type tiba tiba bertanya)
Tharn "Eee aku.. belum memikirkan itu type..."
Type tiba tiba murung... Ibu menenangkannya...
Ibu "Type... pernikahan itu butuh persiapan... Tharn sudah sangat berusaha untukmu... Jangan murung ya..."
Thecno"Type... percayalah... Suatu hari nanti tharn akan menikahimu..."
Tharn hanya terdiam...
Type pun kembali tersenyum dan tharn merasa lega...
Tharn tidak pernah berfikir hal tersebut karena benar benar fokus pada kesembuhan mata type dahulu...
Mereka kemudian makan bersama tertawa dan terlihat sangat bahagia...
BERSAMBUNG...