
Tharn "Dyana sudah sangat berubah saat ini... Dyana bukan dyana yang dulu sangat baik hati dan mudah tersentuh... Saat ini dyana sangat mirip dengan ayahnya..."
Kemudian thecno teringat kejadian disaat tharn tertembak dan type berlumuran darah...
Tharn "Tolong jagakan type... Jangan bukakan pintu jika itu selain aku..."
Thecno "Tharn... Jangan pergi... Terlalu berbahaya... Ingat type tharn..."
Tharn "Aku pergi untuk memintanya menghentikan semua tindakan bodohnya... Percayalah thecno... Aku akan kembali untuk type..."
Kemudian setelah itu tharn pergi ke rumah dyana...
Malam pukul 20.00...
Tharn tiba dirumah dyana dan menelponnya untuk memintanya keluar...
Tharn "Aku didepan... Keluarlah... Ada yang ingin aku sampaikan...."
Dyana "Sayang... Apakah kamu merindukan aku?"
Tharn "Dyana hentikan kekanak kanakanmu... Aku tidak punya banyak waktu.."
Dyana "Baiklah... Aku keluar sayang..."
Tharn mematikan ponsel dan merokok menunggu dyana keluar... Dyana tiba diluar dengan enam orang yang mengikutinya...
Dyana "Tharn sayang..."
Tharn "Ohh ibu dyana... Apakah aku begitu menakutkan sehingga anda harus ditemankan begini banyak anak buahmu???"
Dyana "Kalian semua masuk..." (memerintahkan anak buahnya)
Dyana "Apa yang ingin kamu bicarakan sayangku..." (mencoba memeluk tharn)
Tharn (merampas tangan dyana dan menggenggamnya dengan kuat kearah dinding)
AKU PERINGATI KAMU DYANA!!!
JANGAN COBA COBA MELUKAI TYPE ATAU KAMU AKAN MENYESAL!!!
AKU AKAN HABISI SIAPAPUN YANG MELUKAI TYPE!!!"
Dyana mengetahui tharn memiliki luka di bagian perut dan menendangnya... Tharn kesakitan dan terjatuh...
Dyana (menjambak rambut tharn kebelakang)
"AKU MEMPERINGATIMU..."
"JANGAN MEMBENTAKKU DAN MENGANCAMKU..."
Tharn memandang dyana penuh amarah...
Dyana "Tatapanmu begitu penuh kebencian terhadapku... Aku suka ini... Tatapanmu membuat aku semakin bergairah untuk menghabisi kekasihmu yang buta itu..."
Tharn melakukan perlawanan dan mendorong dyana...
Tharn "Aku mengingat hari ini kamu seorang wanita... Aku tidak akan melakukan kekerasan terhadapmu... Tapi aku hanya merasa menyesal... Pernah mencintai WANITA IBLIS SEPERTIMU!!!"
Kemudian tharn pergi dan dyana menghentikannya...
Dyana "BERHENTI!!!"
Tharn tidak menggubrisnya dan tetap berjalan...
Dyana "BERHENTI!!! Atau aku akan melepaskan tembakan ini..."
Tharn berbalik arah melihat dyana yang memegang pistol dan mengarahkan padanya... Tharn semakin mendekat dan terus melangkah mendekat...
(Dirumah thecno)
Type "THARNNNN"
Thecno menghampirinya...
Thecno "Type??? Kenapa??? Kamu mimpi buruk???"
Type "Dimana tharn" (dengan sangat gelisah)
Thecno "Tharn sedang pergi... Ada keperluan..."
Type "Dimana ponselku???"(semakin gelisah)
Thecno "Type... Tharn hanya pergi sebentar... Sebentar lagi kembali... Tharn baik baik saja..."
Type "Tolong ambil ponselku...Thecno...Tolong..."
(Dengan kegelisahan yang teramat sangat)
Thecno pun dengan gugup memberikan ponsel kepada type... Type mencoba menghubungi tharn...
(Dirumah dyana)
Tharn melangkah terus kearah dyana...
Tharn "Kamu ingin menembakku???"
Dyana (hanya diam)
Tharn "Ayo... Lakukanlah... Lakukan seperti anak buahmu yang menembakku beberapa bulan yang lalu... LAKUKAN!!!" (Penuh amarah)
Dyana terdiam dengan wajah penuh amarahnya...
Tharn "Dyana...Ada banyak hal yang aku takutkan di dunia ini..."Tetapi semua sanggup aku lewati... Ketakutanku kepada sikapmu saat ini... Sangat membuat waktu dan fikiranku habis... Jika kamu merasa aku pantas mati... Lakukanlah..."
Dyana teringat masa dimana disaat pacaran dan bahagia bersama tharn Dan dyana menurunkan pistolnya dan mengatakan...
Dyana "Kembali padaku Atau kamu akan sangat menyesal..."
Tharn "Maaf aku tidak bisa melakukannya karena..."
(tiba tiba panggilan dari type masuk dan tharn menghentikan pembicaraannya dengan dyana dan mengangkat panggilan dari type)
Tharn "Type... Kenapa kamu tidak tidur..." (dengan nada sangat lembut)
Type "Tharn kamu dimana... Pulang... Perasaanku tidak enak... Pulang sekarang..." (suara penuh gelisah)
Tharn "Type... Iya aku akan segera pulang..."
Melihat tharn begitu sangat lembut berbicara pada type... Dyana mengingat masa disaat tharn melakukan hal begitu kepadanya...
Tharn melangkah pulang Dan masih berbicara dengan type diponsel...
Type "Tharn..."
Tharn "Iya type...(tersenyum)"
Dan tiba tiba...
DHUARRRRR!!!
Suara sebuah tembakan... Ekspresi wajah tharn berubah... Senyumnya tiba tiba hilang... Panggilan terputus...
Type "Tharn... Tharn... Thecno...Aku mendengarkan suara tembakan dan panggilan terputus... DIMANA THARNNNNN THECNOOOOO!!!"
BERSAMBUNG...