ARTHARNTYPE (THE NEW LOVE STORY OF TYPE)

ARTHARNTYPE (THE NEW LOVE STORY OF TYPE)
episode 42



Type "Tenang... aku tidak keluar rumah... Aku meminta thecno membelikannya..."


Tharn "Terimakasih ya sayang... Ayo kita keluar makan... Ayah ibu dan thecno sudah menunggu... Aku gendong ya..."


Type "Jangan... aku malu sama ayah dan ibu..."


(Type menolak tawaran tharn menggendongnya)


Tharn "Sudahhhh... sini..."


(Tharn langsung menggendongnya)


Tharn menggandong type keluar... Ibu melihat bagaimana tharn memperlakukan type... Ibu merasa lega karena type begitu bahagia...


Ayah "Type... Sudah malaslah kamu berjalan sehingga harus digendong..." (ayah mengganggu type)


Type "Tharn memaksaku..."


Ibu "Memangnya kamu mau digendong juga oleh tharn??? Mereka bahagia melakukannya kenapa kamu harus bawel..."


(Ibu nyelutuk pada ayah)


Ayah terdiam dengan celetukan ibu dan mereka semua tertawa...


Ayah "Tharn... pekerjaan apa yang kamu lakukan..."


Ibu "Iya tharn... pekerjaan apa yang kamu lakukan..."


Tharn "Saya bekerja sebagai stuntman untuk peran pengganti aktor di film dan drama..."


Ayah "Bukankah stuntmant itu peran yang beresiko..."


Tharn "Sedikit ayah... tetapi sejauh ini saya nyaman menjalankannya..."


Type "Kemarin tharn lompat dari gedung setinggi 50 meter bu..."


Ibu "ASTAGA... THARNNN..." (ibu kaget)


Ibu "Apakah kamu tidak takut melakukannya???"


Tharn (Memandang type)


"Aku selalu membayangkan wajah type saat tersenyum bu..."


"Jika aku membayangi itu maka aku tidak takut hal yang ada didepanku... Karena aku melakukannya demi type..."


Type "Tharn sangat keras bu... Bahkan dia menolak pekerjaan yang ditawarkan thecno... Benarkan thecno..."


Thecno "Typeeee bukankah kamu janji tidak mengatakan jika aku menceritakannya..." (Thecno malu dengan tharn)


Tharn "Thecno??? Kamu mengadu ke type yaaaa..."


Thecno "Maaf tharn... type kamu mengingkari janjimu..."


Type "Hahaha... aku terceplos..."


Ibu "Ibu khawatir jika kamu berkerja dengan hal hal yang berbahaya tharn..."


Ayah "Benar... bagaimana jika kamu mati... Type sudah cukup menderita..."


Type "AYAHHHHH..."


Tharn "Ibu... ayah... percayalah... Saya baik baik saja..."


Tharn "Ibu... ayah... terimakasih ya..."


Ayah ibu "Terimakasih untuk apa???"


Tharn "Terimakasih sudah melahirkan seseorang yang sangat aku cintai..." (memandang type)


Ibu


"Tharn... ibu sedih jika type sedih..."


"Dahulu type sangat keras kepala seperti ayahnya..."


"Type menjadi sangat sabar dan lebih dewasa saat ini..."


"Type...


"Jaga perasaan orang yang sudah begitu mencintai kamu..."


"Jangan keras kepala dan membuat tharn repot..."


"Thecno mengatakan beberapa hari yang lalu kalian ribut..."


"Ibu khawatir..."


Thecno "Bibi... bukankah bibi janji tidak akan mengadu... Kalian ibu dan anak membuat ku malu..."


(Thecno mukanya memerah)


Type "Thecno... aku akan buat perhitungan denganmu nanti..."


Thecno "Bibi... tolong aku... type akan mengulitiku..."


Tharn "Aku juga thecno... aku akan mengulitimu sampai ke tulang tulangmu..."


Mereka semua tertawa karena thecno merasa malu...


Tharn "Ibu... kemarin salahku... aku membentak type... Type menjadi emosi..."


Type "Aku yang salah bu... Tharn menasehatiku tetapi aku tidak mendengarnya..."


Ayah "Sudah sudah... sekarang semuanya salah... Nasinya sudah dingin ini..."


Tharn mengambil nasi dan lauk kemudian menyuapi type...


Ayah dan ibu melihat besarnya sayang tharn untuk type...


Lalu mereka selesai makan kemudian duduk bersama untuk saling bercerita...


Ayah "Type... semoga kamu secepatnya bisa kembali melihat...Ayah sangat khawatir dengan keadaanmu..."


Type "Iya ayah... doakan aku semoga cepat bisa kembali melihat..."


Ibu "Type... dengarkan apa yang tharn katakan..."


Type "Iya ibu... aku berjanji..."


Thecno "Dan aku saat ini takut untuk berbicara... Kalian mengkhianatiku..."


Type "Aku akan mengulitimu thecno..."


Thecno "Hidupku saat ini dalam bahaya hahahahaha."


TharnĀ  "Ibu... ayah... aku mau mengatakan sesuatu... Sebelumnya aku barharap ayah dan ibu tidak marah padaku..."


Suasana tiba tiba hening...


Tharn


"Type sempat bisa melihat beberapa waktu lalu..."


"Tetapi karena type mendengar pembicaraanku dengan mantan kekasihku dyana..."


"Type merahasiakan kesembuhannya..."


"Hingga suatu hari type tiba tiba jatuh pingsan dan kembali tidak bisa melihat..."


Ibu "Sungguh??? Apa benar type???..."


Type "Benar bu... Bahkan aku melihat semua kebohongan tharn didepan mataku..."


Ayah "APA!!!...KEBOHONGAN???" (ayah mulai marah)


BERSAMBUNG...