
Ibu
"Type... anakku..."
"Kamu anakku dan tharn juga adalah anakku..."
"Jadi tidak ada istilah merepotkan..."
"Sebentar ibu siapkan alat alatnya..."
"Tetapi butuh satu jam untuk merebusnya..."
"Apakah tharn akan sempat menunggunya..."
Type "Sekarang jam berapa bu..."
Ibu "Jam 06.45... type..."
Type "Masih bisa bu... Hari ini tharn bekerja jam 10.00..."
Ibu "Ibu akan buatkan lebih untukmu dan juga thecno..."
Type "Bu... aku sedang konsumsi obat resep dokter... Jadi aku tidak bisa meminumnya..."
Ibu "Ohh iya... baiklah... Ibu sudah menyiapkannya... Biar ibu rebus dahulu..."
Ibu "Type... ini ibu sudah menyiapkan sarapanmu dan tharn..."
"Ayah dan thecno masih tidur sepertinya..."
Type "Iya bu... tunggu tharn selesai mandi dan menyuapiku..."
Ibu "Ibu sudah lama tidak menyuapmu... Kalau begitu ibu saja ya..."
Type "Baiklah bu..."
Kemudian ibu menyuapi type makan...
Type "Bu... keadaanku membuatku seperti anak kecil... Segala sesuatu harus membutuhkan seseorang..."
Ibu "Type... semangat... Hati kecil ibu selalu yakin anak ibu akan segera pulih... Sini... buka mulut... itu sudah habis..."
Type meneteskan air mata... Merasakan betapa ibu sangat menyayanginya...
Type "Bu... maafkan aku..."
Ibu "Maaf untuk apa typeee..."
Type
"Aku tahu bahwa ibu mengharapkan seorang cucu..."
"Namun keadaan ku saat ini..."
"Dan hubunganku dengan tharn..."
"Membuat itu menjadi hal yang mustahil..."
"Aku pasti sudah sangat mengecewakan ibu..."
Ibu
"Type..."
"Dengarkan ibu ya..."
"Kebahagiaanmu adalah sesuatu yang sangat membuat ibu ikut bahagia..."
"Ibu menerima takdir yang ibu jalani..."
"Kebahagiaan anak ibu juga kebahagiaan ibu nak..."
Tharn "Selamat pagi bu..."
Ibu "Ehh... tharn... Sudah selesai mandi??? Ayo sini makan... Ibu sudah menyiapkan sarapan untukmu Dan sebentar lagi sup obatnya sudah selesai dan bisa diminum..."
Tharn "Terimakasih bu..."
(Mengambil sendok dan piring type yg ibu pegang)
Tharn "Ibu... ini adalah tugasku..."
Ibu "Iya iya... nih suapi type... Ibu akan mengaduk sup obatmu dahulu..."
Type "Ibu jangan lupa berikan banyak ginseng yang pahit... Ginseng baik untuk menjaga staminanya..."
Tharn "Ibu jangan... Itu terlalu pahit jika banyak..."
Type "DIAM THARN... Jangan dengarkan tharn bu..."
Ibu "Kalian sungguh sangat membuat ibu ingin tertawa..."
Ibu "Tharn... Tetapi apa yang dikatakan type benar... Dulu type selalu kabur jika ibu memaksanya meminum sup obat ini..."
Type "Ibuuuuu..."
Ibu "Iya iya ibu tidak akan melanjutkan ceritanya..."
Ibu "Nahh... selesai... Tharn marapan dahulu sambil menunggu panas supnya menjadi hangat... Ibu akan membangunkan thecno..."
Tharn "Terimakasih bu..."
Type "Ingat menghabiskan seluruh supnya... Aku akan meminta ibu mengawasimu..."
Tharn "Iya sayang... Buka mulutmu... Jangan banyak bicara... Makan tidak boleh banyak bicara..."
Type "Tapi aku sudah kenyang tharn... Aku tidak mau lagi..."
Tharn "Harus habis...Hanya sisa dua kali suapan saja..."
Type "Baiklah..."
Tharn kemudian menyuapi type hingga selesai dan kembali ke meja makan hendak sarapan...
Type "Tharn kamu sarapan dulu... Aku mandi ya..."
Tharn "Oke sayang..."
Type kemudian mandi... Setelah beberapa saat type selesai mandi dan hendak memakai baju... Tharn tiba tiba mengunci pintu kamar dan memeluknya...
Type "Tharn..."
Tharn (Mencium kuduk dan leher type) "Wangi sekali kekasihku..."
Type meminta tharn berhenti mengganggunya...
Type "Tharnnn... jangan gitu... Aku mau berpakaian dahulu..."
Tharn (Masih mencium lehar type dan kemudian bibir type)
Type "Tharn... udah..."
Tharn "Hmm...ayolah type..."
Type "Ini sudah pagi dan ayah dan ibu sedang disini..."
Tiba tiba ibu mengetuk pintu...
Ibu "Tharn... supnya sudah bisa diminum... Ayooo... sebelum dingin..."
BERSAMBUNG...