
Tharn (menghentikan langkahnya) "Dyana, Kita sudah berpisah... Aku tidak lagi bisa menuruti kata berhentimu seperti dulu..."
Dyana (mengejar tharn) "Sejak kapan kita berpisah kita tidak pernah mengatakan putus..."
Tharn "Baiklah... Sekarang aku akan mengatakannya... Kita putus..."
Dyana "Aku tidak mau... Kenapa kamu menangis??? Aku tahu kamu masih mencintaiku tharn..."
Tharn "Maaf dyana Aku harus pergi..." (tharn bergegas meninggalkan dyana)
Tharn pergi meninggalkan dyana....
Dyana menelpon anak buahnya dan meminta untuk mengikuti tharn dan menugaskan mereka untuk mendapatkan alamat tempat tinggal tharn...
Sepenjang perjalanan pulang... Tharn mengingat semua hal tentang dyana... Dari awal pertemuan mereka hingga masa masa pacaran mereka... Langkah tharn terhenti dan tharn menangis... Tharn merasa sangat dilema... Hatinya tidak melupakan dyana sama sekali...
Tharn tiba dirumah... Tharn duduk tepat di depan type... Ada panggilan masuk nomor yang tidak dikenal... Tharn keluar dan mengangkatnya...
Tharn "Halo... Ini siapa..."
Dyana "Ini aku tharn... Dyana..."
Tharn "Dyana Maaf aku sedang sibuk aku akan mematikan panggilannya..."
Dyana "DENGARKAN AKU!!!"
Tharn pun mendengarkan dyana...
Dyana "Ayahku sakit dan saat ini sedang dirawat di AS... Aku mengambil alih seluruh pekerjaan ayah disini... Ayah tidak lagi menjadi penghalang untuk kita... Kita bisa kembali bersama tharn..."
Tharn "Maaf dyana aku sudah mencintai orang lain... aku sudah dimiliki..." (tharn menolak dyana)
Dyana "Jika begitu aku akan memaksamu kembali kepadaku..."
Tharn
"Aku ingin bertanya!!! Dimana kamu disaat aku sedang menghadapi antara hidup dan mati!!! Dimana kamu disaat aku SEKARAT!!!" (Tharn meluapkan amarahnya terhadap dyana...)
Type mendengarkan pembicaraan tharn dari awal... Type pura pura tidur...
Dyana "Keluar... Aku didepan rumahmu... Aku akan menjelaskan semuanya..."
Tharn "Aku tidak mau mendengarkannya... Pulanglah... Sudah malam... Aku mau tidur..."
Tharn menuruti dyana lagi dan keluar menemuinya di depan rumah... Type meraba berjalan menuju pintu... Menguping pembicaraan mereka...
Tharn menemui dyana di depan rumah...
Tharn "Katakan aku hanya punya waktu 5 menit..."
Dyana "Ayah mengancam akan melakukan hal yang jauh lebih kejam dari yang dilakukannya padamu malam itu... Ayah memintaku pergi keluar negeri... Saat itu aku tidak bisa memikirkan cara lain selain menuruti ayah... Dengan syarat ayah melepasmu. Setiap saat aku menangis memikirkanmu tharn... Aku minta maaf... Aku benar benar minta maaf... Aku hanya melakukan itu demi kamu agar tidak dalam bahaya..." (dyana menangis)
Tharn "Apakah kamu tahu disaat aku sadar dari koma... Aku mencarimu... Aku bertanya kepada semua perawat dan mereka bilang tidak ada perempuan yang datang melihatku... Kamu tahu bagaimana rasa hancurnya perasaan aku..." (tharn menangis)
Dyana "Aku tahu tharn aku minta maaf... Tetapi aku melakukannya demi orang yang aku cintai... Demi kamu tharn!!!" (dyana memeluk tharn)
Tharn
"Saat kamu meninggalkanku Seseorang menjagaku..."
"Dia merawatku!!!"
"Dia memahami aku lebih dari kamu!!!"
"Dia mengorbankan hidupnya menyelamatkan aku!!!" "Dia menjadi buta!!!"
"Dia kehilangan penglihatannya demi aku!!!"
"Dia Menyelamatkan aku dari anak buah ayahmu!!!"
"Saat ini hatiku sudah mati dyana!!!"
"Sudah terlalu sakit untuk mencintaimu!!!"
Dyana "Tharn Jangan perlakukan aku begini... Aku kekasihmu... Aku adalah orang yang kamu cintai... Lihat aku... Tatap aku tharn..."
Tharn menangis Tharn membalas pelukan dyana...
Tharn "Maafkan aku dyana... aku sangat merindukanmu..."
Type sangat terpukul dan menangis mendengar percakapan tharn dan dyana...
BERSAMBUNG...