
Type sangat senang dan hendak memberitahu tharn namun type teringat pembicaraan tharn dan dyana semalam Type menjadi takut dan tidak jadi mengatakan pada tharn bahwa matamya telah sembuh...
"Untuk sekarang biarlah kamu tidak mengetahui aku sudah bisa melihat... Maafkan aku tharn... Aku takut kehilanganmu... Hanya dengan cara ini aku bisa terus bersamamu..." (Ucap type dalam hati)
Type masih merasakan kekecewaan yang mendalam... Type sangat kehilangan semangatnya... Setiap tharn akan pergi keluar rumah... Type selalu khawatir...
Tharn terbangun dan type pura pura masih tidur... Tharn menyiapkan kebutuhan type... Type melihat hal yang dilakukan tharn yang selama ini tidak terlihat olehnya... Kekecewaan sedikit terobati... Air mata juga menetes lagi dan lagi... Tharn mencium kening type sebelum pergi berkerja... Dan berbicara dengan type yang dikiranya sedang tidur...
"Type... Aku akan berusaha untuk kesembuhanmu... Aku akan perjuangkan semuanya... Aku berjanji... Aku ingin kamu kembali bisa melihat type... Aku mencintaimu type..."
Tharn berangkat berkerja...
Type merasa takut dengan ucapan tharn... Type takut akan ditinggalkan oleh tharn setelah dia bisa melihat... Tharn menceritakan apa yang didengarnya semalam kepada thecno... Thecno menghampirinya... Type merahasiakan kesembuhannya lagi... Sekalipun dengan sahabatnya... Karena type sangat takut kehilangan tharn... Thecno menemaninya karena khawatir dengan keadaan type yang sedang sedih...
Tharn mulai berkerja... Tharn mendapatkan pekerjaan pertamanya... Berpakaian yang sama dengan pemain utama... Karena tharn menggantikan peran dalam beberapa adegan yang terbilang bahaya... Adegan pertama tharn menggantikan peran untuk lompat dari sebuah tanki setinggi 24 meter... Tharn sudah terbiasa dengan kehidupan yang keras... Yang diingatnya saat akan melakukan adegan bahaya adalah semangatnya untuk type... Mengingat wajah type yang selalu senyum padanya... Tharn menakhlukkan semua ketakutannya akan hal hal berbahaya dengan mengingat senyum type... Tharn melompat dan adegan tersebut berlangsung dengan sangat sempurna... Beralih ke adegan berikutnya... Tharn menggantikan dalam adegan melompat dari satu mobil ke mobil yang satunya lagi dalam keadaan sedang berjalan... Kali ini tharn gagal melakukannya dan terjatuh... Tharn mendapati beberapa luka dan memar... Adegan di take ulang dan tharn berhasil melakukannya... Tharn menahan semua rasa sakitnya... Luka memar di lengan dan bahu... Kemudian luka goresan di sekitar bibir kanan dan luka goresan pada tangan...
Hari mulai gelap...
Tharn bersiap untuk pulang sembari membersihkan lukanya dan memplesternya... Kaki tharn sedikit pincang akibat kegagalan dalam take di adegan mobil berjalan...
Tharn tiba dirumah dan membuka pintu...
Type sedang duduk menunggunya...
Tharn melihat type dengan wajah senyum...
Type kaget melihat luka diwajah tharn...
Tharn "Type... Apakah kamu sudah makan... Tadi thecno menelpon bahwa akan menemanimu..."
Type "a..aaku sudah makan tharn..." (gugup)
(Apa pekerjaan yang dilakukannya... Kenapa ada luka pada tangan dan wajahnya Ucap type dalam hati...)
Tharn "Baguslah... Aku khawatir kamu akan lapar karena aku sangat sibuk dengan pekerjaan sebagai asisten..."
Type "Sampai kapan kamu akan berbohong tharn..." (ucap type dalam hati...)
Tharn
(Membuka baju dan hendak bersih bersih)
aduh!!! (Kesakitan)
(berpura pura seolah olah tidak bisa melihat keadaan tharn)
Tharn "Tidak kenapa kenapa type..."
Type melihat memar pada lengan dan bahu tharn... Type sangat ingin mengobatinya... Tetapi type tidak berani karena takut tharn mengetahui bahwa matanya sudah pulih...
Type "Tharn... aku ingin menyentuh wajahmu..."
Type berusaha mendekati tharn... Kemudian tharn menyadari bahwa ada plester luka pada dagu dan pipinya... Tharn mencoba mencari alasan...
Tharn "Tunggu type... Aku akan membersihkan wajahku dahulu... Karena sangat kotor karena debu di perjalanan..."
Type "Baiklah..."
Tharn membuka plester lukanya... Kemudian menghampiri type dan mengambil kedua tangan type untuk menyentuh wajahnya... Type menahan tangis... Berpura pura seolah olah tidak bisa melihatnya... Tharn membiarkan type menyentuh wajahnya... Sembari menahan perih luka goresan yang tersentuh tangan type...
Type "Tharn... aku ingin menciummu..."
Tharn "Aku sudah menantinya type... Ayolah beri aku sebuah ciuman untuk menghilangkan lelahku..."
Kemudian type mencium luka goresan tharn...
Dalam hati type mengatakan...
(aku mencintaimu...Tetapi aku tidak bisa membersihkan lukamu...Aku tidak merasa jijik dengan luka ini)
Type tidak sanggup melihat lama luka pasa tubuh tharn... Type pergi ke kamar dan duduk diam dan sedih... Tharn masuk kamar dan menuju ranjang lalu merangkak ke arah type... Type mencoba pura pura tidak mengetahui kondisi tharn... Tharn mengganggu type... Mencium lehernya dan memeluknya... Type memeluknya kembali... Perasaan type sungguh berantakan memikirkan pekerjaan apa yg dilakukan tharn... Tiba tiba ponsel tharn berdering... Tharn tidak langsung menjawabnya melainkan masih tetap memeluk type...
Type memandang ke arah ponsel tharn dan melihat "Dyana memanggil"
Kemudian tharn melepas pelukan...
Tharn "Sebentar type... Aku menjawab telepon..."
Type "Panggilan dari siapa tharn..."
Tharn "Dari temanku... Sebentar ya..."
BERSAMBUNG...