ARTHARNTYPE (THE NEW LOVE STORY OF TYPE)

ARTHARNTYPE (THE NEW LOVE STORY OF TYPE)
episode 20



Orang tersebut menerima intruksi dari seseorang... Disaat yang bersamaan... Tharn membalikkan posisi pelukannya dengan type... Orang tersebut kemudian menyimpan kembali senjatanya... Intruksi dari seseorang untuk membatalkan tembakan tersebut. Dan ternyata DYANA! adalah orang yang mengintruksinya...


Dyana "Type... Aku akan menyingkirkanmu... Kamu harus mati..." (penuh dendam)


Dyana mengirim pesan ke tharn...


"Aku melihat kekhawatiranmu dan kecemasanmu...


Aku akan membunuh type...


Aku akan membunuh orang yang sudah merebut kebahagiaanku...


Hari ini cuma sedikit awal permainanku...


Aku akan membuatmu menyesal..."


Tharn menjawab pesan dyana


"Dyana..."


Kamu boleh menyakiti aku bahkan membunuhku...


Tetapi aku mohon...


Jangan lakukan apapun terhadap type...


Aku mohon untuk ini...


Apa perlu aku berlutut dikakimu untuk memohon...


Jangan sakiti type..."


Dyana "Aku hanya butuh nyawa type..."


Tharn "Dyana, aku ingin berjumpa denganmu... bisakah???"


Kemudian tharn menemui dyana di sebuah gudang tua... Tempat yang sudah ditentukan dyana...


Tharn tiba disana... Dyana datang bersama enam orang anak buahnya... Begitu melihat dyana tharn langsung berlutut di kakinya...


Tharn "Dyana... Aku tidak pernah melakukan hal serendah ini seumur hidupku... Kali ini aku lakukan... Aku berlutut memohon padamu... Jangan sakiti type... Aku tidak memiliki apapun saat ini... Aku hanya ingin bersama type... Sakiti aku... Jangan sakiti type..." (memohon)


Dyana sangat marah dan sakit hati melihat apa yang dilakukan tharn... Dyana mengambil sebuah pistol dan mengarahkan ke tharn...


Dyana "Apakah kamu bersedia MATI!!! Untuk aku melepaskan type!!!"


Ucap dyana dengan emosi...


Air mata dyana mengalir... Dyana tidak sanggup melakukannya karena dyana masih mencintainya... Dyana memukul tharn sehingga Tharn terjatuh... Lalu Dyana meminta anak buahnya memukuli tharn... Tharn menahannya tanpa melawan pukulan yang mereka lakukan... Sehingga tharn terjatuh sangat lemah...


Dyana "Hentikan..."


Mereka berhenti memukul tharn... Tharn masih berusaha merangkak kearah dyana... Dan meraih kakinya dalam keadaan menahan sakit pukulan yang diterimanya bertubi tubi...


Tharn "DddYannnaaa aakkuuu mmohoonnn..." (kesakitan dan memohon)


Dyana "KENAPA KAMU HARUS MENJADI SEPERTI INI!!!" (menendang tharn sehingga tharn terjatuh kesisi lain)


Tharn "Semua yang aku cintai meninggalkan aku... Ayahku ibuku mereka meninggalkan aku... Disaat aku koma Kamu meninggalkan aku... Tetapi type... Selalu ada disaat aku sedang terbuang... Aku hanya melindungi seseorang yang sudah sangat mencintai aku..."


Dyana "Aku memiliki alasan dengan apa yang aku lakukan dan kamu tidak berhak menilaiku dengan egois..."


Tharn "Aku hanya memohon untuk tidak mengganggu ataupun melukai type... Aku minta maaf jika aku tidak memiliki apa apa sebagai gantinya..."


Tharn pun pergi dengan keadaan luka dan melangkah tertatih. Dyana sangat penuh dengan amarah. Tharn merasa ketakutan.Ketakutan akan keselamatan type. Tharn menangis Sepanjang perjalanan tharn merasa seperti seseorang yang tidak memiliki hak atas kebahagiaannya...


Tharn tiba dirumah... Type sedang duduk menunggunya... Tharn membuka pintu dan masuk kerumah... Type melihatnya...


Type (ada apa lagi... Kenapa tubuhnya penuh luka dan memar lagi... Type berbicara dalam hati dan menahan untuk tidak menangis)


Type "Tharn... Kamu sudah pulang???"


Tharn (wajah penuh ketakutan dan menangis lalu memeluk type tanpa berbicara apapun)


Type "Tharn... Ada apa???"


Tharn (tetap diam dan memeluk type dengan sangat erat)


Type "Tharn... Jangan membuatku takut... Ada apa??? Kenapa kamu menangis... Apa aku melakukan kesalahan???"


Tharn "Tidak type... Aku hanya menangis... Karena aku sangat takut kehilanganmu type... Aku mencintaimu.... Aku sangat mencintaimu..."


Type "Aku juga sangat mencintaimu tharn..."


Tharn "Kita harus pergi... Kita cari tempat lain..."


Type "Kenapa tharn... Aku baik baik saja disini..."


Tharn "Nanti aku akan menjelaskan... Kita pergi dahulu..."


BERSAMBUNG...