
Thecno "Type kenapa tharn???" (Cemas)
Tharn mencoba memanggilnya dan type tidak juga menyadarkan dirinya...
Kemudian mereka membawa type kerumah sakit untuk diperiksa...
Dokter "Pasien mengalami trauma yang sangat dahsyat sehingga membuat dirinya sangat tertekan dan jatuh pingsan..."
Thecno berbicara dengan dokter... Sementara tharn menghampiri type yang masih pingsan...
Tharn "Type... Maafkan aku tidak menjagamu dengan baik... Maafkan aku type... Aku sangat tidak berguna..."(menangis)
Type terbangun dan mendapati matanya kembali tidak bisa melihat...
Type (mataku kenapa aku kembali tidak bisa melihat ucap type dalam hati)
Type "Tharn... Tharn..."
Tharn (menghapus airmatanya) "Iya type... Aku disini... aku disini..." (mengambil tangan type dan meletakkan ke wajahnya)
Type "Tadi aku bangun hendak keluar... Tiba tiba kepalaku sakit dan aku terjatuh..."
Tharn "Iya type... Maafkan aku tidak menjagamu dengan baik type..."
Kemudian thecno datang dengan tangisnya... Lalu memeluk type...
Thecno "Type... Aku berharap kamu bisa sembuh dan kembali melihat... Tetapi tadi dokter menyatakan hal yang membuatku sangat sedih..."
Tharn "Apa yang dikatakan dokter???"
Thecno "Dokter memvonis jika type buta permanen dan hanya keajaiban yang bisa membuatnya melihat kembali..."
Type (tersenyum)
Tharn syok dan terduduk di lantai kemudian menangis...
Type "Tharn...Tharn... Sini... mendekat... Aku ingin berbicara denganmu..."
Tharn kemudian bangkit dengan raut wajah terpukul dan sedihnya menuju type... Type menyentuh wajah tharn dengan kedua tangannya...
Type "Dimiliki dan memilikimu adalah hal terindah dalam hidupku tharn... Sekalipun mataku buta dan tidak bisa melihat keindahan dunia... Berada disisimu itu sudah cukup buatku tharn..."
Tharn "Tapi akulah satu satunya penyebab kamu buta dan tidak bisa melihat keindahan dunia type... Maafkan aku type..."
Type "Aku yang memilih jalan ini dan aku ikhlas menerima keadaan ini tharn... Semua karena aku sangat mencintaimu tharn..."
Tharn menangis memeluk type...
Thecno menangis melihat mereka yang saling menerima keadaan...
Ditambah kenyataan tentang penglihatan type...
Mereka kembali kerumah thecno...
Ponsel tharn menerima panggilan...
"DYANA MEMANGGIL"
Tharn menolak panggilannya...
Dan kemudian mematikan ponselnya...
Dyana tidak pernah menyerah. Dyana mengirim pesan namun tharn belum membukanya karena telah mematikan ponselnya...
Mereka tiba dirumah thecno dan hari sudah malam. Tharn membawa type untuk beristirahat kemudian mengambil obat dan memberikan kepada type untuk diminum. Namun type menolaknya...
Type "Tharn... Aku tidak ingin meminum obat lagi mulai dari sekarang..."
Type mengatakan dengan maksud tidak mau melihat tharn berusaha menghabiskan tenaga mencari uang hanya demi obatnya yang mahal. Tetapi tharn mengira bahwa type telah putus asa...
Tharn (meraih type dan memeluknya) "Type... Walaupun dokter mengatakan hal yang begitu... Jangan putus asa dan berhenti meminum obat... Aku akan selalu berusaha agar obat untuk kamu selalu tercukupi bagaimanapun itu caranya..."
Type "Aku tidak mau kamu berkerja sehingga kelelahan karena aku tharn"
Tharn "Aku tidak keberatan... Aku melakukannya karena aku sangat mencintaimu type..."
Type "Tharn..."
Tharn (memotong pembicaraan type) "Type... Kamu harus minum obat... Janji untuk selalu meminumnya... Berjanji?"
Type "Baiklah... Aku berjanji..."
Type kemudian meminum obat dan tharn menunggunya tidur kemudian keluar untuk berbicara dengan thecno. Saat tharn hendak keluar. Tharn menyalakan ponselnya dan sebuah pesan masuk...
Pesan singkat dyana kepada tharn...
"Bagaimana dengan hasil dokter yang menyatakan kebutaan type yang permanen???"
Tharn sangat emosi dan meminta thecno menjagakan type untuknya dan dia pergi menemui dyana. Thecno mencegahnya dan menanyakan ada apa...
Tharn "Aku tidak bisa menahannya lagi thecno..." (Tharn menunjukkan isi pesan dyana)
Thecno (kaget) "Bagaimana dyana bisa mengetahui semua ini..."
BERSAMBUNG...