
Tharn kemudian keluar dan menjawab panggilan... Type mencoba diam diam menguping pembicaraan tharn...
Tharn "Dyana... Ada apa???"
Dyana "Aku merindukanmu..."
Tharn (hanya diam)
Dyana "Tharn... aku merindukanmu..."
Tharn "Maaf dyana... kamu sepertinya harus belajar melupakanku... setelah aku berfikir... Kita tidak mungkin bisa bersama... Karena aku sudah memiliki seseorang yang aku cintai..."
Sesaat type merasa sangat senang mendengar pernyataan tharn...
Dyana "Aku tidak akan melepaskanmu... kamu tahu aku... Aku tidak akan membiarkan milikku diambil orang lain... Jika ada yang berani melakukannya... Maka orang itu akan MATI!!!"
Dyana lalu mematikan panggilan...
Tharn "Halo..Halo...Halo...Dyana... Apa maksud dari perkataanmu???"
Tharn menjadi sangat kebingungan... Tharn masuk kedalam dengan wajah yang sangat khawatir...
Tharn "Type... Apa aku boleh meminta kamu berjanji satu hal..."
Type "Apa itu tharn..."
Tharn "Jika aku sedang tidak dirumah... Jangan bukakan pintu untuk siapapun kecuali itu aku dan thecno..."
Type "Iya tharn (wajah kebingungan)"
Tharn "Janji???"
Type "Iya tharn... Aku berjanji..."
Tharn "Sudah... Ayo kita tidur..."
Type pun tidur seperti biasa dengan memeluk tharn... Namun tharn tidak bisa tidur karena memikirkan perkataan dyana... Dyana menjadi sangat berbeda dari dyana yang dulu... Dari segi penampilan dan tutur kata. Sangat jauh berbeda...
Pagi pukul 07.00...
Tharn bersiap berangkat berkerja... Tharn kembali melakukan seperti biasa... Menyiapkan kebutuhan type... Type masih terlelap... Tharn menujunya dan mencium keningnya lalu membangunkannya hanya untuk sekedar kembali mengingatkannya...
Tharn "Type... Ingat ya... Jangan membuka pintu apapun dan siapapun itu kecuali aku dan thecno..."
Type "Iya tharn... Hati hati kerjanya ya..."
Tharn "Iya type... Kalau begitu aku berangkat dulu... Tapi sebelumnya aku butuh sebuah ciuman dari seseorang yang ada di depanku..."
Type "Aku belum cuci muka dan gosok gigi tharn..."
Type pun menciumnya dan tharn berangkat berkerja...
Hari ini tharn tidak mendapatkan banyak pekerjaan... Selain hanya membantu kru mempersiapkan peralatan karena sedang kosong adegan yang memerlukan stuntman...
Siang pukul 14.00...
Tharn melakukan aktifitas membantu kru... Tiba tiba gelang tharn terlepas dari tangannya dan terjatuh... Tiba tiba tharn merasa gelisah... Tharn meminta izin untuk pergi keluar dengan para kru... Tharn bergegas pulang kerumah... Sepanjang perjalanan tharn menelpon type dan tidak mendapatkan jawaban... Perasaan tharn semakin tidak tenang...
Tharn tiba dirumah dan mendapati type tidak ada... Tharn mencoba mencari type dimana mana dan tidak menemukannya...
Kemudian tharn menelpon dyana...
Tharn "Dyana... Dimana type??? Dyana... Jangan melakukan hal yang menyakiti type... Aku peringati kamu... Atau kamu akan menyesal!!!" (Tharn sangat khawatir...)
Dyana (tersenyum jahat)
"Tharn... Aku tidak melakukan apapun... Type baik baik saja..."
Tharn "Dyana...Aku tidak sedang bermain main denganmu... DIMANA TYPE !!!"
(tharn membentak dyana)
Dyana "JANGAN COBA COBA MEMBENTAKKU!!! JIKA AKU MAU... TYPE BISA LENYAP HANYA DENGAN HITUNGAN DETIK..."
Tharn "DIMANA TYPE!!!"
kemudian dyana mematikan panggilannya...
Tharn "DYANAA!!!!"
Tharn kembali menghubungi dyana dan dyana menolak panggilannya...
Tharn melihat type didepannya bersama thecno...
Tharn "TYPE!!!" (Tharn berlari memeluknya)
Type "Tharn... Ada apa... Kenapa tharn???"
Tharn "Aku menelpon ponselmu dan kamu tidak menjawabnya... Aku sangat khawatir type..."
Type "Aku lupa membawa ponselku tharn... Aku pergi berbelanja dengan thecno..."
Tharn "Type... Lain kali jangan meninggalkan ponselmu... Aku sangat khawatir dan bergegas izin pulang mencarimu..."
Tiba tiba dari arah kejauhan ada seseorang yang sedang mengarahkan pistol ke type...
BERSAMBUNG...