
Tharn kemudian kembali kekamar... Type masih menunggunya...
Tharn "Type... Kenapa masih belum tidur..."
Type "Aku menunggumu tharn... Sudah sini... Peluk aku dan tidur... Jangan merokok lagi... Rokok hanya akan merusak tubuhmu..."
Tharn "iya iya iyaaa bawel..."
Type "Baunya terasa saat aku **********..." (type nyelutuk)
Tharn "Tetapi kamu menikmatinya kan type..."
Type "Sudah... Saatnya tidur..."
Gelang kembali berbunyi dan tharn tersenyum lalu tidur... Mereka tidur seperti biasa... Berpelukan...
Pagi pukul 06.30...
Pagi tiba tharn bersiap siap untuk berkerja... Seperti biasa tharn menyiapkan kebutuhan type Lalu berangkat kerja... Tharn mengingat Siang akan meminta izin membawa type kedokter...
Tharn "Type nanti siang kita ke dokter... Jangan lupa sarapa dan meminum obat... Thecno akan membantumu... Aku pergi dulu..." (mencium kening type)
Type
"Iya..." (dengan nada masih ngantuk)
"Hati hati ya kerjanya..."
Sepanjang perjalanan tharn gelisah...
(Mungkin karena besok ayah sama ibu type akan datang Ucap tharn dalam hati)
Tharn melanjutkan kerjanya supaya siang dapat membawa type kedokter dan belanja keperluan untuk persiapan ayah dan ibu datang...
Tharn berjalan... Tiba tiba matanya kunang kunang... Tharn tetap melangkah dan berjalan... Hidungnya mengeluarkan darah... Tharn mimisan dan menghentikan langkahnya sejenak...
Tharn membersihkan mimisannya... Kemudian melanjutkan perjalanan untuk kerja... Tanpa sedikitpun memikirkan kondisinya yang sedang tidak terlalu sehat... Tharn singgah apotik untuk membeli vitamin untuk type... Tharn kembali melanjutkan perjalannannya...
Tiba di tempat kerja...
Tharn "Selamat pagi pak... Pak hari ini jadwal saya hanya pagi... Dan beberapa adegan... Siang saya ada urusan pak..."
Atasan "Baiklah... Gunakan waktumu sebaik mungkin... Banyak kru disini yang sangat menyukai kinerjamu..."
Tharn "Baik pak... Terimakasih pak..."
Tharn mendapatkan banyak respon positif dari atasan dan teman kerja... Berharap kedepannya bisa jauh lebih baik...
Salah satu kru mengatakan "Tharn kenapa tidak mencoba ikut casting... Nasibmu bisa berubah tharn jika kamu mendapatkan peran utama..."
Tharn "Saya tidak pernah berfikir untuk itu karena saya masih belum pantas..."
Kru (Berbisik)
"Kamu jauh lebih bagus dibandingkan siperan utama yang semua mau menggunakan stuntman... Percayalah... kamu sudah memenuhi persyaratan..."
Kru "Apakah kamu sangat mencintainya tharn??? Kekasihmu yang beberapa hari yang lalu kemari dan membuat atasan kita marah itu???"
Tharn (Tersenyum) "Iya... namanya type..."
Kru "Kamu pasti sangat repot mengurusnya karena dia buta..."
Tharn "Tidak... bahkan aku bahagia bisa menjaganya..."
Kru "Ohhhh sungguh cinta telah membutakan segalanya... Baiklah... Aku akan melanjutkan pekerjaanku..."
Tharn "Semangat kawan!!!"
Tharn juga melanjutkan pekerjaannya...
Siang pukul 12.00
Tharn pulang untuk membawa type kedokter... Tharn hendak membeli makanan... Ada panggilan masuk...
Type "Tharn... jangan membeli makanan..."
Tharn "Kenapa type... ini aku baru saja hendak membeli makanan..."
Type "Thecno sudah memasak dan memesanku untuk mengabarimu..."
Tharn "Baiklah... jika begitu aku langsung pulang..."
Type "Hati hati tharn..."
Tharn "Iya sayang..."
Tharn sampai dirumah...
Tharn "Type... tadi aku membeli vitamin..."
Type "Vitamin??? Tharnnn aku sudah banyak menelan obat2... Kenapa kamu menambahnyaa..."
Tiba tiba tharn kembali mimisan...
Thecno "Tharn itu... darah...."
Tharn "ohhh" (meminta thecno diam dangan bahasa isyarat)
Type "Darah??? Darah apa tharn??? Darah apa thecno???"
Tharn "Tidak ada darah type..."
Type "Tharn kemari mendekat..."
Tharn "Aku belum bersih bersih type... Banyak debu di... ..."
BERSAMBUNG...