
" kau dah hafal hadis ke? " Tanya kak Aisyah pada Ainul, sambil memeluk buku hadis didadanya.
" Belum hafal semua kak, baru separuh. " Kata Ainul sambil mulutnya kumat kamit menghafal hadis.
Kak Aisyah hanya menggelengkan kepalanya dan kembali fokus menghafal hadis mata pelajaran yang diajar oleh ustaz Razak.
Ustaz Razak berpesan agar dihafaz segera, minggu depan pada pelajaran pertama ustaz Razak akan mendengar bacaaan tersebut.
Dalam khusyuk menghafal, tiba-tiba abang Razlan what'sup agar Ainul keluar ke pagar.
Ainul dengan pantas pergi bersama kak Aisyah untuk menemui abang Razlan yang ditemani Ahmad.
" Assalamualaikum Ainul, abang ganggu ke? "
" Waalaikumussalam abang, ehh tidak la Ainul menghafal saja tadi...! " Seraya tersenyum menimbulkan semburat kemerah-merahan dipipinya.
" Aduuh manisnya adik abang, nih ada mangga dan kicap...sekalian jajan untuk Ainul makan nanti. " Sambil menghulurkan beg plastik kearah Ainul.
" Terima kasih abang...! " Memamerkan senyuman yang masih merekah.
" Abang balik asrama dulu, abang tak boleh lama-lama. Bye... "
" Bye bye.. " angguk Ainul sambil melambai-lambaikan tangannya.
Dari kejauhan Haziq melihat drama antara Razlan dan Ainul.
" Ada hubungan apa antara abang Razlan dengan Ainul ye? " Bisik batin Haziq sambil mengerutkan keningnya.
" Kau tengok apa Haziq? " Tanya Amran pada Haziq sambil duduk santai.
" Paling-paling Haziq tengok Ainul, dia saja dekat sana tu. " Teka Danish bijak.
" Bukanlah, tiada apa...! " Dalih Haziq.
" Hujung minggu ni kamu tak nak ke bandar ke? " Usul Amran santai.
" Kau nak beli apa? " Soal Haziq.
" Saja jalan-jalan cuci mata... " Jawab Amran sambil tersengih.
" Jom la kita bersiap. " Ajak Danish pada Haziq dan Amran.
Mereka bertiga pun jalan ke bandar.
" Ainul, untung kau ye...abang angkatmu tu belikan kebutuhanmu terus. " Ujar kak Aisyah.
" Abang Razlan tanya, aku cakap je la apa yang aku mau. Tapi aku tak suru beli ni semua. " Gerutu Ainul jengkel.
" Biar la Ainul, dia yang mahu. "
" Serba salah aku kak, banyak sangat ni! "
" Rezekimu sudah namanya ni, kongsi-kongsi harta tuhan hahaha... " Sahut kak Aisyah sambil tergelak.
Ainul terdiam sambil membongkar-bongkar barang yang ada dalam beg plastik.
" Aku kupas ye mangga ni Ainul! " Tanya kak Aisyah.
"Kupas la kak, aku buat cicah kicap. "
" Jangan lupa panggil kak Jannah dan kak Hannah, kita makan-makan. " Ujar kak Aisyah.
" Okay kak, nanti kita bekalkan sikit untuk abang Razlan ya...! " Ucap Ainul sambil membuat sambal kicap. " Aku what'sup abg Razlan dulu. " Sambil menekan-tekan handphonenya.
Ainul : Assalamualaikum, abang datang kejap ke pagar. Ada adik nak beri, adik sangkut kat pagar ye...
Abg Razlan : waalaikumussalam okay, kejap lagi abg sampai. Terima kasih adik.
Tidak beberapa lama kemudian.....
" Siapa yang dari bandar beli mangga? " Tanya kak Hannah.
" Abang Razlan dari bandar tadi. " Jawab ainul.
" Kau suruh Ainul? " Soal kak Hannah.
" Aku pesan tadi kak. " Ainul memberitahu.
" Jangan lupa bagi dia separuh. " Saran kak Jannah.
" Sudah kak aku gantung dipagar depan. " Jelas Ainul. " Sudah diambilnya tadi. "
" Okay la tu..! " Jawab kak Jannah lagi.
" Kamu tidak mau jalan ke petang ni?" Tanya kak Hannah.
" Pergi mana? " Sahut kak Aisyah.
" Jalan-jalan pergi bandar. " Kata kak Hannah.
Ainul hanya melihat menunggu respon sahabat-sahabatnya.
" Jadi macam mana, jadi ke? " Usul kak Hannah.
" Aku minta izin dulu dengan abang Razlan. "
" Wah, macam boyfriend mu pula Ainul minta izin segala...! " Curiga kak Aisyah.
" Tadi dia tanya aku mau jalan ke, aku kata tidak...nanti dia fikir bukan-bukan pula.. "
" Lain macam berabang angkat, last-last diangkut. " Ejek kak Hannah.
" Mana da, aku anggap abang saja. " Sahut Ainul menegaskan.
Ainul pun menghantar pesan what'sup pada Razlan untuk mendapatkan izin. Setelah itu, mereka pun bersiap untuk jalan-jalan ke bandar.
*************
Setelah berada dibandar....
" Jom kita ke pasar malam, aku nak beli donat. " Kata kak Hannah.
" Jom la, aku pun nak beli makanan kampung...teringin pula rasanya." Sahut Ainul pula.
" Okay, kak Jannah mau beli apa? " Tanya kak Hannah sambil matanya menyapu melihat-lihat jualan yang beraneka jenis.
" Aku beli air jambu dan air mangga, kau Aisyah beli buah untuk pencuci mulut. Jadi malam ni kita tak payah makan didewan. " Cadang kak Jannah yang akhirnya dipersetujui oleh mereka berempat.
" Haziq, bukan Ainul dan gengnya ke tu?" Ucap Danish seraya menarik lengan Haziq yang ada ditepinya.
" Oh, dorang pun keluar juga. " Balas Haziq.
" Kau mau pergi sound Ainul ke? " Tanya Amran.
" Untuk? " Heran Haziq.
" Mana la tahu, nak kenal rapat dengan dorang. " Terang Amran lambat-lambat sambil tersenyum tipis.
" Come on la beb, kalau nak sangat. " Ajak Haziq pada Amran dan Danish.
" Hi Ainul, ingatkan tidak keluar tadi. " Sapa Amran pada Ainul yang sedang khusyuk membeli makanan.
" Ainul, kau dipanggil tu..!! " Ucap kak Aisyah sambil menarik hujung tudung labuh Ainul.
" Aduuh kak, apa ni tarik-tarik terlepas nanti tudungku..ada apa? " geram Ainul sambil menahan tudungnya, langsung menoleh kebelakang.
" Hahaha padan muka.. " balas kak Aisyah. " Tu, Amran panggil kau tadi. " Tunjuk kak Aisyah pada Amran.
" Oh, kenapa Amran? " Tanya Ainul pada Amran sambil melirik Haziq yang ada ditepinya.
" Dari tadi kamu disini? " Soal Amran sambil menatap Ainul.
" Tidak la, baru juga kami sampai ni terus kesini. " Jawab Ainul lagi.
" Banyak belanja korang ni..." Sambil melihat beg-beg plastik yang dibeli Ainul dan sahabat-sahabatnya.
" Kami belanja terus untuk makan malam. " Sengih-sengih Ainul menjawab pertanyaan Amran.
" Oh, tak makan didewan la nanti ni? " Tanya Amran lagi.
Ainul cuma mengangguk pelan.
Aku kesana dulu ya Ainul. " Kata Amran sambil berjalan kearah jualan buah-buahan.
Haziq cuma berdiri menatap Ainul tanpa berkata apa-apa. Terasa seperti diperhati, Ainul menjadi salah tingkah dan meringis pelan.
" Kau marah dengan aku ke ziq? " Tanya Ainul tiba-tiba.
" Kamu tanya saya ke? " Jawab Haziq tanpa mengalihkan pandangannya pada Ainul.
Ainul cuma mengangguk pelan membenarkan tekaan Haziq.
" Tak la, buat apa saya nak marah...lagi pula, saya nak marah pasal apa? " Balas Haziq sambil tersenyum smirk.
Pipi Ainul berubah menjadi kemerah-merahan kerana malu. " Betul juga, buat apa Haziq nak marah? " Batin Ainul berbisik sambil melirik Haziq.
" Jom Ainul, kita masuk mall pula. " Ajak kak Hannah sambil menarik lengan Ainul.
" Kami jalan dulu ya. " Ucap Ainul pada Haziq.
Haziq hanya mengangguk pelan dan matanya cuma mengawasi Ainul dari kejauhan hingga menghilang dari pandangan matanya.
"Biasa saja dilihat." Danish sengaja menendang pelan kaki Haziq dan success membuatnya melontarkan umpatan kasar.
Mereka pun meninggalkan pasar malam setelah selesai berbelanja.
Tepat jam6.45 petang Ainul dan sahabat-sahabatnya sampai di PLD dengan menaiki grab online, yang direcommendedkan abang Razlan.