
Malam hari Tria menerobos rumah perly pergi ke sebelah kamar memanjat tiang listrik kemudian meraih jendela kamar melihat perly yang masih belum sadarkan diri raut muka tria pun terlihat sedih .
"wahai bidadari berdarah dinginku kapan kamu sadar ( membelai rambut dan menyentuh dagu ) badanmu sudah mulai dingin ( mencium kening ) kamu tahu ini pertama kalinya aku mencemaskan seseorang munkinkah aku mulai mencintaimu".ucap Tria
srakk..srakk..srakkk tangan perly mulai bergerak matanya mulai sedikit terbuka dingin nya angin malam yang keluar dari jendela membuat badan perly menggigil.tria yang melihat perly mulai sadar dan melihat badannya menggil menutup jendela .
Perly pun sadar dari sakitnya dan terkejut dikamarnya ada seorang laki-laki saat ingin berteriak Tria mendekat dan menutup mulutnya karna panik takut ketahuan.
"Sutttttttt diamlah bidadariku ini aku Tria kamu ingin membuatku ketahuan yah".kata Tria panik
"Dasar cabullll plakkk ( melempar bantal mengenai muka ) "jawab perly terkejut
"Hey bisakah kamu tenang aku hanya ingin melihatmu ( meletakan bantal dikasur ) bidadari ku kamu hampir membuatku gila karna cemas".kata Tria sedikit menggoda
"Dari mana kamu tahu rumahku dan lagi menyelinap kamarku apakah kamu hantu yang terus ada dimana pun aku berada ".jawab perly kesal
"Itu tidak pentinggg yang penting bisa melihatmu lagian apa yang tidak bisa Tria lakukan didunia ini ( mengangkat dagu menatap mata )".kata Tria bangga
"Ini terlalu dekat ( gumam perly dalam hati ).
menjauhlah ( takut dan mundur)
pergi atau aku teriakkk"kata perly mulai takut
"Haihh ya sudahlah kulihat sekarang kamu baik-baik saja lain kali aku datang lagi ya cantik jangan lupa makan, aku pergi dulu ( membuka jendela dan meloncat )".kata Tria langsung pergi
"Darimana dia tahu rumahku dan lagi dia bilang ingin melihatku memangnya apa yang sudah terjadi?".kata perly heran
ke esokan harinya perly mulai beraktifitas seperti biasa bersiap untuk sekolah, namun badannya sangat lemas dan kepalanya pusing .
"pak Jojo..".panggil perly
"Iya non.. kenapa berpakaian seragam nonakan masih belum pulih?" .tanya supirnya
"Aku sudah sembuh Kemarin siapa yang memindahkanku ke kasur?".kata perly
"Itu non teman non kemarin datang yang satu non Arum dan dua orang laki-laki ".jawab supirnya
"Dua orang laki-laki jangan-jangan Tria dan nio ternyata dugaan ku benar Arum kamu benar-benar tidak bisa menjaga rahasia ".kata perly
"Sebaiknya nona jangan dulu sekolah muka nona masih pucat pak Jojo sudah ijin ke pihak sekolah jadi nona beristirahatlah". kata pak Jojo
"Ya sudahlah karna sudah terlanjur ijin tapi boleh belikan aku beberapa buku komik ? Arum bilang di toko buku yang dekat supermarket buku-bukunya sangat lengkap".
"Baik non ..apakah ada lagi yang mesti pak Jojo beli ".tanya pak Jojo
"Sudah pak ".jawab perly
"kalau begitu bapak permisi non ".
Sementara itu bel pintu rumah berbunyi perly yang heran pun bergegas membuka pintu rumah.
"siapa ya apakah pak Jojo ? bukannya dia baru saja pergi ".kata perly
Perly pun berjalan membuka pintu rumah di luar terlihat Arum membawa dua orang .
"Perly...( memeluk erat ) akhirnya kamu sudah sadar hampir saja kamu membuatku menangis lagi".kata sigendut senang
"Oh maafkan aku maafkan aku ( takut ) sebaiknya kita masuk apa kamu tidak mengijinkan kami masuk ( mengalihkan pembicaraan ) "jawab sigendut takut
"Haih ya sudahlah silahkan masuk Tapi tidak dengan orang itu ( melirikke arah Tria ) kau berhutang menjelaskan padaku Arum ".kata perly pada sigentut
"Ba..baiklah..(gugup) nanti ku jelaskan".kata sigendut
"Bagaimana denganku hey aku tidak boleh masuk?".tanya Tria
"Tidakkkk!!! ".jawab perly ketus
"Kalau begitu bagaimana kalau ku beri tahu mereka soal semalam ".kata Tria mengancam
"( terkejut ) Baiklah-baiklah dasar membuatku kesal saja ayo semuanya masuk ".jawab kepada semuanya
Sementara itu perly yang masih mengenakan seragam sekolah hendak mengganti pakaian nya .
"Aku mau berganti pakaian kalian duduklah dulu ,
Rumi bolehkah aku minta tolong buatkan minuman?". kata perly meminta tolong
"Baiklah aku kedapur dulu ".jawab sigendut
sigendut Arum dan perly pun bergegas pergi .Tria yang masih merasa heran kepada perly pun mulai mencari tahu melihat lihat foto yang tersusun rapi dan terkejut melihat ayahnya perly seperti mengenalnya, ternyata itu sahabat ayahnya waktu kecil perly dikenalkan dengan Tria dan sering bermain bersama.
"Pantas saja aku seperti mengingat sesuatu pertama kali melihat rumah ini ternyata begitu ya ( tersenyum )
bidadari ku ternyata dunia mempertemukan kita lagi haha ".Tria tersenyum bahagia
"Kamu sedang apa tidak bisakah kamu duduk?apakah bokongmu panas?".kata nio
"Hanya melihat-lihat kurasa aku mengingat sesuatu tentang masa kecilku "jawab Tria
"kurasa kamu hanya menghayal saja membayangkan perly".kata nio
"coba kamu kemari lihatlah foto ini bukankah ini Tuan Parhan grup Personality perusahaan besar yang terkenal itu? bidadariku ternyata sangat merahasiakan identitasnya karna ini dan foto anak kecil perempuan itu adalah anak yang dibawa waktu perayaan besar perusahaan kamu ingat aku dan kamu di perkenalkan dengan seorang anak perempuan itulah bidadari ku perly ".kata Tria kenapa nio
"Ternyata kamu benar aku ingat sekarang Tuan Parhan grup personality yah ayahku pernah bekerja sama dengan nya, sampai sekarang pun ayah bekerja sama tentang rehabilitas hotel di kota timur dan katanya seminggu lagi bakal ada perayaan ulangtahun perusahaan yang bertepatan dengan ulang tahun putrinya".kata nio menjelaskan
"Begitu yah bidadari berulang Minggu depan tunggu aku akan menyiapkan sesuatu untukmu".kata Tria senang
Beberapa menit kemudian Arum dan perly pun kembali Tria dan nio yang melihat perly berganti pakaian pun terpesona dengan kecantikannya dengan rambutnya yang terurai gaun yang indah dan kaki yang ramping membuat wajah Tria dan nio pun memerah melihat itu.
"kalian sedang apa berdiri disitu ".tanya perly
"Oh i..itu kami hanya melihat lihat saja".jawab Tria
"Baiklah kita bicara di taman saja bagaimana?kita membaca buku sambil meminum susu pak jojo kebetulan sedang membeli beberapa buku ngomong-ngomong kenapa kalian tidak kesekolah ?malah datang kerumahku bagaimana nanti jika orang tua kalian tahu ".tanya perly
"Aku sudah mengatur semuanya tenang saja ibuku berbicara ke pihak sekolah bahwa aku ambil ijin ingin kerumahmu kalau dua orang ini nampaknya dia bolos".jawab sigendut
"Kita tidak bolos hanya saja tidak berangkat sekolah ".kata nio
"Itu apa bedanya kurasa otakmu bergeser satu senti ".ucap Tria pada nio