Adolescence

Adolescence
episode5



Perly yang mendengar percakapan nio dengan sigendut Arum dibalik pintu koridor sekolah merasa kagum kepada nio dia merasa bahwa nio berbeda dari laki-laki lain pada umumnya, wajahnya mengekspresikan bahwa dia sangat menyukai nio .ketika hendak membalikan badan perly terkejut dengan Tria yang ternyata sudah ada di belakangnya sejak dari tadi .


"Sepertinya dugaanku benarkan??? kamu suka sama nio (mendekat dan menahannya di tembok) kamu terlihat sangat cantik dari dekat (sambil mengangkat dagu perly)".goda tria kepada perly.


"kenapa kamu selalu muncul tiba-tiba begini (terkejut dan berusaha menepis lengan Tria) sudah kubilang jangan menyentuhku ".jawab perly kesal.


"Tapi benarkan???melihat dari dekat membuatku tidak rugi dagumu lembut dan bibirmu tipis kau sungguh sangat cantik".tria terus merayu.


"bukan urusanmu (pipi memerah tersipu malu)".jawab perly yang sedikit malu.


sedangkan dari jauh sigendut Arum dengan nio sedang berjalan menuju pintu koridor menemukan perly dan Tria yang sedang berdua .


"Ekhem Rumi aku merasa melihat dua orang yang hendak berduaan dibalik pintu koridor"kata nio yang sengaja memancing Tria dan perly keluar.


"Benarkah siapa itu apa sebaiknya kita lewat pintu lain saja"jawab sigendut polos.


perly yang terkejut mendengar suara nio dan sigendut Arum segera keluar .sigendutpun langsung memeluk perly.


"Kamu tidak apa-apakan?maafkan aku karena aku kamu juga jadi kena cacian Riri" kata perly sedih dan merasa bersalah.


"Itu bukan salahmu kok maafkan aku juga karena sudah membuatmu khawatir".jawab sigedut memeluk perly erat.


"hey Arum sudah aku tidak bisa bernapas bisakah kau lepaskan aku sekarang".kata perly yang sesak napas.


sementara itu nio yang tertawa melihat mereka berdua memanggil Tria yang masih bersembunyi di balik pintu .


"Bro mau sampai kapan disitu sebaiknya keluarlah aku tahu kamu ada di sana".kata nio berusaha memancing Tria keluar.


"sialll ternyata kamu tahu juga Hahahaha tidak kusangka temanku ini sangat pintar sekali baiklah ayo kita kembali".kata Tria kepada semuanya.


Perly yang takut akan kejadian tadi terulang berusaha menjauh dari nio dan Tria.


"Sebaiknya aku dan Arum kekelas duluan kalian tidak keberatan kan ?".kata perly kepada nio da tri.


"Oke baiklahh silahkan ".jawab nio


"baiklah bidadari berdarah dingin hati-hati bertemu dengan nenek sihir di dalam kelas hahaha".jawab tria meledek perly.


"hey bro kurasa bidadariku menyukaimu tadi kulihat dibalik pintu dia melihat kamu bersama Si Arum berbicara, kurasa dia sudah dari awal mendengar percakapan kalian dia menatapmu dengan mata berbinar dan pipi memerah ".kata Tria sedikit kecewa


"Benarkah?kurasa sekarang bakal ada seseorang yang patah hati karena orang yang disukainya menyukai orang lain haha".jawab nio menggoda tria.


"Kalau begitu kita bersaing bagaimana? ku kira kamu mengejar Arum karna kamu suka dia".kata Tria sambil tertawa.


"Tidak usah bersaing dia sudah menyukaiku lebih awal berarti aku sudah menang haha...maksudmu Rumi??yah aku merasa dia sangat imut itu saja".kata nio yang terus menggoda Tria.


"Dilihat dari tatapanmu menyebut nama Rumi berarti kau menyukainya jadi bidadariku dia milikku suatu saat nanti".jawab Tria yang sangat menyukai perly.


"yah kita lihat saja nanti (menepuk pundak Tria) kita sudah sampai di depan kelas mari masuk".


Istirahat pun telah usai semua murid mulai belajar pelajaran akhir .


30 menit kemudian... pelajaran akan segera berakhir semua murid mengemas bukunya kedalam tas segera besiap untuk pulang di sepanjang jalan teras sekolah perly sedang berbincang-bincang dengan Arum kemudian disenggol Riri dengan tatapan tajam penuh kebencian tetapi perly dan Arum tidak menanggapinya.


muncul dari belakang nio dan tria sedang berjalan .


"hey cantikkk...wah kita selalu berjodoh ku kira dunia ini luas ternyata sempit ya kita bertemu terus haha walaupun sempit tapi tak apalah biar aku selalu bertemu denganmu".kata Tria yang selalu menggoda perly


"Kurasa sehari tak menggangguku tidak bisa yah (menginjak kaki Tria) sepertinya aku terkena sial terus bertemu denganmu ".jawab perly marah lalu pergi bersama Arum .


"sakit..sakit..duh (mengangkat satu kaki yang di injak) sungguh kau memang bidadari berdarah dingin yang sangat kejam".teriak tria yang kesakitan.


Sementara itu sigendut Arum hanya menoleh ke arah nio dengan pipi memerah .


"Kenapa kita tidak pulang bersama mereka? Kitakan bisa mengobrol apalagi nio ituhhh..... gantengggggggg yahh (membayangkan wajah nio) ".kata sigendut pada perly.


"Kamu suka nio yah (tercengang) tapi aku tidak mau malas sekali lihat orang itu ".kata perly pada sigendut.


"kalau begitu kau pacaran saja sama Tria diakan Gak kalah ganteng berkulit putih,rambut pirang dan turunan orang luar negri apa yang kurang coba???? terus aku sama nio".kata sigendut yang bahagia.


"nggk bisa aku tidak suka ".jawab perly dingin.


Mendengar sahabatnya juga menyukai nio perly tidak banyak berharap dan memilih untuk mementingkan persahabatannya .