Adolescence

Adolescence
episode 2



Sementara itu perly yang merasa kesepian hanya bisa kedapur membuat sarapan sendiri karna bibi pengasuhnya masih dalam cuti kemudian terdengar suara ketuk pintu diluar .perlypun bergegas kedepan ingin membuka pintu alangkah terkejutnya yang dia lihat adalah sigendut padahal dia belum pernah memberi alamat rumahnya kepada siapapun.


Dengan tatapan yang gugup sigendutpun mulai memberanikan berbicara .


"Hhai .. perly (berbicara sambil menundukkan kepala)".tanya sigendut dengan ketakutan .


"kamu tahu rumahku dari mana?".tanya perly heran


"Ah i..itu anu aku tanya orang ".sigendut sangat ketakutan


"Sudah jujur saja aku tahu kamu berbohong !!".


"kamu marah ya..maaf sudah menganggu kalau begitu a..aku pulang ".sigendut berbalik dengan gugup .


"Haiih.. ya sudahlah aku tidak marah jangan pulang ayo masuk".


"Benarkah???terimakasih lain kali aku tidak akan sembarangan lagi kalau mau kerumahmu aku bilang dulu ".


Sementara didalam itu terlihat banyak sekali


barang -barang mewah dan ruangan yang luas tapi melihat di sekeling rumahnya sangat sepi tidak ada orang sama sekali kecuali supir yang sedang berjaga di depan gerbang.


"Silahkan duduk dulu kebetulan aku lagi masak kamu tunggu disini kita makan bersama. oh iya kamu suka minum apa?".tanya perly kepada sigendut.


"Kamu masak sendiri??? bibi pembantumu kemana?".tanya sigendut heran.


"Sudah jangan banyak tanya kamu belum jawab mau minum apa?".


"Oh iya maaf teh manis saja ".kata sigendut


"baiklah tunggu disini sebentar".


Sembari menunggu sigendut melihat foto-foto yang Tersusun rapi di ruangan itu terdapat banyak foto keluarga dan foto perly yang masih kecil di asuh bibinya namun sigendut heran tak ada satupun orang dirumah ini yang terdapat dalam foto kecuali perly."rumah sebesar ini hanya di huni satu orang!! sebenarnya kemana orantuanya ".gumam sigendut heran.


25menit kemudian...


"kamu sedang apa Arum?".


"Ah tidak hanya lihat-lihat saja".jawab sigendut terkejut.


"kalau begitu ayo makanan sudah siap ".


(Berjalan menuju ruang makan)


"Wahhh....makanan sebanyak ini kamu bikin sendiri ???


orang tuamu dimana dari tadi aku tidak melihatnya".


"Tadi kamu belum jawab tahu rumahku dari mana?".perly berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Oh itu tapi sebelumnya aku minta maaf sebenarnya aku mengikuti kamu pulang aku merasa bersalah kemarin tidak seharusnya aku membuat kamu


marah ".


"Begitu ya..aku bukannya marah memang aku yang salah seharusnya aku yang minta maaf telah marah dan mengabaikanmu sampai membuatmu harus datang ke rumahku".jawab perly sembari makan.


"sudahlah tidak penting siapa yang salah mari lanjutkan makan".jawab perly dingin


"iya tapi masakanmu enak orang tuamu pasti bangga lihat kamu bisa memasak "jawab sigendut kembali menyakan orang tuanya.


"aku sudah kenyang sekarang kita mau apa? jalan-jalan sekitar taman belakang rumahku atau diam dirumah?".perly mengalihkan lagi pembicaraan.


Sigendut tidak menanggapi dan melamun .


"lagi-lagi mengalihkan pembicaraan (gumamnya dalam hati)".


"Heyy..Bagaimana?mau dimana?".


"ehh iya ditaman saja kebetulan aku bawa beberapa buku dan susu untukmu kita bisa membaca buku komik sekaligus belajar sains .aku tahu kamu suka membaca buku sambil meminum susu jadi aku belikan beberapa ".


"komikk?..seriuskah?".jawab perly terkejut.


"iya kamu tidak suka ya..mff aku tidak tahu kamu suka buku apa selain buku pelajaran aku membeli buku komik aku pikir itu bagus selain belajar kita bisa bersantai mebaca komik ".


"suka kok baiklah kita sudah sampai ".


sambil berbincang-bincang sigendut Arum dan perly sudah sampai di taman belakang rumah.


sigendut sangat terkejut melihat taman belakang rumah nya perly yang begitu indah dan luas . bunga-bunga bermekaran ,ada dua ayunan yang di tumbuhi tanaman merambat ke atas ,kolam ikan yang luas dan angin yang begitu rindang membuat suasana jadi nyaman.


"Indahhhhhhhh sekali... bagaimana ada taman seindah ini yang lebih bagus dari taman rumahku kamu jahat sekali tidak memberi tahuku kalau tau begini aku datang setiap hari kerumah mu ".sigendut merasa takjub


"Benarkah ???(tercengang) mau datang ke rumahku setiap hari kalau begitu datanglah setiap hari ".jawab perly yang sangat bahagia kini dia tidak sendirian lagi .


"Tentu aku pasti sering bermain ".


"Janji ya..aku tidak suka kalau kamu berbohong".jawab perly yang sangat bahagia saat itu.


"baiklah ayo membaca buku di bawah pohon dekat kolam kurasa disitu sangat nyaman".


perly yang tidak menyangka bakal mendapat teman hari ini dia sangat bahagia kesedihannya seakan menghilang ,saat itu dia tidak memikirkan apa-apa lagi selain perasaan gembira dan bahagia .


"Hahaha.. ini sangat lucu ceritanya banyak sekali yang menarik kamu dapat buku ini darimana?".tanya perly sambil tertawa.


sigendut yang tidak pernah melihat perly tertawa merasa bahwa perly tidak seburuk yang orang lain kira.


"Cantik sekali (kata sigendut dalam hati sambil memandang perly) Itu aku beli di toko buku disana banyak buku komik yang menarik dan populer. syukurlah kamu suka".


"Suka sangat suka nanti antar aku ke toko buku itu ..


aku ingin membeli beberapa buku komik lagi".


 


perly yang sangat bahagia merasakan kebagiaan yang belum dia rasakan sebelumnya ,menumbuhkan sisi ceria yang belum sigendut lihat sebelumnya aura nya yang dingin dan tertutup membuat sigendut kesusahan mendekatinya .sekarang yang sigendut lihat senyum manis ,wajah yang penuh keceriaan ,juga kecantikan wajahnya dengan rambut panjang yang di ikat.