
Bel istirahat berbunyi setelah semua murid mendapat bangkunya masing-masing .perly yang selalu istirahat di kelas membaca buku sambil minum susu melihat ke arah si gendut yang mulai terlihat mengantuk .
"Melihat siapa? dari tadi kamu melihat terus ke arah nio kamu suka ya sama nio".lagi-lagi tria menggoda perly.
( perly tidak menanggapi dan terus membaca buku).
"Kulihat kamu memang cocok dengan nio sama-sama suka buku apakah cewe secantik kamu tidak bisa tersenyum ( menyentuh dagu dan hidung perly)".Tria mulai genit.
perly yang sangat kesal menepis lengan Tria dan berdiri dihadapannya lalu berkata.
"Kamu mau lihat aku tersenyumkan ( mengangkat tangan yang sedang memegang buku ) buk!! buk!! buk!!! ( memukul pundaknya dengan buku ) dasar mesum berani-beraninya menyentuhku".
"AW...AW..AW..sakit tahu kamu sungguh bidadari berdarah dingin sudahlah bersikap dingin didogoda sedikit langsung naik darah pula tapi untung kamu sangat cantik (sambil tertawa dan merayu)".
"pergiiiiiiiiiii kamu ..".perly mengusir Tria
sedangkan disudut bangku sigendut ,terlihat nio yang sedang memerhatikan perly sambil tersenyum berjalan menuju tempat Tria.
"sudahlah tria mari kita makan jangan menggoda cewe terus nanti dia jadi takut padamu hahaha ".nio tertawa melihat ekspresi muka perly yang kesal .
"Ya sudah yah cantik lain kali jangan galak-galak (mengusap kepalanya perly) aku pergi makan dulu ".
Tria merasa sangat senang.
Sementara itu Riri yang belum keluar kelas melihat perly di goda Tria dan dibela nio merasa sangat marah ."cih apa hebatnya dia cuma gadis yang jarang bicara seperti orang bisu saja cantikan juga aku ".ucap Riri penuh iri hati
riripun menghampiri perly mengambil buku dan melemparnya kelantai .
"jangan so cantik dan so cool yah kamu memang pantas berteman dengan sigendut pantas saja semua murid disini nggan berbicara dengan kamu yang so tidak butuh teman dasar bisu".
cacian riripun terdengar oleh sigendut dia marah tidak terima temannya dan dirinya dihina kemudian dia berjalan meunuju kehadapan Riri dan menamparnya.
"plak!! plakk!! plakkk!! sungguh mulut yang bagus memangnya kau sesempurna apa ?coba lihat dirimu hanya karna dua cowo kamu merendahkan dirimu sendiri sungguh kasihann".
Riri yang marah berusaha melawan dengan cibiran.
"Memangnya kenapa aku lebih baik darimu!!! lihatlah dirimu gendut bagaikan BABI.Dasar babi".Cibir Riri.
Cibiran Riri membuat sigendut sangat sedih dan terpaku dia lari keluar ruangan meninggalkan perly.
perly sangat marah melihat sahabatnya menangis kemudian mengambil buku yang terjatuh lalu mengejar sigendut.
Mendengar suara ribut dari kelas nio dan Tria yang belum jauh berjalan dari kelas pun kembali lagi.
"Bro apa kau dengar itu di kelas kita terdengar suara ribut-ribut "kata Tria Kepada nio
"kamu benar Tria lebih baik kita kembali dan melihat".
jawab nio yang penasaran.
"sudahlah palingan ribut-ribut gak jelas ( Tria yang menoleh kebelakang melihat sigendut berlari keluar ).bro bukan nya cewe yang menangis itu duduk bersamamu bukan?".
nio yang melihat itupun segera kembali mengejar si gendut .
"hey tunggu kau nio dasar bocah sialan ( bruk menambrak perly yang hendak mau keluar pintu ) ".
Tria yang mau mengejar nio pun menabrak perly dan menangkap perly saat mau terjatuh kedua matanya saling bertatapan semua muridpun menatap ke arah mereka.
cibiran itu terdengar oleh Tria karena perly yang khawatir kepada sigendutpun tidak menanggapi Riri langsung mengejar sigendut sedangkan Tria memasuki ruangan kelas menuju ke arah Riri.
Riri yang melihat Tria mendekatpun langsung merapikan pakaian dan rambutnya seolah tidak terjadi apa-apa.
"Eh Tria kamu belum istirahat (senyum menawan)
kenalkan namaku Riri (menyodorkan tangan) ".
"Biar kutebak pasti kamu penyihir yang mencoba membuli orang lain seperti nenek sihir maaf aku tidak suka berkenalan dengan nenek sihir ".Jawab Tria kemudian berjalan keluar mencari perly.
Riri tampak sangat marah merasa seperti di permalukan didepan semua murid dan duduk kembali bersama teman-temannya.
"Ri..kamu tidak apa-apa kan? kulihat Arum dekat belakangan ini dengan perly bukankah Arum sering tidur di kelas yah waktu istirahat?si perly pun suka membaca buku dikelas kurasa memang akhir-akhir ini mereka sangat dekat".ucap Taytay salah satu teman Riri.
"Kamu benar Tay..tapi aku tidak peduli biarlah lagi pula mereka berdua cocok".
sementara itu di koridor sekolah sigendut nampak melamun sendirian.nio yang melihat sigendut melamun mencoba untuk mendekatinya.
"kurasa angin di koridor sekolah sangat sejuk pantas saja kamu suka duduk sendirian disini ".nio berusaha mencairkan suasana
"kamu mau apa kesini?".tanya sigendut pada nio.
"hanya lewat bolehkah aku ikut duduk".
"maksudmu disini? bersamaku ".
"Iyah dimana lagi "jawab nio santai
"apa kamu tidak malu duduk berdua bersamaku nio?".tanya sigendut dengan wajah sedih.
"menurutmu???kalau aku malu aku tidak akan mau duduk sebangku denganmu,oh ya..aku belum tahu namamu boleh aku tahu namamu?".
"Iyah kamu benar nio tapi apa kamu tidak takut orang akan membulimu ( duduk sambil menekuk lutut dan memalingkan muka ) namaku Arum orang-orang sering memanggilku sigendut BABI".sigendut merasa sedih.
"Tidak sama sekali ( berbicara sambil duduk menatap langit ) kau tau ada banyak benda di atas langit salah satunya matahari kenapa dia sangat besar dan panas?".tanya nio
"mungkin untuk menerangi bumi (menoleh ke arah matahari) bukankah begitu kegunaannya".
"Arum namamu yah...aku panggil saja kamu Rumi tidak keberatan bukan? yah seperti itulah gunanya mahatari banyak orang yang tidak suka dengan panasnya ada pula yang menggunakan sumber energinya tapi dia terus menerangi bumi dengan cahayanya kau tahu maksudku ?".
"Tidak".jawab sigendut singkat.
"Matahari tidak peduli seberapa banyak orang yang tidak menyukainya terus menerangi bumi dengan cahayanya dan sumber energin panasya yang bermanfaat disitulah orang-orang mulai bergantung terhadapnya (tersenyum sambil mengusap rambutnya)".
"Tapi aku tidak bisa seperti matahari ( menolehkan wajah dengan pipi memerah ) jika orang-orang hanya begantung padaku tapi tidak menyukaiku itu akan menjadi sebuah beban".jawab sigedut tersipu malu.
"Itu tergantung pikiran mu menganggap orang itu sebuah beban atau teman bukankah manusia itu adalah makhluk sosial yang saling bergantungan ?
orang yang bergantung kepada matahari itu berarti dia mengakui kehebatannya jadi dia jauh lebih hebat sebelumnya".
"begitu yah (terpesona dan kagum) aku mengerti sekarang ".jawab sigendut sambil tersenyum
"yahh kalau dijelaskan lebih detail itu hanya akan memakan waktu jadi pergilah kelas jangan takut temui temanmu perly".
begitulah awal mulanya sigendut mulai menaruh hati pada nio seorang laki-laki pertama yang tidak pernah melihat seseorang dari kekurangannya disertai dengan paras wajah yang tampan, tubuh yang tinggi,dan pintar.