
kehidupan baru di sekolah perly .
awal mulai dia mendapat teman dan mengenal kehidupan bebasnya di luar bersama si gendut yang sama-sama berada di kasta yang sama anak orang kaya ternama di perusahaan yang berbeda tapi dengan kehidupan yang berbeda .
perly adalah anak yang kurang kasih sayang orang tuanya dari sejak kecil ,sering menyendiri, juga pendiam.karena sering di tinggal orang tuanya sibuk bekerja dia menjadi anak yang bersikap dingin ditambah saat usia 10 tahun dia ditinggal berdua bersama supirnya.
bibi pengasuhnya sering pulang kampung karna anaknya sakit di kampung dan sekarangpun dia kembali sendiri menanti bibinya yang ambil cuti selama dua bulan karna suaminya sakit parah.
sedangkan sigendut Arum adalah anak yang sangat manja karna sering di manja orang tuanya. selain sikapnya yang mudah bergaul juga agak sedikit nakal untungnya dia termasuk anak yang lumayan baik dan gokil.
keduanya sama-sama menyembunyikan identitasnya masing-masing.walaupun sudah saling kenal hampir satu bulan tapi keduanya belum juga jujur tentang identitasnya.perly yang sangat tertutup membuat sigendut tidak bisa berkata apapun tentang dirinya.
keesokan harinya keduanya mulai bersekolah seperti biasa dan mengobrol di kelas saat istirahat .
sigendut yang selalu mengantuk tiba-tiba melihat perly yang melamun dengan mata sembab .
sigendut yang hawatir bertanya".perly kamu kenapa? matamu sembab begini sudah menangis ya ?"
"aku tidak apa-apa"jawab perly .
"kamu ini ..heyy!! coba lihat wajah mana yang terlihat bagus kalau dengan wajah yang seperti ini ??". sigendut meledek perly.
"memang kenapa dengan wajahku ???kurasa memang dari dulu begini ".perly berdiri menghindari percakapan dan menghapus papan tulis.
"Ayolahhhh...mau sampai kapan begitu terus jelek tau akupun tak mau melihat wajahmu yang seperti ini ,setidaknya bicaralah kenapa".sigendut berusaha mencairkan suasana.
"aku tidak apa-apa Arum wajahku memang seperti ini dari dulu jadi tolong biasakan melihat aku yang seperti ini dan jangan tanya lagi!!".
merasa kesal karna sigendut terus meledek akhirnya perly menyimpan penghapus di meja pergi meninggalkan si gendut dan beristirahat di taman sekolah sendiri.
sigendut merasa bersalah mungkin dia terlalu banyak bertanya dan perly butuh sendiri akhirnya memutuskan membiarkannya sendiri dan kembali tidur di kelas.
karena terlalu gelisah memikirkan perly sigendut tidak bisa tidur saking penasarannya dia sangat ingin menemui perly namun takut kehadirannya mengganggu.
Bel Masukpun berbunyi perly yang masuk mengabaikan sigendut dan kembali duduk .
sigendut merasa sangat sedih dan semakin bersalah berencana mendatangi rumah perly membuntutinya saat pulang ingin memberinya kejutan..
tiba waktunya pulang akhirnya sigendut senang dan bersemangat naik mobil Jemputannya menyuruh supirnya mengikuti arah mobil perly pergi .berhentilah di sebuah gang dan terkejut melihat perly masuk kesebuah rumah yang begitu besar dan megah .
si gendut merasa begitu banyak hal yang perly sembunyikan darinya mungkin salah satunya identitasnya namun sigendut tidak merasa marah karna diapun sama dengannya.
"baik nona ".kata supirnya.
keesokan harinya ...
Di rumah sigendut mulai bersiap-siap bangun pagi sekali dengan pakaian rapih dan cantik.
"Pak Jeje ...".sigendut memanggil supirnya dengan ceria.
"Iya nona".
"Pak Jeje tolong antar saya kerumah perly sebelum itu kita mampir dulu ke toko ".dengan semangat menaiki mobil.
Sementara di dalam mobil dari sudut kaca terlihat muka si gendut yang sangat senang namun sedikit cemas .
"Wah..wah..wah nona terlihat bahagia sekali bapak ikut senang lihatnya".
"Iya pak aku sudah tidak sabar ingin cepat kerumah perly ". jawab sigendut dengan muka cemas.
"Perly itu teman barunya nona ya ..tapi kenapa nona tiba-tiba terlihat cemas ".
"Aku bingung pak hadiah apa yang bagus untuk perly.. kemarin aku tidak sengaja membuatnya marah jadi disisi lain aku takut kehadiranku malah Mengganggunya dan dia marah lagi ". sigendut tiba-tiba merasa gelisah.
"kalau saran bapak berikan sesuatu yang sangat disukai teman non mungkin dengan begitu dia jadi tidak marah dan memaafkan non ".
"Tapi aku baru Kenal satu bulan ini pak belum tahu juga apa yang dia suka karna dia orangnya pendiam apalagi dia sangat tertutup susah bagiku buat dekat dengannya".jawab si gendut yang kehilangan harapan.
"Begini saja coba non ingat-ingat lagi apa mungkin ada sesuatu yang sangat dia suka contohnya hal yang sering dia bawa atau mungkin tidak pernah teman non tinggalkan".kata supirnya memberi solusi
"apa ya...(sigendut melamun sambil memikirkan ) oh iya!! aku ingat pak waktu pertama kenalan dia sering baca buku sambil minum susu setiap istirahat sering berdiam diri dikelas dan tidak pernah lupa membawa buku sama susu".
sigendut yang kehilangan harapan mulai merasa ceria lagi segera iya meminta supirnya pergi ke toko buku untuk beli beberapa buku dan ke supermarket membeli susu yang banyak.
"kita ke toko buku ya pak trus kita ke supermarket terdekat untuk membeli susu ".
"Baik nona".jawab pak Jeje sambil tersenyum.
"Ngomong-ngomong makasih ya..
bapak Meeeee...mang yang terbaikkkk!!!".
"Hahaha nona bisa aja bapak turut bahagia bila nona bahagia".
sementara itu sigendut terus berbincang-bincang bersama pak Jeje di dalam mobil.