Adolescence

Adolescence
episode 7



Saat menunggu di gerbang sekolah sigendut Arum tak hentinya merasa takut perly marah jika dia membawa orang lain kerumahnya.sigendutpun mencari cara untuk kabur namun supirnya belum juga datang .


"Hey!!!".tanya Tria


"( terkejut ) i..iya i..iya ayo kita pergi..


sial benar-benar tidak bisa kabur (kata sigendut dalam hati)".


"Aku dan nio tidak membawa mobil hanya membawa motor tidak mungkin berboncengan bertiga apalagi....( melihat badan sigendut yang gemuk ) itu tidak mungkin".jawab Tria terlalu jujur


"APA YANG KAMU LIHAT!!! sungguh kurang ajar kalau begitu aku tidak akan mengajakmu ".jawab sigendut galak


"Kalau begitu aku telpon supir pribadiku saja untuk membawa mobilku kesini motormu mungkin akan dibawa supirku diantar kerumah mu bagaimana Tria?".kata nio kepada Tria.


"Ide yang bagus kalo begitu cepatlah aku merindukan bidadari ku".kata Tria


"Cihhh..sungguh menyebalkan ( melirik ke arah Tria ) tapi nio bagaimana kalau supirku datang menjemputku aku harus bilang apa? kalau naik mobilku supirku pasti bilang ibuku kalau aku mengajak teman laki-laki kerumah perly, kalau aku ikut kamu dan tidak bilang dulu Habislahhhhh aku".kata sigendut takut


"Hahahaha kamu lucu sekali ( mengusap rambutnya ) jangan takut kamu pergi sendiri saja bersama supirmu nanti aku dan Tria mengikutimu dari kejauhan tidak akan ketahuan kok ( tersenyum manis ) aku tidak jadi menelpon supirku untuk membawa mobil".jawab nio


supirnya si gendutpun mulai datang menjemput...


"itu supirku ayo kita berangkat tapi jangan sampai ketahuan oke?".kata sigendut


"iya iya pergi sana ".kata tria


sigendutpun mulai masuk menaiki mobil ...


"pak hari ini kita kerumah perly tidak usah menunggu bilang pada ibu aku main kerumah perly nanti aku kabari kalau mau pulang". kata sigendut kepada supirnya


"Baik nona tapi jangan pulang malam-malam ibu akan khawatir nanti".


"Iya pak".jawab sigendut


Di perjalanan Tria dan niopun mulai mengikuti arah mobil si gendut dan sampailah di sebuah gang Tria dan niopun hanya bisa menunggu di sebrang jalan.


"Ya sudah bapak pulang dulu non nanti kabari bapak kalau mau pulang ".kata supirnya


"baik pak".kata sigendut


Mobil supirnya sigendutpun mulai pergi Tria dan nio pun bergegas ke depan rumah perly dan sangat terkejut melihat rumahnya yang begitu megah dan mewah.


"Kurasa dia seorang anak dari pengusaha yang tinggi di kota ini".kata nio


"kamu benar dilihat-lihat dia anak orang yang berkelas sepertinya aku mengingat sesuatu tapi aku lupa".kata tria


"Kalian ini sebenarnya perly tidak boleh memberitahukan identitasnya kepada siapapun kecuali aku tapi....sekarang kalian tahu aku jadi takut dia marah".kata sigendut takut


"Tenang saja aku dan Tria akan membantumu".kata nio


"Baiklah ayo masuk".kata sigendut


Pak Jeje yang melihat sigendut Arum dengan dua orang laki-laki menuju kerumahnya perly pun terkejut dan mulai merasa heran setahunya temanya hanya sigendut Arum saja.


"Permisi pak aku mau bertemu perly". kata sigendut


"Oh iya non Arum ta..pi dua laki-laki ini siapa?".tanya pak Jojo


"Oh ini teman sekolahnya perly pak apa boleh kami masuk ?".kata sigendut


"Baiklah tapi saya panggilkan dulu non perly kalian duduklah dulu". kata pak jojo


pak Jojo yang heran teringat omongan ayahnya perly yang menyuruhnya untuk menjaga perly karena sekarang perly sudah dewasa.


"Wah sepertinya ini maksud tuan nona mulai mengenal seorang laki-laki apa aku memberitahu tuan atau nanti saja takut nona marah sebaiknya aku menjaganya".kata pak jojo


tok..tok..tok..


Perlypun tidak menyahut didalam kamar sangat sunyi tidak terdengar apapun .


"Nona keluarlah setidaknya untuk makan ".kata pak Jojo mulai panik


Sementara itu si gendutpun mulai menuju kamarnya perly karna khawatir sudah terlalu lama menunggu.


"Pak perly mana?".kata sigendut


"Nona masih di dalam non Arum ,pak jojo khawatir dari pagi dia belum keluar tolong biar Non Arum saja yang memanggilnya mungkin dia mau keluar ,pak Jojo mau kembali menjaga pintu gerbang".kata pak Jojo


"baiklah pak biar aku saja".kata sigendut


Didalam kamar benar-benar tidak ada suara sigendutpun sangat khawatir.


tok..tok..tok..


"perly ini aku Arum keluarlah aku khawatir kamu menghilang begitu saja hiks..hiks..kenapa kamu tidak sekolah? kamu kenapa? aku menangis seharian".kata sigendut menangis


Namun perly tetap tidak menyahut.


"Tolonglah keluar hiks..hiks..jangan begini aku khawatir padamu bukalah pintunya".kata sigendut menngis terisak-isak.


mendengar sigendut menangis triapun segera menuju kamarnya perly.


"kamu dengar nio si Arum menangis sampai terdengar kesini aku takut bidadari ku kenapa-kenapa kamu tunggulah disini".kata Tria kepada nio


Melihat sigendut yang terus mengetuk pintu kamar perly yang tak kunjung keluarpun Tria mulai panik.


"Apa yang terjadi mana perly ".kata Tria


"Dia didalam Tria aku sangat khawatir".sigendut menangis


"mundurlah aku akan mendobrak pintunya".kata Tria yang panik


BRAKK!!!!!


Tria dan sigendutpun terkejut melihat perly terkujur lemas dilantai ."PERLY!!!!!".kata Tria dan sidendutpun panik


Tria mengngkat perly ke atas kasur tubuhnya panas sekali dan matanya sangat sembab .


"Arum badannya sangat panas lebih baik kamu bawakan air dingin dan handuk untuk mengompres nya juga beri tahu pak Jojo bahwa perly pingsan di kamar"kata Tria panik


"Ba..baik tunggu sebentar".kata Arum bergegas pergi


Tria yang melihat kondisi perly seperti inipun merasa penasaran .Badan yang lemas, wajah sembab dan pucat membuat Tria semakin khawatir.


"sebenarnya apa yang telah terjadi padamu badanmu sangat panas ( memegang kening ) bahkan saat sakitpun kau sangat cantik bidadari ku sadarlah jangan buat aku khawatir ( membelai rambut ) ".kata Tria sangat sedih


"Kenapa kau kembali tua Bangka pergi saja pergi ..pergi..( mengigau )".kata perly tanpa sadar


Melihat perly yang setengah sadar dan mengigau pun Tria terkejut.


"Hey...hey...bidadari ku sadarlah ( memegang pipi ) sadarlah ( panik ) sebenarnya apa yang terjadi ".Tria sangat panik


"Kau jahat sekali ( menangis menarik kerah baju ) kenapa-kenapa ( melepaskan lengan dan pingsan )".perly mulai tak sadarkan diri lagi


Wajahnya Tria saling berdekatan dengan perly karena kerah bajunya ditarik dan triapun hampir berciuman dengan perly .Tria yang sangat menyukai perly pun mulai hanyut dalam suasana hendak mencium perly namun iya tersadar kembali karna terdengar Arum dan pak Jojo kekamar.


"Arum segerelah kamu kompres perly dengan air itu ".kata Tria pada Arum .


"Biar pak Jojo telpon dokter dulu kesini biarkan perly beristirahat dulu terimakasih telah memberitahu pak Jojo kalian boleh pulang dulu nanti besok boleh kesini lagi".kata pak Jojo


"Baiklah pak tolong jaga perly baik-baik ya jangan biarkan dia seperti ini lagi bapak harus lebih memperhatikan perly".kata Arum


"Baik nona bapak salah telah lalai Terimakasih karna kalian telah peduli pada non perly.dia pasti senang kalau nanti sadar".kata pak jojo