
Matahari mulai terbit di upuk timur , angin menghembus kencang , bunga-bunga bermekaran ,dan burung-burung berkicau di atas langit.
perly menyambut pagi hari dengan pakaian rapi,rambut terurai panjang dengan hiasan jepit pita di kepalanya dan senyuman yang menawan mulai berangkat ke sekolah.tak di sangka saat ingin membuka pintu rumah ,keluar seseorang yang sangat dia benci .
"Untuk apa kau pulang? ".tanya perly ketus.
"Ternyata putriku sudah tumbuh dewasa sekarang ( membelai rambut ) lihatlah kau sangat cantik".Tegur ayahnya .
"Tidak bisakah kau jangan datang kemari aku ingin segera berangkat ke sekolah kau sungguh merusak hariku".jawab perly kesal
"Baiklah ayah minta maaf biarkan kali ini ayah yang mengantarmu kesekolah bolehkan? sore nanti ayah mau pergi berbisnis di luar negri ayah hanya merindukanmu dan ingin mengirim uang untuk kebutuhan sehari-hari mu".tanya ayah perly sambil merapikan kemeja.
Mendengar ucapan dari ayah nya matanya menatap tajam menunjukan betapa bencinya perly kepada ayahnya.
"Kenapa tidak pergi saja?untuk apa kau datang bawa semua uangmu aku tidak butuh!!! apa kau tahu jaman sekarang bisnislah nomor satu kenapa kau menghabiskan waktumu untuk menemui ku sekedar mengantarku kesekolah ( melempar tas berlari ke kamar )".sindir perly sambil menangis
Sementara itu ayahnya menyusulnya ke kamar dan mengetuk pintu kamar perly.
"Maafkan ayah mungkin ini bukan saatnya ayah menemuimu seharusnya ayah datang di waktu yang tepat tapi ayah ada urusan penting yang tidak bisa di tinggalkan jadi ayah janji di hari ulangtahunmu ayah akan datang dan merayakannya bersamamu dan ayah juga akan telepon ibumu di Eropa yang sedang mendesain baju ".kata ayah perly yang berusaha membujuk
Seketika suatu telpon berdering disaku celana ayahnya perly ,ada panggilan penting dari kantornya.
"Putriku ayah ada urusan penting di kantor jadi ayah harus pergi.. jaga dirimu baik-baik ayah sudah transfer uang ke rekeningmu jumlahnya lebih banyak dari sebelumya kulihat kamu mulai tumbuh dewasa pasti banyak keperluan yang harus kamu beli untuk urusan sekolah jangan khawatir ayah sudah membayar semuanya".ucap ayah perly
"pak Jojo ..".panggil ayah perly
"i..iya tuan ".
"Tolong jaga putri ku awasi dia kurasa dia mulai tumbuh dewasa aku khawatir terjadi hal yang tidak di inginkan uang gajimu sudah kutransfer aku pergi dulu".
ucap ayah perly bergegas naik mobil.
"Baik tuan".jawab pak Jojo sambil membuka gerbang.
Sementara itu dikamar perly terlihat murung dan menangis hari-hari nya yang baru saja menemukan kebahagiaan lenyap begitu saja menurutnya itu tidak adil meskipun banyak uang.
tok..tok..tok suara pintu terketuk .
"Nona ini saya pak jojo ..nona ayo keluar tuan sudah pergi tidak baik mengurung diri dikamar mari berangkat sekolah mungkin teman nona yang pernah datang kemari menunggu nona di sekolah ". bujuk pak Jojo
Perly pun diam tidak menanggapi appun ..
"kalau nona tidak mau sekolah pak Jojo telpon pihak sekolah untuk meminta ijin ".kata pak Jojo .
Disekolah nampak sigendut sedang menunggu perly yang tidak kunjung datang trus menunggu sampai tak terasa bel sekolahpun berbunyi Tria dan nio yang baru sampai melihat bangku perly kosong langsung menanyakan kepada Arum .
"Bidadariku kemana Arum? kenapa dia tidak masuk sekarang ?".tanya Tria panik
"Aku tidak tahu dari tadipun aku menunggunya Tria (wajah sedih) aku khawatir ".jawab sigendut menangis
"kamukan temannya Arum kenapa tidak tahu seharusnya kamu tahu".Tria trus menanyakan
"Dia tidak kasih kabar apapun padaku bagaimana ini (trus menangis) pulang sekolah aku akan menemuinya".jawab sigendut
"kenapa tidak tanyakan dulu pada guru? mungkin saja kita bisa tahu kenapa dia tidak masuk".kata nio
"Iya kamu benar nio nanti kita bertiga keruang guru".kata Tria
"iya hiks ..hiks".jawab si gendut menangis
pelajaran pun mulai berlangsung lama, bel istirahat pun berbunyi mereka bertiga pun bergegas ke ruang guru.
"tok..tok..tok permisi pak ".nio mengetuk pintu
"iya silahkan masuk ada apa kalian bertiga keruang guru ada yang bisa bapak bantu?".kata pak guru
"jadi begini pak kami bertiga ini temannya perly pak..
saya mau tanya barangkali bapak tahu kenapa perly tidak masuk ".kata nio
"Memang pihak keluarganya ada yang menelpon ke pihak sekolah memberitahukan bahwa perly sakit jadi tidak bisa mengikuti kegiatan belajar bapak rasa cuma itu saja".jawab pak guru
"kalau begitu saya permisi ya pak terimakasih atas informasinya permisi pak".kata nio
"iya silahkan".jawab pak guru.
Diperjalanan menuju kelas Arum merasa heran jelas-jelas kemarin perly biasa-biasa saja tidak terlihat sakit ,semakin cemas dengan keadaan perly memikirkan mungkin ada hal lain yang dia tidak tahu.
"Arum kamukan teman dekatnya perly pasti tahu dimna rumahnya bolehkah aku ikut ?".tanya tria
sementara itu Arum bingung harus berkata apa karna perly tidak pernah menceritakan identitasnya kepada siapapun kecuali dirinya."Gawat perlykan merahasiakan identitasnya kalau Tria ikut pasti ketahuan ( gumam Arum dalam hati )".
"Kamu mau apa ikut? ayahnya perly itu galak mungkin kamu akan diusirnya".jawab sigendut panik
"Tenang saja aku tahu apa yang harus aku lakukan pokoknya aku ikut ya..".kata Tria
"Tapi....aku benar-benar tidak bohong lebih baik nanti kukabari oke! ( gugup dan panik ) aku masuk kelas dulu kalian silahkan istirahat dulu".jawab sigendut menghindari topik
"Hey pokoknya aku ikut aku tunggu di gerbang sekolah tentunya bersama nio juga".kata Tria sengaja karna tahu sigendut suka nio
Mendengar itu sigendutpun mengangguk setuju dengan pipi kemerahan.
"I..iya baiklah...".jawab sigendut bahagia