Accidently Fall In Love

Accidently Fall In Love
Chapter 21: Expert dan Express



“Aku tidak menyangka, kalian akan menikah secepat ini…,” Ujar Nicole.


“Salahkan sepupumu, sudah membuat ku meleduk sebelum waktunya…,” Jawab Eylaria pada Nicole yang membantunya menggunakan gaun pengantin.


“Kalian sangat Expert dan Express…,” Ledek Nicole lagi.


“Apa-apaan? Dasar dia saja bule, tidak mau rugi…,” Keluh Eylaria lagi.


“Tapi kau menikmatinya kan…,”


Eylaria tersenyum malu mendengar candaan Nicole. Sekitar dua minggu yang lalu, hari Sabtu pagi, ia baru


mengetahui jika ia hamil, anak Arlo tentunya. Dengan panik ia segera memberitahu Nicole tentang kehamilannya, tentu saja rahasia itu tidak bisa dijaga di mulut tanpa saringan milik Nicole. Nicole yang kegirangan, segera menelfon Arlo dan Nicolas, kebetulan kedua pria itu menjawab dalam waktu bersamaan.


“Apa?” Tanya Nicolas yang bertanya lebih dahulu.


“Kau akan punya keponakan lagi…,” Seru Nicole.


“Iyah, dari mu, kenapa kau begitu senang heh?” Protes Nicolas yang mengira keponakan lagi adalah anak Nicole, maklum, kakaknya itu juga sedang hamil 3 bulan.


“Bukannn… tapi dari Arlo!” Seru Nicole dengan suara nyaring.


Arlo yang sedari tadi hanya mendengarkan, tersentak kaget, lelucon apa lagi yang Nicole katakan.


“Maksudmu?” Tanya Nicolas memastikan.


“Eylaria hamilllllll!!” Teriak Nicole kegirangan.


“APAAA???” Tanya Arlo dan Nicolas yang kaget bersamaan.


“Dia baru saja menelfonku, dan mengecek testpack, hasilnya positive… Kau keren Arlo, kau berhasil menghamili sahabatkuuuuu…!” Seru Nicole.


“Dasar gila!” Tegur Nicolas pada Nicole.


“Kau yakin dia hamil? Anakku?” Tanya Arlo tidak percaya.


“Maksudmu? Itu bukan anakmu? Kau tidak ingin tanggung jawab?” Nicole tiba-tiba menjadi emosi dan kesal.


Arlo segera mematikan panggilan itu dan menghubungi Eylaria, ia harus bertemu langsung dengan wanita itu.


“Hallo, hallo, Arlo… Jiah Sialan dimatiin…,” Gerutu Nicole kesal.


“Dia akan tanggung jawab, kau tenang saja.” Jawab Nicolas menenangkan Nicole.


“Awas saja dia macam-macam dengan sahabatku… Huhh!!”


Arlo berkali-kali menghubungi Eylaria, tapi wanita itu tidak berani menerima telfon dari Arlo, apa yang harus ia katakan, ia belum siap bertemu dengan Arlo dan memberitahu Arlo tentang kehamilannya.


Eylaria meringkuk di kasurnya, memutar otak dan pikirannya. Tiba-tiba pintu kamarnya digedor dengan kencang.


“Eylaria, aku tahu kau di dalam, tolong buka pintunya…,” Arlo menggedor-gedorkan lagi pintu di depannya.


“Eylaria, kau buka sekarang atau aku dobrak pintunya…,” Teriak Arlo mengancam, pria itu selalu bersungguh-sungguh dengan ucapannya.


Klek…


Eylaria membuka pintu kamarnya. Wajahnya tampak pucat dan kebingunga, ada sisa air mata di sana, wanita itu pasti habis menangis. Arlo menyerbu masuk dan memeluk Eylaria dengan erat.


“Kau… sungguh hamil?” Tanya Arlo menatap Eylaria memastikan.


“Sepertinya begitu, tapi aku belum mengecek ke dokter…,” Jawab Eylaria jujur.


“Mari kita menikah…,” Ajak Arlo tanpa basa basi.


“Hah?” Eylaria terpelongo kaget mendengarnya.


“Kita segera bertemu keluargamu, keluargaku, dan atur pernikahan kita…,” Seru Arlo dengan semangat.


“Kau, tidak keberatan?”


“Keberatan apa?”


“Aku hamil di luar perencanaan kita, kau baik-baik saja?” Tanya Eylaria memastikan keputusan Arlo untuk segera menikah.


“Aku baik-baik saja Ey… Aku…, justru senang dan bahagia, kau mengandung anakku. Mari kita menikah…, secepatnya…, aku sudah ingin melakukannya sejak awal bersama denganmu, tapi aku takut kau belum siap…,” Ujar Arlo dengan jujur, matanya berkaca-kaca terharu. Eylaria menyentuh wajah pria yang biasanya tampak garang itu, tidak biasanya pria itu tampak lunak seperti itu.


“Pelan-pelan saja. Kita cek ke dokter dulu, untuk memastikan...,” Saran Eylaria dengan bijak.


“Ayoo, kita berangkat sekarang…,” Jawab Arlo penuh semangat.


Eylaria terperangah, sepertinya pria itu memang sudah siap dan siaga menjadi suami dan ayah bagi keluarganya.


“Tunggu dulu…,” Tahan Eylaria tampak ragu.


“Kau tidak hamilpun, aku akan tetap menikahimu Ey…,” Ucap Arlo dengan sangat yakin.


“Apa kau sesemangat itu?” Tanya Eylaria melihat keyakinan Arlo yang berhasil meluluhlantakkan hatinya.


“Tentu saja, aku bisa lebih cepat menikahimu, dan lagi, kita bisa selalu bersama, apa kau tidak mau menikah denganku?” Tanya Arlo mempertimbangkan keputusan Eylaria.


“Tentu saja aku mau, tapi hanya saja semua terlalu tiba-tiba, aku hanya sedikit gugup… Apalagi, apa respon keluarga kita?” Jawab Eylaria jujur.


“Aku akan berusaha sebaik mungkin…,” Jawab Arlo menggenggam erat tangan Eylaria.


Setelah memastikan hasil kehamilan Eylaria yang positif dinyatakan hamil, Arlo bergegas memesan tiket untuk menuju ke kampung halaman calon istrinya itu, dia akan meminta persetujuan keluarga Eylaria terlebih dahulu.


Tiba di kampung halaman Eylaria, Arlo bergegas menuju rumah sesuai alamat yang telah diberikan oleh Eylaria. Kedatangan pria itu tanpa pemberitahuan, Eylaria sendiri tidak bisa ikut karena sedang hamil muda.


Kampung halaman tempat tinggal Eylaria tampak asri dan tenang. Mobil yang disewa Arlo berhenti di sebuah perkarangan rumah yang minimalis, ada seorang wanita paruh baya sedang menyapu halaman di sana, itu pasti Mama Eylaria.


Arlo segera turun dari mobil, Mama Eylaria segera menghentikan gerakan menyapunya karena pria itu menarik perhatiannya.


“Cari siapa Kak?” Sapa Mama Eylaria ramah.


“Tante, Mamanya Eylaria?” Tanya Arlo perlahan.


“Iya, kenapa? Eylaria kenapa?” Tanya Mama Eylaria dengan cemas.


“Tidak, tenang dulu Tante… Boleh kita bicara dengan tenang dulu?” Pinta Arlo dengan sopan. Mama Eylaria menuntun Arlo untuk duduk di teras rumahnya.


Arlo segera menghubungi Eylaria dengan panggilan video, sehingga mereka saling mendengarkan apa yang akan dibicarakan. Pertama-tama Arlo dengan tenang dan pelan memperkenalkan dirinya, pekerjaannya dan bagaimana ia bertemu dengan Eylaria dan hubungan mereka yang sudah berubah menjadi sepasang kekasih. Awalnya Mama Eylaria kebingungan, karena anak perempuannya itu sama sekali tidak pernah memberitahunya jika ia punya pacar baru setelah putus dari Dave.


“Apa?? Eylaria hamil?” Tanya Mama Eylaria panik dan kaget. Ia tidak menyangka, pria di hadapannya akan meminta izin untuk menikahi anaknya.


“Maaa…, maafin Ey Maa…,” Lirih Eylaria dari sebrang sana.


Mama mengelus dada, kecewa dan berusaha untuk tenang.


“Mama akan berangkat dengan kedua kakakmu besok…,” Putus Mama dengan tegas.


“Baik, aku akan siapkan tiket dan transportasi. Tante gak perlu khawatir…,” Jawab Arlo berusaha memberikan pelayanan terbaiknya. Mama Eylaria hanya berdecih, merasa Arlo hanya sok kaya dan banyak uang.


Sedangkan di rumah Arlo sedang heboh dengan berita kehamilan Eylaria, siapa lagi jika bukan Nicole yang mengembar-gemborkannya. Tapi keluarga Arlo menyambut berita itu dengan senang hati, mereka justru bersyukur Arlo akan menikah dan segera memiliki anak.


“Silahkan, kursi anda ada di kelas bisnis…,” Sapa pramugari pada Mama Eylaria dan kedua kakaknya.


“Kelas bisnis?” Tanya Ery, kakak kedua Eylaria yang kaget mereka mendapat kursi di kelas bisnis.


“Benar, mari saya arahkan…,” Ucap pramugari itu mengarahkan ketiga penumpangnya untuk duduk di kursi bisnis.


Mama Eylaria tersentak kaget, di sebelahnya duduk seorang pria yang ia temui kemarin, ada Arlo di sana.


“Hallo tante,” Sapa Arlo menundukkan kepalanya kemudian kembali melanjutkan meeting onlinenya, pria itu terlihat sibuk dan serius.


Penerbangan selama 1 jam 30 menit itu tidak terasa terlalu lama, saat turun di bandara, Arlo baru berkesempatan untuk menyapa kedua kakak Eylaria yang belum ia temui kemarin.


“Kau, apakah pria yang menghamili adik saya?” Tegur Ery dengan marah saat melihat Arlo menghampiri mereka. Arlo tidak mengelak, ia bersedia dihajar habis-habisan oleh kedua kakak Eylaria, menurutnya itu hal yang wajar, siapa yang tidak kecewa dan sakit hati jika adiknya dihamili oleh pria yang belum menikahinya.


“Maaf sebelumnya, iya, saya Arlo…,” Jawab Arlo berusaha memperkenalkan diri dengan tenang.


“Kauuuu, sok hebat sekaliii…,” Ery akan maju untuk memukul Arlo, tapi di tahan oleh Ello, kakak pertama Eylaria yang memang lebih bijak. Wajahnya juga tampak lebih tenang, meskipun tampak sorot kekecewaan di matanya.


“Jangan Ry, ini tempat umum…, kita bicarakan baik-baik, tunggu penjelasan Eylaria, oke?” Tahan Ello.


“Arghh…, brengsek Kak, brengsek dia…,” Teriak Ery dengan marah, sempat memancing perhatian orang yang lewat di sekitarnya.


Sebuah golongan mewah bermuatan 5-6 orang berhenti di hadapan mereka, sang sopir turun untuk menghampiri dan segera menyambut untuk memasukan koper ke bagasi mobil.


“Silahkan tante,” Ucap Arlo mengarahkan keluarga Eylaria untuk menaiki mobil di hadapan mereka.


Mereka tampak terkesan, lagi-lagi pelayanan mewah yang diberikan, siapa sebenarnya Arlo dan sekaya apa dia?


Arlo sendiri menaiki mobil sedan terpisah yang juga sudah siap di menunggu di belakang.


“Ma, tuh cowok kerja apa? Ada ngomong gak?” Tanya Ery saat berada di dalam mobil.


“Mama cuma inget, dia bilang eo eo apa gitu…” Jawab Mama Eylaria tidak terlalu paham.


“EO? Event Organizer?” Tanya Ery lagi.


“Gak tau ahh, Mama juga gak inget, udah keburu panik dan kaget dengen adekmu mau nikah karena hamil…,” Jawab Mama dengan jujur.


“Kalo EO mah, ini bisa jadi punya kenalan dia semua…,” Seru Ery merendahkan.


Mobil itu melaju mengikuti ke mana mobil sedan Arlo mengarah, tak lama, mereka tiba di sebuah gerbang mewah komplek rumah yang besar dengan halaman yang di tumbuhi perpohonan.


Ery, Ello dan Mama Eylaria terkesima melihat bangunan di hadapan mereka yang berdiri dengan megah. Rumah itu seperti istana ukuran kecil dengan tinggi yang menjulang.


“Silahkan masuk…,” Seorang pelayan menyambut mereka dan menuntun arah menuju ruang tengah.


“Selamat datang…, Mama dan kakak Eylaria…,” Seru Mama Arlo menyambut kedatangan ketiga calon keluarganya itu.


Bukan hanya wanita bule itu, tapi Eylaria juga ada di sana bersama dengan keluarga besar Arlo. Eylaria menghampiri Mamanya dengan sorot mata berkaca-kaca.


“Maaf Ma, Kak…,” Lirih Eylaria.


“Kau…, benar-benar mengecewakan Ey…,” Ucap Ery dengan kesal.


“Jadi, semua yang pria itu katakan benar?” Tanya Ello memastikan. Eylaria mengangguk pasrah.


Mama tak kuasa menahan tangis kecewanya, Ery pun sama, menatap kecewa dan kesal pada Eylaria dan Arlo, sedangkan Ello hanya menghela nafas panjang, sudah terjadi, apa yang bisa dilakukan lagi selain mencari solusinya.


“Jadi, bagaimana kalian akan menyelesaikan masalah ini?” Tanya Ello berusaha tenang.


“Saya akan menikahi Eylaria secepatnya.” Jawab Arlo dengan tegas.


“Ini bukan permasalahan menikah saja, apa kau bisa menafkahi dan menghidupi Eylaria dan anak-anaknya? Apa kau sudah punya rumah dan biaya untuk menafkahinya?” Tanya Ello tanpa jeda.


Arlissa yang juga ada di sana segera maju dan menyela, ia tidak suka kakaknya mendapat remehan seperti itu, terlebih sejak awal keluarga Eylaria tiba, mereka tampak tidak ramah.


“Yang benar saja, mana mungkin kakak ku tidak bisa menghidupi keluarganya. Apa kalian tidak tahu dia siapa dan apa yang ia miliki? Justru Eylaria beruntung mendapatkannya…,”


“Arlissa…,” Tegur Arlo dengan tegas.


“Hmm, tenang tenang semuanya, mari duduk dulu, kita bicarakan baik-baik…,” Ucap Papa Arlo menengahi.


Setelah semua mengambil posisi duduk dan memberi jeda dengan suasana dingin, Papa Arlo akhirnya membuka suara.


“Sebelumnya, saya mewakili keluarga dan sebagai Papa Arlo, merasa sangat menyesal dan meminta maaf jika anak-anak kita harus menikah dengan cara seperti ini, bahkan di pertemuan pertama kita, sudah tidak menyenangkan seperti ini…,” Ucap Papa Arlo membuka diskusi keluarga itu.


“Tentu saja, Arlo dan kami akan bertanggung jawab atas semua yang telah terjadi. Kami akan segera menikahkan mereka, dan untuk menjawab keraguan keluarga mengernai status ekonomi Arlo, saya akan bantu menjawab…,” Papa menghela nafas sebelum melanjutkan.


“Arlo adalah anak kedua saya, ia sekarang menjabat sebagai CEO BLUESEA , ia juga memiliki saham dan menjadi investor beberapa perusahaan lain. Ia juga nantinya akan mewarisi perusahaan kami, selain itu, ia sudah punya 1 rumah dan 2 apartemen, nanti mau menempati yang di mana, kami serahkan pada Eylaria untuk memilih tempat yang nyaman…,”


Semua terperangah mendengar jabatan dan kekayaan yang di miliki Arlo, ternyata pria itu bukan orang sembarangan.


“Papa gak sebutin ada 2 rumah lagi, beberapa villa dan 12 mobil Arlo yang di garasi…,” Sambung Arlissa memamerkan kekayaan kakaknya.


“Arlissaaa…,” Tegur Papa.


“Meskipun Arlo mewarisi perusahaan kami, tapi ia adalah anak yang pekerja keras dan bisa diandalkan.” Ucap Papa berusaha meyakinkan keluarga Eylaria.


Setelah mendengar penjelasan itu dan sedikit berbincang, keluarga Arlo memberi waktu untuk keluarga Eylaria mencerna semua kejadian dengan kepala dingin, mereka paham, semua terlalu mendadak dan tidak sesuai dengan jalan yang seharusnya.


.


.


.


.


.


To Be Continue~